KPPN Balikpapan sebagai kantor vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan di daerah yang bertugas sebagai Bendahara Umum Negara (BUN) memiliki tugas diantaranya memberikan informasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan APBN dan dampaknya terhadap perekonomian, sekaligus mengedukasi masyarakat untuk bersama-sama mengawal keuangan negara.
Sampai dengan 31 Juli 2025, KPPN Balikpapan telah menyalurkan belanja pemerintah pusat sebesar Rp5.854.364.874.769,- dan realisasi transfer ke daerah sebesar Rp 3.034.019.730.206.-. Realisasi pengeluaran negara mengalami peningkatan persentasi sebesar 17,88% year on year (YoY) bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan persentasi ini dikarenakan adanya penurunan pagu belanja yang signifikan yang dikelola KPPN Balikpapan dan adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Realisasi atas belanja Pemerintah Pusat dirincikan menjadi empat jenis belanja yakni :
- Pertama, realisasi belanja pegawai mencapai 59,44% atau Rp1.06 triliun dari pagu sebesar Rp1.79 triliun
- Kedua, realisasi belanja barang mencapai 41,58% atau Rp458,6 miliar dari pagu sebesar Rp1.1 triliun
- Ketiga, realisasi belanja modal mencapai 54,72% atau Rp4.33 triliun dari pagu sebesar Rp 7.92 triliun
Sedangkan realisasi belanja TKD digunakan untuk penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, dan DAK Non Fisik, Dana Desa, dan Dana Insentif Fiskal (DIF) dengan rincian sebagai berikut :
- Pertama, realisasi DAU sebesar Rp 720 miliar atau 52% dari pagu sebesar Rp1.38 triliun
- Kedua, realisasi untuk DBH sebesar Rp 1.95 triliun atau 44,56% dari pagu sebesar Rp4.38 triliun
- Ketiga, DAK Fisik belum terdapat realisasi belanja atas pagu sebesar Rp 117 miliar
- Keempat, realisasi BOK Puskesmas sebesar Rp17 miliar atau 38,11% dari pagu sebesar Rp45 miliar Kelima, realisasi Dana Desa sebesar Rp89 miliar atau 57,74% dari jumlah pagu sebesar Rp154 miliar
- Keenam, realisasi insentif fiskal sebesar Rp3,95 miliar atau 50% dari jumlah pagu sebesar Rp7.89 miliar
KPPN Balikpapan berharap penyaluran APBN ini dapat memberikan output dan outcome yang tepat sasaran dan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun daerah. Ayo kita jaga bersama #uangkita !


