
DENPASAR (10/6) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Bali berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD): Perkembangan Ekonomi dan Sektor Keuangan di Provinsi Bali yang diselenggarakan oleh Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), bertempat di Aula A Gedung Keuangan Negara Denpasar I, pada Jumat (7/6/2024).
FGD ini bertujuan sebagai wadah bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar pikiran dan berdiskusi mengenai upaya yang perlu dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Bali yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Dalam diskusi ini, Kanwil DJPb Provinsi Bali diwakili oleh Kepala Bidang PPA II memaparkan perkembangan ekonomi dan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Bali. Paparan ini memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi terkini serta langkah-langkah yang diambil untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di Bali.

Kegiatan FGD dibuka oleh Sekretaris KSSK, Arief Wibisono, yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal. Selain itu, turut hadir sebagai narasumber Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, Deputi Direktur Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali, Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, serta Prof. Wayan Budiasa, Direktur Pascasarjana Universitas Udayana.
Dalam diskusi yang berlangsung, dibahas berbagai dukungan kebijakan yang diperlukan dari pemerintah pusat maupun otoritas terkait untuk mengoptimalkan momentum pemulihan ekonomi Bali. Dengan langkah-langkah transformasi strategis ini, diharapkan sektor-sektor seperti pertanian dan pengolahan dapat berkontribusi lebih signifikan terhadap perekonomian Bali, melengkapi sektor pariwisata yang selama ini menjadi kontributor terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).



