Kejujuran pada Generasi Muda Guna Menghadapi Era Revolusi
Oleh Dannisa Rahmania Pramudita (SMA N 8 Yogyakarta)
Pada era ini, keuangan negara merupakan hal yang perlu diperhatikan. Tidak hanya orang dewasa yang perlu tahu mengenai keuangan negara. Namun, generasi muda juga harus tahu mengenai keuangan negara. Betapa pentingnya hal ini mengingat beberapa tahun yang akan mendatang zaman akan berubah. Sebagai generasi penerus bangsa, sudah selayaknya mempersiapkan diri untuk menghadapi era yang akan terus berubah. Namun, saat ini keuangan negara seperti tidak dianggap penting oleh generasi muda. Bahkan, tidak semua orang dewasa tahu mengenai keuangan negara. Hal ini juga seharusnya menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah. Karena, jika pemerintah lalai dengan kebijakan mengenai keuangan negara, terjadilah banyak kasus dalam pengelolaan keuangan negara. Tidak terhitung berapa kasus mengenai korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), penggelapan dana, dan lain sebagainya.
Penanaman sikap jujur sangat diperlukan, tidak hanya untuk generasi muda, namun para pejabat dan petinggi negara pun seharusnya lebih diberi edukasi dan penanaman sikap jujur. Untuk menghindari kasus yang tidak diinginkan dalam pengelolaan keuangan negara, maka para pejabat dan petinggi negaralah yang seharusnya lebih paham dan mengerti tentang pengelolaan keuangan negara. Terlebih lagi, jika pemerintah lalai dalam mengawasi pengelolaan keuangan negara, maka kasus seperti korupsi atau penggelapan dana sulit untuk dihindari.
Saat ini, generasi muda masih belum banyak tahu mengenai pengelolaan keuangan negara. Banyak yang berpikir masih terlalu awal bagi generasi muda untuk memahami bagaimana keuangan negara berjalan. Namun, tidak ada salah jika generasi muda saat ini banyak yang mau belajar mengenai pengelolaan keuangan negara. Karena, sebagai warga negara juga seharusnya mengetahui bagaimana pengelolaan keuangan negara berjalan. Tidak hanya orang dewasa yang boleh tahu mengenai pengelolaan keuangan negara, namun generasi muda pun sepatutnya juga paham bagaimana keuangan negara berputar.
Karena masih kurangnya minat dalam mengetahui pengelolaan keuangan negara oleh generasi muda, alangkah lebih baik jika pemerintah bisa memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan negara pada generasi negara. Tidak perlu secara detail dijabarkan, namun pemerintah dapat mengenalkan pada generasi muda bagaimana perputaran keuangan negara berjalan. Setidaknya bisa menumbuhkan rasa ingin tahu generasi muda mengenai pengelolaan keuangan negara. Tidak ada ruginya untuk mengedukasi generasi muda agar paham bagaimana keuangan negara berputar. Karena beberapa tahun yang akan mendatang pun negara ini akan ada di tangan generasi muda.
Dengan pahamnya generasi muda akan pengelolaan keuangan negara, maka akan memicu semangat generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi era revolusi. Indonesia tentunya memiliki banyak generasi muda yang siap meneruskan bangsa. Bisa dimulai dengan mengenalkan generasi muda terhadap pemerintahan negara, salah satunya adalah pengelolaan keuangan negara. Pemerintah pun juga sepatutnya memberikan edukasi terhadap generasi muda, agar semakin siap dalam menghadapi era revolusi beberapa tahun ke depan. Tidak harus secara langsung dalam penyampaiannya, namun bisa mengedukasi tenaga pengajar atau para orang tua untuk menyampaikan pada generasi muda mengenai pengelolaan keuangan negara agar lebih mudah dipahami oleh generasi muda.
Tidak hanya ditujukan untuk generasi muda, namun edukasi mengenai keuangan negara dapat ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Karena salah satu pemasukan keuangan negara berasal dari masyarakat yang membayar pajak. Seharusnya masyarakat yang membayar pajak mengetahui perputaran keuangan negara, karena salah satu sumber pemasukan keuangan negara adalah masyarakat yang membayar pajak. Di saat ini pula, pemerintah perlu transparan dalam mengelola keuangan negara. Pemerintah lebih menaruh perhatian pada keuangan negara, karena di roda perputaran keuangan inilah banyak celah yang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak seharusnya oleh para pejabat atau petinggi negara yang tidak bertanggung jawab.
