Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Surabaya II menggelar kegiatan Sosialisasi Langkah-Langkah Pelaksanaan Anggaran Awal Tahun 2019 dan Penyerahan Penghargaan Satker Pengelola Keuangan Negara Terbaik Periode Semester II Tahun Anggaran 2018 pada hari Selasa (29/1) bertempat di aula Gedung Keuangan Negara Surabaya II. Selain mengundang para satuan kerja mitra kerja, KPPN Surabaya II turut mengundang perwakilan penyedia barang dan/atau jasa pemerintah yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Indonesia (Gapensi) Cabang Surabaya, dan Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Cabang Surabaya.
Kepala KPPN Surabaya II, Moch. Nurhidayat, dalam laporannya di hadapan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jatim mengatakan bahwa tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi terkait langkah-langkah strategis yang akan dilakukan di awal tahun anggaran 2019 dan memberikan informasi yang lengkap mengenai proses pencairan dana di KPPN Surabaya II, khususnya kepada asosiasi dan pengusaha penyedia barang dan/atau jasa pemerintah sehingga pelaksanaan anggaran di tahun 2019 dapat terukur dan terlaksana sesuai rencana. Pada akhirnya output dan outcome dapat terpenuhi dengan baik, dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya sejak awal tahun. Para penyedia perlu mengetahui dan memahami bahwa dalam proses pencairan APBN oleh KPPN tidak terdapat pungutan biaya apapun.

Lebih lanjut, Nurhidayat menyatakan bahwa sinergi antara KPPN Surabaya II dan satuan kerja (satker) sudah terjalin dengan sangat baik dan bahkan terus meningkat setiap tahun. Hasil sinergi tersebut membuahkan prestasi membanggakan, dimana DJPb berhasil menjadi yang terbaik dalam Survei Kepuasan Pengguna Layanan Kemenkeu Tahun 2018 yang dilakukan oleh Tim Peneliti Universitas Gadjah Mada. Dalam survei tersebut, Kota Surabaya yang diwakili oleh Kanwil DJPb Provinsi Jatim, KPPN Surabaya I, dan KPPN Surabaya II juga berhasil meraih Indeks Kepuasan Tertinggi atau yang terbaik se-Indonesia.
Baca juga: Kegiatan Refleksi (Tasyakuran) Hari Bakti Perbendaharaan Tahun 2019 dan Apresiasi atas Hasil Pelaksanaan Survei Kepuasan Pengguna Layanan Kemenkeu Tahun 2018
"Pada Kesempatan yang menggembirakan ini, kami laporkan bahwa kerja keras dari seluruh mitra kerja kami telah berhasil menunjukkan prestasi yang sangat baik dan menggembirakan dalam menjaga akurasi Rencana Penarikan Dana. Dengan angka yang hampir sempurna, yaitu angka yang diperkenankan untuk deviasi 15%, namun seluruh satker mitra kerja kami bisa mewujudkan deviasi hanya 0,4% sehingga KPPN Surabaya II mewakili seluruh satker tersebut memperoleh penghargaan pengelolaan kas terbaik se-Indonesia... untuk itu kami wajib mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah mendukung kami untuk bekerja dan melayani dengan lebih baik lagi," ujar Nurhidayat.
Baca juga: KPPN Surabaya II Raih Nilai Tertinggi dalam Penilaian Indikator Kinerja Pengelolaan Kas Kuasa BUN Daerah Periode Semester I Tahun 2018
Sedangkan Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jatim, Ludiro, dalam sambutannya menyampaikan capaian kinerja APBN 2018 secara makro dan mikro lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Secara makro, untuk pertama kalinya target pendapatan negara terlampaui, menyentuh angka 102,5%. Kemudian dari sisi realisasi belanja negara juga optimal menyentuh 99,2%. Realisasi pembiayaan defisit lebih kecil dari target 2,19% dari Produk Domestik Bruto (PDB), tepatnya 1,76%. Capaian ini tentunya juga berkat pengelolaan anggaran yang baik dari satuan kerja, khususnya terkait pengelolaan belanja negara. Sedangkan secara mikro, kinerja tahun 2018 juga lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya; beberapa indikator dapat dilihat pada KPPN, salah satunya terkait dengan jumlah antrian pada KPPN saat periode akhir tahun anggaran yang berkurang. Hal ini berarti bahwa distribusi belanja negara dari dana yang dikelola satuan kerja sudah merata; tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran. Jumlah dispensasi pengajuan SPM yang melewati periode batas akhir pengajuan pada akhir tahun anggaran juga menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tentu saja kita menginginkan bahwa tahun 2019 ini bisa kita lalui dengan indikator kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tentu saja menjadi komitmen kita bersama untuk melakukan perbaikan pengelolaan anggaran di tahun 2019. Tidak hanya sekedar komitmen tapi juga harus kita wujudkan melalui langkah-langkah konkret. Indikator lebih baik diantaranya tidak ada lagi kontrak yang terlambat disampaikan ke KPPN, meminimalisir dispensasi addendum kontrak dan dispensasi penyampaian perubahan Rencana Penarikan Dana. Kita harus punya rencana kegiatan karena sesuatu yang telah direncanakan, hasilnya akan lebih baik," ujar Ludiro.
