Pada hari Rabu, tanggal 11 Februari 2026 KPPN Bandung II menggelar acara stakeholder day tahun 2026 dan keberlanjutan WBBM yang dimulai pukul 08.30 WIB. Acara tersebut diselenggarakan secara hybrid dengan mengundang para KPA, pejabat perbendaharaan dan pengelola keuangan satker mitra kerja KPPN Bandung II di Aula dan secara daring melalui Ms. Teams.
Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan koordinasi, sinergi, pemberian apresiasi, dan peningkatan kinerja pengelolaan anggaran satker tahun 2026. Selain itu juga dalam rangka publikasi pembangunan zona integritas keberlanjutan WBBM pada KPPN Bandung II.

Dalam sambutannya Kepala KPPN Bandung II, Jumiarsih, menyampaikan kinerja APBN Tahun 2025 pada KPPN Bandung II dimana Penerimaan Dalam Negeri yaitu PNBP mengalami penurunan sebesar -4,99% (yoy) dibandingkan dengan tahun 2024. Penerimaan PNBP tahun 2025 sebesar Rp 942,36 milyar dan tahun 2024 sebesar Rp 991,88 milyar. Tidak terdapat penerimaan perpajakan untuk wilayah kerja KPPN Bandung II. Disamping itu Belanja Negara juga mengalami kontraksi sebesar -14,44%. Kontraksi ini terjadi karena adanya penurunan belanja Pemerintah Pusat sebesar -21,44% (yoy), sedangkan Belanja TKD tumbuh 2,15% (yoy). Realisasi Belanja Pemerintah Pusat tahun 2025 mencapai Rp 13,70 triliun atau 95,60% dari pagu sedangkan tahun 2024 mencapai Rp 17,44 triliun atau 96,97% dari pagu. Realisasi Belanja Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2025 mencapai Rp 7,52 triliun atau 97,74% dari pagu sedangkan tahun 2024 mencapai Rp 7,36 triliun atau 98,92% dari pagu.

Dalam rangka peningkatan kinerja tahun 2026, Kepala Kantor juga menyampaikan evaluasi pelaksanaan anggaran tahun 2025. Potret kinerja tersebut terlihat pada Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Tahun 2025 dimana nilai IKPA KPPN Bandung II mencapai 95,98 yang merupakan gabungan dari nilai IKPA seluruh satker mitra KPPN Bandung II yang berjumlah 179 satker. Bila dibandingkan dengan tahun 2024 yang memperoleh nilai 94,62, nilai IKPA KPPN Bandung II tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar 1,36 poin. Indikator IKPA tertinggi tahun 2025 pada indikator capaian output yang memperoleh nilai 100 sedangkan indikator IKPA terendah terdapat pada Deviasi Halaman III DIPA mencapai 85,78.
Pada kesempatan tersebut, Kepala KPPN Bandung II menyampaikan strategi untuk optimalisasi nilai IKPA satker sehingga diharapkan pada tahun 2026 seluruh nilai IKPA satker berada pada kategori Sangat Baik dan Baik serta tidak ada lagi satker yang berada pada kategori nilai IKPA Cukup.
Selanjutnya Jumiarsih menyampaikan program keberlanjutan WBBM pada KPPN Bandung II dimana pada tahun 2026 ini KPPN Bandung II akan dilakukan monev keberlanjutan WBBM. KPPN Bandung II memperoleh predikat WBK tahun 2018 dan predikat WBBM tahun 2022. Predikat WBBM bukanlah garis finish tetapi terus berkelanjutan dalam menjaga integritas, pelayanan publik yang prima, dan membangun budaya melayani. Pilar keberlanjutan program WBBM adalah pemimpin sebagai role model, sistem pelayanan yang serba digital, inovasi yang berkelanjutan, dan pola pikir melayani yang merata pada seluruh pegawai KPPN Bandung II. Dukungan pemangku kepentingan sangat berharga dalam menjaga keberlanjutan program WBBM pada KPPN Bandung II. Dan perlu saya sampaikan Kembali bahwa layanan KPPN, tidak ada biayanya atau gratis, ujar Jumiarsih
Kegiatan Stakeholder Day tahun 2026 juga diwarnai dengan pemberian apresiasi berupa penghargaan atas nilai kinerja terbaik dalam pengelolaan anggaran tahun 2025 berdasarkan empat kategori yaitu nilai IKPA, jumlah transaksi Digipay Satu, Jumlah transaksi Kartu Kredit Pemerintah (KKP), dan jumlah transaksi Cash Management System (CMS).