Tidak menutup kemungkinan jika ekonomi Indonesia melambat. Hal tersebut dapat terjadi jika masyarakat Indoneisa terutama generasi muda yang akan meneruskan bangsa tidak paham mengenai kehidupan ekonomi negara. Indonesia memiliki banyak generasi muda yang berpotensi meneruskan bangsa, namun jika kurangnya edukasi maka sumber daya manusia yang dimiliki akan sia-sia. Angka pengangguran pun akan meningkat seiring berjalannya waktu jika generasi muda tidak mempersiapkan diri untuk masa depan.
Sebagai penerus bangsa, generasi muda harus memiliki daya saing yang tinggi, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di ranah internasional. Di samping itu, moral pun harus ditanamkan. Terutama perilaku jujur yang sangat penting dalam menghadapi era yang akan datang. Diperlukannya penanaman perilaku jujur sejak dini pada generasi muda agar terbiasa. Mengingat betapa pentingnya perilaku jujur ini, tidak hanya untuk bekal di masa depan, namun saat ini Indonesia membutuhkan orang yang jujur. Banyak kasus yang terjadi hanya karena ketidakjujuran seseorang dalam mengemban amanah. Tentunya sebagai penerus bangsa, generasi muda sepatutnya belajar dari sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya. Agar tidak ada kesalahan yang sama di masa yang akan datang. Oleh karena itu, generasi muda haruslah menanamkan perilaku jujur sejak dini guna mempersiapkan diri menghadapi era revolusi.
Masa yang akan mendatang tentu saja tidak akan sama dengan saat ini. Begitu pula dengan generasi muda, yang harus siap dengan segala situasi di masa yang akan datang. Mengingat betapa pentingnya moral di samping kemampuan akademik, perlu ditekankan pada generasi muda bahwa perilaku jujur sangat dibutuhkan di masa depan. Dunia ini krisis orang-orang jujur, karena perubahan zaman memengaruhi kepribadian seseorang. Jika generasi muda tidak mempersiapkan diri, maka akan sulit juga untuk menghadapi era revolusi. Di sinilah generasi muda sangat membutuhkan perilaku jujur.
Jika perilaku jujur diterapkan, maka akan membawa banyak kemujuran. Melihat banyak sekali kasus korupsi yang terjadi saat ini, maka di sinilah perilaku jujur akan membawa perubahan. Jika sudah tertanam dalam diri, maka tidak akan sulit untuk menerapkan jujur dalam mengemban amanah. Generasi muda harus tahu, bahwa dari sekian banyaknya kasus yang terjadi saat ini merupakan akibat dari ketidakjujuran seseorang. Jangan sampai apa yang sudah pernah terjadi, terulang kembali di masa yang akan datang, terlebih lagi yang terulang adalah kasus korupsi atau bahkan kasus-kasus lainnya. Peran generasi muda di masa inilah yang sangat menentukan. Jika perilaku jujur diterapkan, maka akan mempermudah generasi muda untuk merubah situasi yang terjadi saat ini. Kasus-kasus seperti kasus korupsi, dapat diminimalisir atau bahkan tidak akan ada lagi kasus-kasus akibat perbuatan orang-orang tidak bertanggung jawab. Tidak hanya kasus korupsi, namun hal-hal seperti gratifikasi juga tidak akan terjadi, jika negara ini berada di tangan orang-orang yang jujur. Tidak akan ada suap-menyuap, korupsi, dan penggelapan dana oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Betapa pentingnya menanamkan perilaku jujur dalam diri generasi muda sebagai penerus bangsa agar dapat membawa perubahan pada negara ini.
Perilaku jujur dapat diterapkan kapan saja dan di mana saja. Tidak hanya untuk bekal masa depan, namun saat ini pun perilaku jujur akan sangat bermanfaat. Terlebih lagi bagi generasi muda yang masih berada di jenjang sekolah, akan sangat bermanfaat perilaku jujur ini di masa sekarang. Walaupun jujur dalam hal-hal kecil, namun kejujuran ini dapat tertanam dengan sendirinya di dalam diri generasi muda tanpa perlu adanya paksaan untuk jujur. Lebih baik bagi para generasi muda untuk mempelajari hal-hal semacam ini secara autodidak. Karena jika melalui paksaan, maka akan timbul rasa malas untuk menerapkan. Padahal, perilaku jujur ini sangatlah penting. Bukankah lebih mudah untuk menerapkan jika sudah menjadi kebiasaan?