Dalam pelaksanaan kegiatan, ada tiga materi yang disampaikan, yaitu: 1) Langkah-langkah Pelaksanaan Anggaran di Awal Tahun 2019, yang disampaikan oleh Moch. Nurhidayat; 2) Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah dengan Mekanisme Uang Persediaan oleh Kepala Seksi Pencairan Dana KPPN Surabaya II, Henry Rosamirandha; dan 3) Antigratifikasi dalam Pelayanan Publik oleh Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi KPPN Surabaya II, M. Samsul Anam.
Materi kegiatan bisa diunduh pada tautan berikut: bit.ly/KPPN_135
Penyerahan Penghargaan Pengelola Keuangan Negara Terbaik Semester II Tahun 2018
Dalam kesempatan yang sama, sebanyak 36 penghargaan berupa trofi dan piagam dibagikan kepada satker-satker terbaik mitra kerja KPPN Surabaya II. Terdapat 4 kategori penghargaan, yaitu: 1) Pelaksana Anggaran terbaik; 2) Pelaksana Rencana Penarikan Dana (RPD) terbaik, 3) Pelaksana Rekonsiliasi Laporan Keuangan terbaik, dan 4) Pelaksana Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara terbaik. Masing-masing kategori dibagi menjadi 3 subkategori, yaitu: a) Satker dengan pagu besar; b) Satker dengan pagu kecil s.d. sedang; dan c) satker kewenangan Dekonsentrasi (DK) dan Tugas Pembantuan (TP). Dari masing-masing subkategori dipilih 3 satker terbaik, sehingga dalam 1 kategori terdapat 9 satker penerima penghargaan.
Penghargaan dibagi ke dalam beberapa kategori dan subkategori karena selain untuk memenuhi rasa keadilan, juga sesuai dengan prinsip yang diusung oleh KPPN Surabaya II yaitu: kerja keras dan prestasi sekecil apapun dari mitra kerja patut diapresiasi. Penilaian dilakukan secara objektif oleh panitia yang terdiri dari pejabat dan pegawai KPPN Surabaya II yang kompeten dan bertugas di seksi yang sesuai dengan kategori penilaian, yaitu : Pelaksanaan Anggaran oleh Seksi Pencairan Dana; Pelaksanaan RPD oleh Seksi Manajemen Satker dan Kepatuhan Internal; Pelaksanaan Rekonsiliasi Laporan Keuangan, dan Pelaksanaan LPJ oleh Seksi Verifikasi dan Akuntansi. Parameter penilaian dijabarkan sebagai berikut:
- Pelaksana Anggaran terbaik, adalah satker dengan penyerapan anggaran terbesar dan tingkat penolakan SPM dan/atau data kontrak paling sedikit;
- Pelaksana RPD terbaik, adalah satker yang memiliki deviasi nol atau terkecil. Artinya jika nilai Surat Perintah Membayar (SPM) yang diajukan sama dengan RPD, maka diberikan nilai semakin besar;
- Pelaksana Rekonsiliasi Laporan Keuangan terbaik, adalah satker yang dalam melakukan rekonsiliasi laporan keuangan melalui Aplikasi e-Rekon & LK, telah memenuhi kriteria:
- Tercepat: unggah Arsip Data Komputer (ADK) SAIBA tercepat pada Aplikasi e-Rekon & LK, yaitu sejak dimulainya open period;
- Akurat: tidak ada status Transaksi Dalam Konfirmasi (TDK), kesesuaian rekonsiliasi internal (antara SAIBA dan SIMAK tidak terdapat selisih), tidak terdapat dalam menu validasi:
- Aset belum diregister;
- Saldo tidak normal;
- Jumlah Pengembalian belanja melebihi jumlah belanja;
- Pagu minus (untuk non belanja pegawai)
- Jumlah Unggahan: semakin sedikit jumlah unggahan, maka nilai yang diberikan semakin besar.
- Pelaksana LPJ terbaik, adalah satker yang dalam menyampaikan LPJ Bendahara, telah memenuhi kriteria:
- Tercepat: tepat waktu, baik unggah secara mandiri ke aplikasi SPRINT, maupun disampaikan melalui surat elektronik (berupa ADK SILABI);
- Benar: kesesuaian saldo awal bulan berkenaan dengan bulan yang lalu, saldo UP dengan pengawasan di KPPN, saldo bank dengan rekening koran, dan kepatuhan bendahara dalam penyetoran Pajak/PNBP sesuai ketentuan;
- Lengkap: telah dilengkapi dokumen dukung sesuai dengan ketentuan.
