Pada semester I tahun 2020 lalu, KPPN Lahat telah melaksanakan survei baseline terhadap 2 (dua) orang debitur dari penyalur PT. Pegadaian Cabang Lahat. Survei baseline dilakukan pada awal periode pinjaman. Adapun sebagai tindak lanjut dari survei tersebut, dilakukan survei endline untuk mengukur perubahan Nilai Keekonomian Debitur (NKD) pada akhir masa pinjaman atau setelah pinjaman lunas.
KPPN Lahat melakukan koordinasi dengan penyalur yaitu PT. Pegadaian untuk dilakukan pendampingan dalam hal melakukan monev. Monev dilakukan pada hari Selasa, 23 Maret 2021 terhadap dua debitur yang berlokasi di wilayah Kabupaten Lahat dengan melakukan wawancara dan observasi pada lokasi usaha dan tempat tinggal debitur.
Dari survei yang dilakukan, terlihat adanya perubahan nilai keekonomian debitur. Pengukuran dampak pembiayaan UMi dapat dilakukan dengan melakukan perbandingan terhadap responden yang telah disurvei baseline pada awal masa pinjaman dan survei endline pada akhir masa pinjaman.
Perbandingan nilai keekonomian debitur pada survei baseline dan endline pada dua orang debitur dapat dilihat pada grafik sebagai berikut.

Dari grafik di atas, dapat diketahui rata-rata NKD mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan bahwa terdapat satu debitur yang mengalami peningkatan usaha, sedangkan satu debitur lainnya memiliki NKD yang sama dengan NKD pada survei baseline. Namun berdasarkan survei yang dilakukan, diperoleh informasi bahwa terdapat penurunan pada omset usaha salah seorang debitur meskipun tidak berpengaruh pada nilai keekonomian debitur karena penurunannya tidak terlalu signifikan.
Hasil monev UMi ini akan dituangkan dalam bentuk Laporan Monitoring dan Evaluasi Pembiayaan Ultra Mikro yang dibuat secara semesteran. Melalui monev ini agar dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah terkait dengan penyaluran pembiayaan UMi kedepannya. Dengan adanya pembiayaan UMi, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui para pelaku UMKM.
(npa/kppnlahat)

