
Reposted from @ditjenperbendaharaan Penggabungan ketiga bank syariah milik pemerintah yaitu Mandiri Syariah, BRI Syariah, dan BNI Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan sebuah langkah besar. Oleh karenanya, risiko-risiko yang mungkin muncul dalam prosesnya harus dijaga dan diperhatikan. Demikian diungkapkan oleh Dirjen Perbendaharaan Hadiyanto dalam kegiatan Pertemuan Koordinasi Kerja Sama Pemerintah dengan BSI di Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan, Kamis (22/04).
"Kami mengucapkan selamat atas proses merger yang relatif lancar dan mendapatkan support dari publik. Pemerintah pun terus mendorong ekonomi syariah apalagi mengingat kita adalah negara dengan penduduk muslim yang besar. Kemudian dengan adanya proses merger tiga bank, kami ingin memastikan keandalan sistem tidak disrupted. Perlu kedisiplinan dalam prosesnya agar kredibilitas tetap terjaga," tegas Hadiyanto.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama BSI Hery Gunardi yang didampingi oleh Wakil Dirut 1 Ngatari, Direktur Sales & Distribution Anton Sukarna, serta para Kepala Divisi menjelaskan proses merger dan program kerja sama eksisting maupun yang akan dilaksanakan dengan Kementerian Keuangan khususnya Ditjen Perbendaharaan.
"Proses legal merger sudah dijalankan 1 Februari 2021 lalu, di-follow up dengan operational merger, migrasi sistem bertahap hingga awal November 2021 semua sudah terintegrasi. Sebagai bank persepsi dan penyalur gaji, kami telah mengajukan izin dan sedang melengkapi persyaratan, ditargetkan paling lambat 1 November 2021 grand launching. Adapun untuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2021 proyeksi pengelolaan total sekitar Rp27,5 triliun. Ke depannya, kami mohon support Ditjen Perbendaharaan," jelas Hery.

Pertemuan yang juga diikuti oleh Direktur Pengelolaan Kas Negara Didyk Choiroel, Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan Saiful Islam, dan beberapa Kasubdit ini juga membahas Penempatan Dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta penerapan Qonun Bank Syariah dan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) di Aceh.
#DJPbHANDAL
#BankSyariahIndonesia