Berikut adalah daftar satuan kerja terbaik pengelola keuangan negara periode semester II tahun 2018:
I. Kategori Pelaksanaan Anggaran Terbaik:
- Subkategori Satker dengan Pagu Besar:
- Peringkat Terbaik Pertama: Satker Makodam V/Brawijaya (kode satker 344259);
- Peringkat Terbaik Kedua: Satker Ditreskrimum Polda Jatim (643920);
- Peringkat Terbaik Ketiga: Satker Ditintelkam Polda Jatim (643916).
- Subkategori Satker dengan Pagu Kecil s.d. Sedang:
- Peringkat Terbaik Pertama: Satker Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya (417821);
- Peringkat Terbaik Kedua: Satker Zidam V/Brawijaya (344264);
- Peringkat Terbaik Ketiga: Satker Pengadilan Agama Surabaya (401241).
- Subkategori Satker kewenangan DK/TP:
- Peringkat Terbaik Pertama: Satker Dinas Sosial Provinsi Jatim (059015);
- Peringkat Terbaik Kedua: Satker Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim (417995);
- Peringkat Terbaik Ketiga: Satker Dinas Sosial Provinsi Jatim (418950).
II. Kategori Pelaksanaan RPD Terbaik:
- Subkategori Satker dengan Pagu Besar:
- Peringkat Terbaik Pertama: Satker Polres Gresik (644459);
- Peringkat Terbaik Kedua: Satker Politeknik Kesehatan Surabaya (637588);
- Peringkat Terbaik Ketiga: Satker Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur (467337).
- Subkategori Satker dengan Pagu Kecil s.d. Sedang:
- Peringkat Terbaik Pertama: Satker Asrama Haji Surabaya (352544);
- Peringkat Terbaik Kedua: Satker Bekangdam V/Brawijaya (344265);
- Peringkat Terbaik Ketiga: Satker Ditsabhara Polda Jatim (643937);
- Subkategori Satker kewenangan DK/TP:
- Peringkat Terbaik Pertama: Satker Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim (059185);
- Peringkat Terbaik Kedua: Satker Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim (059179);
- Peringkat Terbaik Ketiga: Satker Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jatim (350111).
III. Kategori Pelaksanaan Rekonsiliasi Laporan Keuangan Terbaik:
- Subkategori Satker dengan Pagu Besar:
- Peringkat Terbaik Pertama: Satker Pengadilan Agama Surabaya (401240);
- Peringkat Terbaik Kedua: Satker Ditintelkam Polda Jatim (643916);
- Peringkat Terbaik Ketiga: Satker Pengadilan Tinggi Agama Surabaya (308170).
- Subkategori Satker dengan Pagu Kecil s.d. Sedang:
- Peringkat Terbaik Pertama: Satker Pengadilan Agama Gresik (401293);
- Peringkat Terbaik Kedua: Satker Labfor Cabang Surabaya (644051);
- Peringkat Terbaik Ketiga: Satker Stasiun Meteorologi Maritim Perak II - Surabaya (289005).
- Subkategori Satker kewenangan DK/TP:
- Peringkat Terbaik Pertama: Satker Dinas Sosial Provinsi Jatim (418950);
- Peringkat Terbaik Kedua: Satker Dinas Peternakan Provinsi Jatim (059186);
- Peringkat Terbaik Ketiga: Satker Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi Jatim (059025).
IV. Kategori Pelaksanaan LPJ Bendahara Terbaik:
- Subkategori Satker dengan Pagu Besar:
- Peringkat Terbaik Pertama: Satker Yanma Polda Jatim (643902);
- Peringkat Terbaik Kedua: Satker Zidam V/Brawijaya (344264);
- Peringkat Terbaik Ketiga: Satker Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Surabaya II (649788).
- Subkategori Satker dengan Pagu Kecil s.d. Sedang:
- Peringkat Terbaik Pertama: Satker Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya (417816);
- Peringkat Terbaik Kedua: Satker Stasiun Meteorologi Maritim Perak II - Surabaya (289005);
- Peringkat Terbaik Ketiga: Satker Pengadilan Agama Surabaya (401241).
- Subkategori Satker kewenangan DK/TP:
- Peringkat Terbaik Pertama: Satker Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim (059034);
- Peringkat Terbaik Kedua: Satker Dinas Kesehatan Provinsi Jatim (059006);
- Peringkat Terbaik Ketiga: Satker Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim (059029).
"Dengan pemberian apresiasi dan penghargaan, kami harapkan satker berkinerja terbaik ini akan termotivasi untuk terus mempertahankan kinerja baiknya, dan bagi satker yang lain akan termotivasi dan terus meningkatkan kinerjanya agar di semester mendatang bisa mengikuti jejak dari satker yang memperoleh apresiasi." (Moch. Nurhidayat - Kepala KPPN Surabaya II)
Ditulis oleh: Arisandy Joan Hardiputra, S.E.


