Denpasar, 7 Mei 2026 — Kanwil DJPb Provinsi Bali menerima kunjungan kerja Anggota Komite IV DPD RI, I Komang Merta Jiwa, yang disambut langsung oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bali, Supendi. Pertemuan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperkuat kolaborasi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya wilayah 2T (terpencil dan terpinggir) di Provinsi Bali.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai isu strategis mulai dari penguatan sektor kelautan dan perikanan, optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), pengembangan UMKM, penguatan ketahanan pangan, hingga peningkatan kemandirian fiskal daerah.
Dalam diskusi, I Komang Merta Jiwa menyoroti pentingnya penataan sektor kelautan sebagai potensi ekonomi baru yang dapat dikembangkan di Bali. Konsep pengembangan tol laut dan program Kampung Nelayan Merah Putih dinilai dapat menjadi langkah strategis untuk membuka akses ekonomi masyarakat pesisir sekaligus mendorong tumbuhnya UMKM dan sektor ekonomi lokal di daerah 2T.
Sementara itu, Kanwil DJPb Bali menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan I 2025 mencapai 5,82 persen atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor penyediaan akomodasi, makan, dan minum masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Bali melalui sektor pariwisata yang menyumbang sekitar 55 persen terhadap pariwisata nasional. Meski demikian, Kanwil DJPb Bali menilai ketergantungan terhadap sektor pariwisata juga menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, diversifikasi ekonomi melalui pengembangan sektor kelautan, perikanan, dan pertanian perlu terus diperkuat.
Dalam pembahasan terkait pembiayaan UMKM dan sektor produktif, Kanwil DJPb Bali menjelaskan bahwa penyaluran KUR di Bali telah mencapai sekitar Rp10 triliun dengan subsidi pemerintah hampir Rp1 triliun. Bali juga menempati posisi keenam nasional dalam penyaluran KUR. Namun demikian, edukasi pembiayaan kepada petani dan nelayan masih menjadi tantangan, terutama di tengah keterbatasan anggaran sosialisasi dan kecenderungan perbankan yang lebih memprioritaskan sektor perdagangan.
I Komang Merta Jiwa turut mendorong perlunya penguatan keberpihakan terhadap petani dan nelayan, termasuk melalui skema penjaminan kredit agar akses pembiayaan kepada sektor produktif semakin terbuka.
Selain itu, pertemuan juga membahas pengelolaan Dana Desa dan Transfer ke Daerah (TKD). I Komang Merta Jiwa menekankan pentingnya evaluasi atas dampak program pemerintah di daerah agar anggaran yang disalurkan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah 2T.
Kanwil DJPb Bali juga menyoroti pentingnya dukungan data perekonomian yang lebih detail hingga tingkat kabupaten/kota bahkan desa. Data tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, terutama daerah dengan tingkat kemandirian fiskal yang masih rendah seperti Kabupaten Bangli, Jembrana, Buleleng, dan Karangasem.
Ke depan,I Komang Merta Jiwa menyatakan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi bersama Kanwil DJPb Bali serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan langkah strategis penguatan ekonomi Bali yang lebih inklusif, adaptif, dan berdampak langsung kepada masyarakat.






