- Berita
- Dilihat: 40
Kanwil DJPb Jawa Timur Diseminasikan Kajian Fiskal Regional Triwulan I 2026, Dorong Penguatan Kebijakan Berbasis Data

Surabaya, 30 Juni 2026 — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan I Tahun 2026 sekaligus penyampaian hasil analisis mengenai dampak Dana Desa terhadap penurunan konflik lokal di Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Selasa (30/6), ini menjadi ruang diskusi antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam membahas perkembangan ekonomi dan fiskal daerah serta rekomendasi kebijakan berbasis data.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur, Saiful Islam, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Badan Pusat Statistik (BPS), akademisi, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur, Saiful Islam, menyampaikan bahwa Kajian Fiskal Regional merupakan media untuk menyampaikan perkembangan kondisi ekonomi dan fiskal daerah sekaligus menjadi forum diskusi yang menghimpun berbagai perspektif guna memperkuat kualitas rekomendasi kebijakan.
"KFR tidak hanya menyajikan data dan analisis, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun dialog bersama para pemangku kepentingan. Melalui forum ini, kami berharap lahir masukan yang dapat memperkuat kualitas kebijakan fiskal di daerah," ujarnya.

Saiful menjelaskan bahwa secara nasional, perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang baik di tengah berbagai tantangan global. Inflasi tetap terkendali dan perkembangan penerimaan maupun belanja negara dalam lima bulan pertama tahun 2026 menunjukkan tren yang positif. Pemerintah juga terus mengarahkan belanja negara untuk mendukung berbagai program prioritas nasional melalui realokasi anggaran yang lebih produktif.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Jawa Timur, Rabhindra Aldy, memaparkan hasil Kajian Fiskal Regional Triwulan I Tahun 2026. Ia menyampaikan bahwa perekonomian Jawa Timur masih tumbuh solid dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,96% (year-on-year) pada Triwulan I Tahun 2026 serta memberikan kontribusi sekitar 14,40% terhadap perekonomian nasional.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut didorong oleh kuatnya sektor industri pengolahan dan konsumsi rumah tangga, serta didukung oleh peran fiskal pemerintah melalui injeksi APBN dan APBD yang mencapai Rp33,49 triliun. Belanja tersebut terdiri atas belanja pegawai, belanja barang, serta belanja modal yang berkontribusi menjaga aktivitas ekonomi di Jawa Timur.
Dari sisi fiskal, realisasi belanja pemerintah pusat hingga Triwulan I 2026 mencapai 21,65% dari pagu Rp47,31 triliun, sedangkan realisasi Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp19,75 triliun. Penyaluran TKD dinilai tetap berada pada jalur yang sesuai, terutama melalui Dana Alokasi Khusus Nonfisik, Dana Alokasi Umum, dan Dana Bagi Hasil yang mendukung pembiayaan sektor pendidikan, kesehatan, pelayanan pemerintahan, serta pembayaran gaji aparatur.
Meski demikian, kajian juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih perlu menjadi perhatian. Kontraksi pada beberapa komponen penerimaan negara, perlambatan belanja modal pemerintah daerah, serta penurunan tax ratio menunjukkan perlunya penguatan optimalisasi penerimaan daerah dan peningkatan kualitas belanja agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Selain memaparkan kondisi ekonomi dan fiskal regional, kegiatan ini juga menyampaikan hasil analisis mengenai dampak Dana Desa terhadap penurunan konflik lokal di Jawa Timur. Kajian tersebut menunjukkan bahwa Dana Desa tidak hanya berperan dalam mempercepat pembangunan desa, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung stabilitas sosial di tingkat desa.
Diseminasi KFR ini merupakan bagian dari komitmen Kanwil DJPb Jawa Timur dalam memperkuat fungsi regional chief economist melalui penyediaan analisis fiskal yang kredibel, berbasis data, dan relevan bagi para pengambil kebijakan. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan, hasil kajian diharapkan dapat menjadi referensi dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Sebagai penutup, Kanwil DJPb Jawa Timur menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui penyusunan dan diseminasi Kajian Fiskal Regional secara berkala, DJPb Jawa Timur akan terus menghadirkan analisis yang mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy) demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Jawa Timur.













