Memasuki penghujung Triwulan I Tahun 2026, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama seluruh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di bawah koordinasinya menunjukkan tren kinerja yang sangat positif. Melalui forum Dialog Kinerja dan Risiko Organisasi (DKRO) yang digelar secara hybrid, Kanwil DJPb Sultra memproyeksikan Nilai Kinerja Organisasi (NKO) menembus angka 118,75. Sejalan dengan itu, keempat KPPN (Kendari, Kolaka, Raha, dan Baubau) secara konsisten memproyeksikan NKO di atas angka 117.
Capaian ini ditopang oleh penguasaan optimal atas berbagai Indikator Kinerja Utama (IKU). Sejumlah indikator berhasil diraih dengan nilai sempurna, mulai dari Indeks Kualitas Laporan Government Finance Statistic (GFS), Indeks Kualitas Analisis Keuangan BUN, hingga Indeks Kualitas Pengelolaan Keuangan, BMN, Pengadaan, dan Arsip. Pencapaian ini menjadi bukti nyata atas tingginya kedisiplinan dan ketepatan waktu dalam setiap proses administrasi keuangan negara di tingkat daerah.
Di balik capaian gemilang tersebut, DKRO menjadi forum strategis untuk mengidentifikasi titik kritis yang perlu dijaga hingga akhir tahun. Perhatian utama difokuskan pada Indeks Kualitas Nilai IKPA K/L yang diproyeksikan mencapai 3,75. Kanwil DJPb bersama jajaran KPPN akan terus mengawal satuan kerja, khususnya yang memiliki nilai IKPA di bawah standar 89, untuk memastikan perekaman capaian output tuntas sebelum batas waktu final di akhir April. Selain itu, inovasi daerah seperti WAKATOBI dan NGOPI ASIK akan terus dioptimalkan untuk menekan deviasi Halaman III DIPA.
Komitmen Kanwil DJPb tidak berhenti pada penguatan kinerja internal. Melalui IKU Efektivitas Pelaksanaan Anggaran Pusat dan Daerah, jajaran DJPb Sultra turut mengambil peran aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Pendampingan kepada pemerintah daerah terus digencarkan untuk mengoptimalkan realisasi belanja APBD, dengan sasaran utama menekan angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) serendah mungkin agar dana negara benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam arahannya pada forum DKRO, Kepala Kanwil DJPb Sulawesi Tenggara, Iman Widhiyanto, memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran sekaligus menekankan pentingnya fleksibilitas di tengah kebijakan efisiensi belanja yang sedang berjalan, termasuk penyesuaian anggaran perjalanan dinas. Meski terdapat penyesuaian pagu, target penyerapan anggaran pada Triwulan II tetap dipasang optimistis di angka 50%. Beliau juga menginstruksikan seluruh bidang untuk memahami secara mendalam formula setiap IKU, mempercepat transformasi digital layanan melalui pemanfaatan KKP dan CMS, serta senantiasa menjaga kesehatan dan kebugaran pegawai sebagai fondasi utama produktivitas kerja.
Dengan sinergi yang semakin solid dan strategi mitigasi risiko yang telah terformulasi dengan baik, Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Tenggara melangkah optimis untuk mempertahankan momentum positif ini dan mencetak predikat kinerja terbaik di penghujung Tahun Anggaran 2026.



