Momentum Idulfitri selalu menghadirkan makna yang lebih dari sekadar perayaan. Di balik tradisi mudik, pertemuan keluarga, dan hangatnya silaturahmi, terdapat denyut aktivitas ekonomi yang bergerak begitu dinamis di berbagai daerah. Perjalanan pulang kampung bukan hanya membawa rindu yang tertuntaskan, tetapi juga mengalirkan konsumsi, menghidupkan usaha masyarakat, serta mendorong perputaran ekonomi hingga ke tingkat lokal.
Dalam konteks tersebut, silaturahmi tidak hanya bermakna sosial dan kultural, tetapi juga memiliki dimensi ekonomi yang nyata. Aktivitas masyarakat selama periode Lebaran menjadi salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi, baik melalui sektor transportas, perdagangan, pariwisata, kuliner, hingga UMKM.
Melalui edisi buletin ini, kami mengangkat tema "Silaturahmi Menggerakkan Ekonomi dan Menstimulus APBN" sebagai bentuk refleksi bahwa momen kebersamaan masyarakat juga memiliki dampak strategis terhadap perekonomian nasional dan daerah. Beragam artikel yang tersaji dalam buletin ini akan mengulas bagaimana arus mudik mampu menghidupkan ekonomi daerah, bagaimana peran strategis Pemerintah Provinsi dalam mengarahkan belanja pemerintah untuk mendorong pemerataan ekonomi hingga ke desa, serta bagaimana dinamika ekonomi selama mudik Lebaran di Jawa Timur dapat dibaca dari berbagai indikator yang relevan.