Saat ini, memang tidak sedikit orang yang menjunjung perilaku jujur. Namun, di beberapa situasi, masih ada yang menyepelekan kejujuran. Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak perilaku yang secara tidak langsung mencerminkan perilaku menyimpang dari yang seharusnya. Tidak hanya dari lingkungan sekitar, bahkan mungkin masih banyak dari generasi muda yang tidak menyadari perilakunya menyimpang dari perilaku jujur. Seperti memotong jam belajar, menyontek atau memberi sontekan pada teman, atau bahkan membuat izin palsu untuk tidak mengikuti pembelajaran di sekolah. Jika hal-hal kecil seperti ini dibiarkan, maka akan tertanam perilaku suka berbohong dalam diri generasi muda. Yang mana sangat bertentangan dengan tujuan utama, yaitu menanamkan perilaku jujur pada generasi muda saat ini. Hal-hal kecil inilah yang akan sangat memengaruhi pemikiran generasi muda. Tidak bisa dipungkiri bahwa perilaku seseorang akan sangat terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Jika terbiasa dengan lingkungan yang kurang baik, maka akan membutuhkan usaha lebih dalam menanamkan perilaku jujur dalam diri generasi muda. Hal inilah yang mendasari kasus-kasus yang terjadi di Indonesia. Berawal dari hal-hal kecil yang akan terbawa sampai bertahun-tahun dan melekat dalam diri generasi muda. Hal ini tidaklah seperti yang diharapkan. Karena, seharusnya generasi muda dapat membawa perubahan pada masa yang akan datang. Tugas berat generasi muda adalah mengubah “kebiasaan buruk” oleh oknum-oknum tidak jujur dalam mengemban amanah. Saking seringnya terjadi, kasus-kasus seperti korupsi, kolusi, dan penggelapan dana, sudah bukanlah berita besar lagi. Masyarakat Indonesia pun sudah tidak terkejut lagi dengan adanya berita semacam itu. Di sinilah, generasi muda harus membawa perubahan dengan modal perilaku jujur.
Dengan adanya banyak kasus akibat oknum-oknum yang tidak jujur, hal ini akan berakibat pada moral dalam diri generasi muda. Perilaku tidak jujur itu bisa saja ditiru dan bahkan diterapkan oleh generasi muda. Jika hal ini dibiarkan, maka akan memengaruhi generasi muda dalam penanaman moral, terutama perilaku jujur. Hal-hal seperti ini yang seharusnya lebih diperhatikan. Karena, hal-hal seperti inilah yang justru lebih memengaruhi perilaku seseorang. Bayangkan, jika generasi muda meniru dan menerapkan perilaku tidak jujur seperti para koruptor di luar sana, bagaimana nasib bangsa ini jika berada di tangan generasi muda yang tidak jujur?
Mengingat pentingnya penanaman perilaku jujur pada generasi muda, maka diperlukan juga dorongan sebagai stimulan bagi generasi muda. Tidak hanya faktor dari dalam diri, namun dibutuhkan juga faktor dari lingkungan sekitar. Di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan. Orang tua dapat membantu membiasakan perilaku jujur pada generasi muda ketika berada di rumah. Sedangkan saat di sekolah, peran orang tua akan digantikan oleh guru atau tenaga pengajar. Keduanya memiliki peran yang sama dalam membantu generasi muda membiasakan diri dengan perilaku jujur. Namun, bukan berarti generasi muda hanya akan berperilaku jujur saat di rumah atau sekolah saja. Kejujuran harus selalu diterapkan di mana pun dan kapan pun generasi muda berada. Setidaknya, peran orang tua dan guru atau tenaga pengajar dapat membantu generasi muda dalam membiasakan diri dan menerapkan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Setelah terbiasa menerapkan perilaku jujur, maka akan mudah dalam menerapkan kejujuran di aspek lainnya. Sehingga tidak perlu paksaan dalam menanamkan kejujuran dalam diri generasi muda yang kelak akan menjadi penerus bangsa.
Guna mendapatkan generasi muda yang memiliki daya saing tinggi serta memiliki moral yang baik, banyak peran dibutuhkan dalam membentuk perilaku jujur pada diri generasi muda. Tanggung jawab yang akan diemban generasi muda di masa yang akan mendatang tidaklah ringan. Diperlukan perilaku yang mencerminkan kejujuran pada generasi muda sebagai penerus bangsa agar bangsa ini semakin maju dalam berbagai aspek. Tidak hanya sekadar formalitas, memiliki perilaku jujur sangatlah penting. Banyak hal yang akan didapatkan dengan menerapkan kejujuran dalam kehidupan. Tidak mudah untuk membiasakan diri dengan perilaku jujur. Sehingga, peran orang tua, guru atau tenaga pengajar, bahkan hingga pemerintah sangat dibutuhkan guna membentuk perilaku yang bermoral pada diri generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa. Tidak akan ada lagi berita mengenai kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), atau bahkan penggelapan dana di negeri ini jika penerus bangsa memiliki perilaku yang jujur.


