Buntok – KPPN Buntok menyelenggarakan kegiatan Press Conference Kinerja APBN Januari 2026 yang dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis Tata Cara Perubahan/Pendaftaran User SAKTI serta Perubahan Mekanisme Data Supplier pada Aplikasi SAKTI pada Jumat (27/02) pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Microsoft Teams dan diikuti oleh para pemangku kepentingan serta satuan kerja di wilayah kerja KPPN Buntok.
Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Kepala KPPN Buntok Bambang Sri Prastyono, Gogo selaku Pelaksana KP2KP Buntok, Muhammad Fiqi Manra selaku PTPN KPPN Buntok, serta Almadhea Shaffira selaku Pelaksana KPPN Buntok. Dalam kesempatan tersebut disampaikan perkembangan kinerja APBN di wilayah kerja KPPN Buntok sekaligus pemaparan teknis terkait tata cara perubahan atau pendaftaran user pada aplikasi SAKTI serta perubahan mekanisme pengelolaan data supplier.

Berdasarkan pemaparan kinerja APBN sampai dengan 31 Januari 2026, total pendapatan negara dan hibah tercatat sebesar Rp76,93 miliar atau mengalami kontraksi sebesar 5,76 persen secara year on year (YoY). Penerimaan perpajakan mencapai Rp75,51 miliar dengan pertumbuhan minus 4,63 persen YoY, yang terdiri dari penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp3,73 miliar, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp35,44 miliar, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp6,52 miliar, serta pajak lainnya sebesar Rp29,82 miliar. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp1,42 miliar.
Di sisi belanja negara, realisasi hingga akhir Januari 2026 mencapai Rp534,61 miliar atau sekitar 11 persen dari pagu anggaran. Realisasi Belanja Pemerintah Pusat tercatat sebesar Rp20,79 miliar yang terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp15,55 miliar, belanja barang sebesar Rp4,93 miliar, dan belanja modal sebesar Rp0,32 miliar. Sementara itu, penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) mencapai Rp513,81 miliar atau sekitar 12 persen dari pagu, dengan komponen utama berupa Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), serta Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik.
Selain itu, dalam pemaparan juga disampaikan perkembangan penerimaan pajak di wilayah kerja KPP Pratama Muara Teweh yang mencatatkan penerimaan netto sebesar Rp76,14 miliar sampai dengan 31 Januari 2026. Beberapa sektor usaha menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, khususnya sektor administrasi pemerintahan serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menjadi kontributor dominan terhadap penerimaan pajak di wilayah tersebut.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta kompetensi dalam menjalankan tugas perbendaharaan, khususnya dalam pengelolaan aplikasi SAKTI dan pengelolaan data supplier. Peningkatan pemahaman tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pengelolaan keuangan negara yang akuntabel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
KPPN Buntok juga terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pemangku kepentingan serta mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Semangat BUNTOK yaitu Bersih, Unggul, Transparan, Optimal, dan Kesempurnaan terus diimplementasikan sebagai wujud nyata pelayanan publik yang profesional dan berintegritas.
(KPPN Buntok)