Samarinda, Oktober 2024 – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) Triwulan II-2024 mencapai 5,85 persen yoy, lebih rendah dibandingkan periode Triwulan I-2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 7,26 persen yoy. Dari sisi produksi, kontribusi PDRB terbesar masih didominasi oleh pertambangan dan penggalian. Sedangkan pertumbuhan tertinggi sisi pengeluaran Triwulan II-2024 terbesar ada pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah. Pertumbuhan ekonomi Triwulan II-2024 secara y-on-y yang positif terjadi di semua provinsi di Pulau Kalimantan. Provinsi Kalimantan Timur menyumbang kontribusi tertinggi pada penyusunan nilai tambah regional dengan share sebesar 47,77 persen. Pada September 2024, tingkat inflasi di Kaltim sebesar 2,16 persen y-on-y yang didorong oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, sebagai berikut: kelompok kesehatan; kelompok perawatan pribadi; dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Realisasi APBN Kalimantan Timur sampai dengan 30 September 2024 mencatatkan Pendapatan Negara telah sebesar Rp27,26 triliun (57,30% dari target Rp47,57 triliun), terkontraksi 10,15 persen (yoy) sedangkan komponen Belanja Negara terealisasi sebesar Rp52,17 triliun (56,39% dari pagu tahunan Rp92,51 triliun) atau tumbuh sebesar 42,52 persen (yoy).
Perpajakan
Penerimaan Perpajakan telah terealisasi sebesar Rp24,78 triliun (54,07% dari target). Capaian ini sedikit mengalami penurunan secara y-on-y sebesar minus 13,74 persen. Penurunan tersebut disebabkan oleh turunnya harga komoditas, terutama batubara dan CPO, di pasar global dan pembayaran PPh Pasal 25/29 Badan. Penerimaan pajak dalam negeri masih didominasi oleh Wajib Pajak Badan dan Bendahara Pemerintah, dengan sektor pertambangan sebagai kontributor terbesar. Meski juga mengalami perlambatan, penerimaan pajak internasional terus diupayakan dengan tetap memperhatikan perekonomian internasional dan terus berusaha melakukan extra effort untuk mencapai target penerimaan dari kegiatan ekspor dan impor.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Realisasi PNBP sampai dengan September 2024 mencapai Rp2,49 triliun (141,56% dari target), tumbuh signifikan sebesar 53,71% yoy. Peningkatan capaian realisasi tersebut bersumber dari seluruh jenis realisasi PNBP meliputi PNBP lainnya dan Pendapatan BLU, terlebih pada jenis Pendapatan Jasa Kepelabuhan dan Pendapatan Jasa Layanan Pendidikan.
Belanja K/L
Realisasi Belanja K/L sampai dengan akhir September 2024 mencapai Rp25,33 triliun (47,64% dari pagu Rp53,17 triliun), tumbuh sebesar 74,57% yoy. Pertumbuhan realisasi belanja terutama dipengaruhi oleh peningkatan belanja modal untuk pembangunan IKN. Satker yang mendominasi realisasi belanja modal Kaltim antara lain IKN 1 & 2, Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Kaltim, dan Penyediaan Perumahan IKN Nusantara. Sementara Belanja Barang dan Jasa digunakan untuk mendukung program Pendidikan tinggi dan pelatihan vokasi serta pelaksanaan program infrastruktur konektivitas oleh KemenPUPR. Belanja Pegawai dan Belanja Bantuan Sosial mengalami pertumbuhan realisasi yang stabil, dengan Belanja Bantuan Sosial yang dimanfaatkan oleh Kementerian Agama melalui UIN Sultan Aji Muhammad Idris.
Transfer ke Daerah
Realisasi Transfer ke Daerah (TKD) sampai dengan 30 September 2024 mencapai Rp26,84 triliun (68,68% dari pagu Rp39,08 triliun). Akumulasi realisasi TKD tumbuh 21,48% secara y-on-y. Realisasi TKD tersebut terutama didominasi oleh Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Per September 2024 seluruh jenis Transfer ke Daerah sudah disalurkan.
APBD Kalimantan Timur
Realisasi sementara Pendapatan APBD Provinsi Kalimantan Timur hingga bulan September 2024 sebesar Rp34,66 triliun (52,92% dari target) didominasi oleh Dana Transfer. Pendapatan dari Dana Transfer hingga bulan September 2024 sebesar Rp27,19 triliun (54,04% dari pagu 50,31 triliun). Dengan demikian, dukungan dana pusat masih menjadi faktor dominan untuk pendanaan pada Provinsi Kalimantan Timur. Sementara itu, realisasi sementara Belanja APBD s.d. bulan September 2024 sebesar Rp26,68 triliun (38,01% dari pagu Rp70,19 triliun).
Ibu Kota Negara Baru (IKN)
Progress pembangunan Ibu Kota Negara Baru (IKN) memberikan pengaruh besar pada kinerja keuangan APBN dan APBD di Kalimantan Timur. Sampai dengan September 2024, anggaran pembangunan IKN mendominasi 80,75% pagu belanja K/L. Alokasi APBN IKN mencapai Rp51,03 triliun yang tersebar pada Kementerian PUPR (99,55%); Kemenhub (0,23%); KLHK (0,18%); serta POLRI (0,04%).
Informasi lebih lanjut hubungi:
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur
Jl. Juanda No.4, Samarinda
Telp. (0541) 201348
Fax. (0541) 748623
Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


