Bandung, 31 Agustus 2026
Di tengah dinamika perekonomian global dan ketidakpastian geopolitik, APBN terus menjalankan perannya sebagai instrumen stabilisasi ekonomi, perlindungan masyarakat, dan pendorong aktivitas ekonomi. Kinerja APBN pada wilayah kerja KPPN Bandung II sampai dengan 31 Juli 2026 masih menunjukkan perkembangan yang positif, tercermin dari pertumbuhan penerimaan maupun belanja negara dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
KPPN Bandung II sebagai instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan bermitra kerja dengan satuan kerja Kementerian/Lembaga serta Pemerintah Daerah. Berdasarkan data sampai dengan 31 Juli 2026, terdapat 19 Bagian Anggaran yang dikelola pada sisi belanja, termasuk BA BUN 999, sedangkan mitra Pemerintah Daerah penerima Transfer ke Daerah dari KPPN Bandung II adalah Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Kabupaten Bandung.
Sampai dengan 31 Juli 2026, realisasi Penerimaan Dalam Negeri mencapai Rp552,99 M atau 65,90 persen dari pagu/target Rp839,20 M, tumbuh 31,20 persen (yoy). Penerimaan tersebut berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). PNBP Lainnya terealisasi sebesar Rp193,80 M atau 125,42 persen dari target dan tumbuh 48,62 persen (yoy). Sementara Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) mencapai Rp359,20 M atau 52,46 persen dari target, tumbuh 23,40 persen (yoy).
Pada sisi belanja, pagu Belanja Negara tahun 2026 adalah sebesar Rp23,93 T dengan realisasi sampai 31 Juli 2026 sebesar Rp13,48 T atau 56,35 persen dari pagu. Realisasi tersebut meningkat 48,68 persen dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp9,07 T.
Belanja Pemerintah Pusat terealisasi sebesar Rp9,94 T atau 55,10 persen dari pagu Rp18,03 T, tumbuh 91,29 persen (yoy). Realisasi tersebut terdiri atas Belanja Pegawai sebesar Rp6,04 T atau 57,18 persen dari pagu; Belanja Barang sebesar Rp1,80 T atau 44,52 persen; dan Belanja Modal sebesar Rp2,10 T atau 61,12 persen (Tabel 1). Belanja Modal mengalami pertumbuhan paling tinggi, yaitu 256,82 persen (yoy). Tidak terdapat pagu dan realisasi Belanja Bantuan Sosial untuk periode sampai dengan 31 Juli 2026.
Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi sebesar Rp3,55 T atau 60,19 persen dari pagu Rp5,90 T, mengalami penurunan 8,43 persen (yoy). Dana Bagi Hasil terealisasi Rp167,22 M atau 46,29 persen dari pagu; Dana Alokasi Umum Rp2,36 T atau 64,92 persen; Dana Transfer Khusus Rp954,64 M atau 53,26 persen; dan Dana Desa Rp62,60 M atau 62,16 persen. DAK Fisik terealisasi Rp375,00 Jt atau 25,00 persen, sedangkan DAK Nonfisik mencapai Rp954,27 M atau 53,29 persen.
Berdasarkan data Pagu dan Realisasi Belanja per Bagian Anggaran, lima Bagian Anggaran dengan pagu terbesar adalah Kementerian Pertahanan, BA BUN 999, Kementerian Agama, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Perhubungan (Tabel 2). Kinerja realisasi masing-masing perlu dilihat secara proporsional terhadap pagu dan karakteristik belanjanya.
Kinerja APBN tersebut menunjukkan bahwa belanja pemerintah pusat menjadi salah satu penggerak utama akselerasi belanja di wilayah kerja KPPN Bandung II. KPPN Bandung II terus mendorong satuan kerja agar melaksanakan belanja secara tepat waktu, efektif, efisien, dan sesuai ketentuan, khususnya percepatan belanja barang dan belanja modal sehingga manfaat APBN dapat segera dirasakan masyarakat serta memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi di daerah. (*)
Tabel 1 Realisasi Belanja Pemerintah Pusat
s.d. 31 Juli 2026
|
Jenis Belanja |
Pagu 2026 |
Realisasi |
Persentase |
|
Belanja Pegawai |
Rp10,56 T |
Rp6,04 T |
57,18% |
|
Belanja Barang |
Rp4,03 T |
Rp1,80 T |
44,52% |
|
Belanja Modal |
Rp3,44 T |
Rp2,10 T |
61,12% |
|
Belanja Bantuan Sosial |
Rp0,00 Jt |
Rp0,00 Jt |
- |
Tabel 2 Realisasi Belanja Bagian Anggaran dengan Pagu Terbesar
s.d. 31 Juli 2026
|
No |
Bagian Anggaran |
Pagu |
Realisasi |
Persentase |
|
1 |
Kementerian Pertahanan |
Rp5,96 T |
Rp3,44 T |
57,67% |
|
2 |
BA Bendahara Umum Negara |
Rp5,93 T |
Rp3,55 T |
59,88% |
|
3 |
Kementerian Agama |
Rp5,79 T |
Rp2,98 T |
51,48% |
|
4 |
Kementerian Pekerjaan Umum |
Rp5,67 T |
Rp2,66 T |
46,93% |
|
5 |
Kementerian Perhubungan |
Rp731,71 M |
Rp126,24 M |
17,25% |












