Bumi Kasuari-Papua Barat adalah Provinsi ke-33 di Indonesia dengan sejarah panjang pembentukannya, berdiri sejak 4 Oktober 1999 dan akhirnya resmi bernama Provinsi Papua Barat pada tanggal 18 April 2007 berdasarkan PP Nomor 24 Tahun 2007. Saat ini Papua Barat memiliki 1 Provinsi, 12 Kabupaten, dan 1 Kota dengan luas wilayah 99.671 km2 dan pada tahun 2015 berpenduduk 1.368.092 jiwa.
Untuk mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari program reformasi birokrasi yang dijalankan oleh Kementerian Keuangan di Papua Barat. Kementerian Keuangan mendirikan Gedung Keuangan Negara (GKN) Manokwari yang sampai saat ini, menjadi GKN ke-21 yang didirikan Kementerian Keuangan di seluruh Indonesia.
GKN Manokwari hadir untuk menyempurnakan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan dalam rangka mendukung dan mengawal proses pembangunan dan perekonomian di Provinsi Papua Barat. GKN Manokwari memiliki nilai strategis sebagai tempat berlangsungnya proses penyelenggaraan negara yang efektif dan efisien bagi instansi-instansi vertikal Kementerian Keuangan terutama untuk mewujudkan nilai-nilai Kemenkeu.
Gedung Keuangan Negara Manokwari yang megah dan berbentuk lambang Kementerian Keuangan segilima, menjadi icon baru Kabupaten Manokwari yang menjadi kebanggaan daerah dan kebanggaan segenap keluarga besar Kementerian Keuangan di Provinsi Papua Barat. GKN Manokwari dibangun di atas areal tanah seluas ±15.000 m2 dengan luas bangunan mencapai ±7.300 m2 di jantung pemerintahan Provinsi Papua Barat yaitu di Kompleks Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Barat di Arfai, Kabupaten Manokwari.
GKN Manokwari dibangun sejak tahun 2012 sampai tahun 2018, dan sempat terhenti di tahun 2014-2016. Proses panjang pembangunannya dengan cerita dibaliknya melampaui masa jabatan beberapa pejabat:
- Menteri Keuangan : Agus Matowardoyo (2012-2013, Muhammad Chatib Basri (2013-2014), Bambang Brodjonegoro (2014-2016), dan Sri Mulyani Indrawati (2016-s.d. peresmian)
- Gubernur Papua Barat : Abraham Octavianus Atuturi (2012-2017) dan Dominggus Mandacan (2017 – peresmian)
- Kanwil DJPb Papua Barat : Midden Sihombing (2014-2017) dan Muhdi (2017- peresmian)
GKN Manokwari memiliki 4 lantai dengan kapasitas ruangan yang memadai untuk digunakan berbagai instansi vertikal lingkup Kementerian Keuangan di Provinsi Papua Barat dalam melayani para stakeholders-nya. Memperhatikan tugas dan fungsi masing-masing unit vertikal Kemenkeu, tidak semua unit tersebut dapat berkantor di GKN Manokwari, saat ini GKN Manokwari dapat mengakomodir 4 unit kantor vertikal Kemenkeu yang akan digunakan oleh 3 unit instansi vertikal lingkup Kementerian Keuangan yaitu Kanwil DJPb Provinsi Papua Barat, KPPN Tipe AI Manokwari, dan KPP Pratama Manokwari. Dalam waktu dekat ini LPSE Kementerian Keuangan Tim Pelaksana Wilayah Papua Barat dan ULP Daerah Kementerian Keuangan Provinsi Papua Barat juga akan bergabung menempati GKN Manokwari.
Untuk operasional sehari-hari, GKN Manokwari didukung listrik dengan kapasitas sebesar 555.000 VA dengan dilengkapi genset berkapasitas 650.000 VA. Untuk kenyamanan para stakeholders, GKN Manokwari dilengkapi pula dengan fasilitas parkir yang dapat menampung ±50 kendaraan roda empat dan ±100 kendaraan roda dua, dengan penataan landscape yang indah dan asri mengikuti kultur tanah yang berbukit. Berbagai fasilitas dan kemudahan yang tersedia di GKN Manokwari diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh masing-masing instansi vertikal Kementerian Keuangan kepada para stakeholders-nya. 
Selesainya pembangunan GKN Manokwari di tahun 2018 ini, tidak membuat para pengelola GKN Manokwari cepat berpuas diri. Ke depannya masih banyak yang harus dilakukan dan dicapai sehingga GKN Manokwari dapat berfungsi optimal dan menjadi gedung yang nyaman bagi para instansi vertikal lingkup Kementerian Keuangan dalam melayani para stakeholders-nya.
Operasionalisasi GKN Manokwari harus dikawal oleh SDM-SDM yang handal di bidangnya, sehingga setiap permohonan/keluhan dari stakeholders GKN Manokwari (dhi. masing-masing instansi yang berkantor di GKN Manokwari) dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat. Berbagai fasilitas yang disediakan oleh GKN Manokwari harus dapat di-maintain dan dipelihara dengan baik, dan hal ini tentunya membutuhkan komitmen bagi kita semua sebagai sesama pengguna GKN Manokwari untuk dapat terus menjaganya dan bertanggung jawab atas segala aset GKN yang berada di bawah penguasaan kita masing-masing.






