Halo, SemetonKeu!
Kajian Fiskal Regional Provinsi NTB Triwulan III Tahun 2025 telah terbit!

Kinerja fiskal NTB Triwulan III-2025 menunjukkan kontras: pendapatan APBN tertekan -62,89% akibat hilangnya bea keluar tambang, sementara belanja negara stabil pada Rp19,61 triliun dengan pergeseran ke belanja pegawai, bansos, dan TKD yang melonjak lebih dari 200%. Di sisi APBD, pendapatan daerah tumbuh 12,58% dengan ketergantungan tinggi pada TKD (72,66%), namun belanja daerah melambat dan realisasi belanja modal serta sektor prioritas menurun, sehingga menciptakan surplus yang berpotensi menjadi idle budget. Tantangan utama mencakup rendahnya kemandirian fiskal daerah, tax ratio yang fluktuatif, serta lemahnya serapan belanja prioritas fisik menjadi tantangan utama efektivitas fiskal dalam mendukung pertumbuhan dan pemerataan.
Untuk membaca KFR lebih lengkap, SemetonKeu dapat mengakses KFR melalui Situs Resmi Kanwil DJPb Provinsi NTB atau melalui tautan berikut https://s.kemenkeu.go.id/KFRDJPBNTB