Kategori nilai IKPA terbaik pagu besar lebih dari Rp 60 milyar diraih oleh satker:
- BRIGIF-15 /KJ DAM III/SLW (344221)
- BEKANGDAM III/SLW (344203)
- DEPOHAR 10 (344865)
Kategori nilai IKPA terbaik pagu sedang (Rp 12 milyar s.d. Rp 60 milyar) diraih oleh satker:
- BADAN PUSAT STATISTIK KAB. BANDUNG (018619)
- POLITEKNIK STIA LAN BANDUNG (662635)
- PENGADILAN TATA USAHA NEGARA BANDUNG (531823)
Kategori nilai IKPA terbaik pagu kecil (kurang dari Rp 12 milyar) diraih oleh satker:
- PENGADILAN AGAMA SOREANG (401957)
- PUSSIMPUR KODIKLATAD (685002)
- MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 CIMAHI KOTA CIMAHI (416412)
Kategori pengguna Kartu Kredit Pemerintah (KKP) terbaik diraih oleh satker:
- PERWAKILAN BPKP PROVINSI JAWA BARAT (450511)
- BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN BANDUNG (432753)
- PELAKSANAAN JALAN NASIONAL WILAYAH IV PROVINSI JAWA BARAT (693867)
Kategori pengguna Cash Management System (CMS) terbaik diraih oleh satker:
- BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG (018602)
- BADAN PUSAT STATISTIK KAB. BANDUNG (018619)
- BADAN PUSAT STATISTIK KAB. BANDUNG
- BARAT (673542)
Kategori pengguna Digipay Satu terbaik diraih oleh satker:
- KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA CIMAHI (650153)
- PERWAKILAN BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL PROVINSI JAWA BARAT (017393)
- BADAN PUSAT STATISTIK KAB. BANDUNG BARAT (673542)
Apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja seluruh satker, bahwa setiap pencapaian merupakan hasil dedikasi dan komitmen.
Dalam rangka meningkatkan transaksi non tunai dan digitalisasi pembayaran APBN melalui mekanisme Uang Persediaan (UP) disampaikan juga materi terkait dengan implementasi Cash Management System (CMS) dan Kartu Kredit Pemerintah (KKP) oleh Pembina Teknis Perbendaharaan Negara Terampil, Muhamad Naufal Ramadhan Hasan. Naufal menyampaikan manfaat penggunaan CMS bagi satker yaitu meminimalisasi penggunaan UP tunai bagi Bendahara Pengeluaran, menambah jumlah saluran pembayaran, mempercepat proses pembayaran, dan mempermudah Bendahara dalam melakukan penyetoran pajak dan PNBP. Sedangkan manfaat penggunaan KKP bagi satker adalah untuk meminimalisir penggunaan uang tunai, meningkatkan keamanan bertransaksi, mengurangi potensi fraud, dan mengurangi cost of fund/idle cash dari penggunaan UP. Satker diharapkan selalu menggunaan CMS dan KKP dalam melalukan transaksi pembayaran dengan mekanisme UP.
Guna pembelajaran bagi satker lain, pada kesempatan tersebut diberikan kesempatan perwakilan satker penerima penghargaan terbaik menyampaikan testimoni sebagai sharing session dalam meningkatkan pengelolaan anggaran yang lebih baik. Tak lupa sebelum sesi berakhir sesi dialog interaktif antara narasumber dan peserta.
Dengan dilaksanakannya Stakeholder Day dan Keberlanjutan WBBM menjadi wadah untuk membangun komunikasi, sinergi, kolabarasi, dan dukungan dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang efektif, transparan, akuntabel, serta bebas dari korupsi dan gratifkasi.



