Mulai tahun 2022, Seluruh Satuan Kerja Pemerintah Pusat akan beralih menggunakan aplikasi SAKTI. Dalam peralihan menuju penggunaan SAKTI, maka diperlukan berbagai langkah persiapan agar proses peralihan tersebut berjalan dengan lancar. Salah satu bentuk persiapan peralihan ke aplikasi SAKTI secara penuh yaitu melakukan migrasi saldo awal. Migrasi saldo awal merupakan langkah awal implementasi SAKTI untuk kelompok Modul Pelaporan (Persediaan, Aset Tetap dan ATB, Data Akun Neraca). Migrasi saldo awal wajib dilakukan oleh semua Satuan Kerja yang mempunyai saldo persediaan dan/atau aset tetap dan/atau ATB dan/atau data akun neraca per 31 Desember 2021.
Adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Satuan Kerja dalam melakukan migrasi saldo awal, di antaranya:
- Mempunyai saldo persediaan dan/atau aset tetap dan/atau ATB dan/atau data akun neraca per 31 Desember 2021
- Satuan Kerja harus mempunyai user (Aktif)
- Data yag akan dimigrasikan wajar atau normal.
Lalu, data apa saja yang akan dimigrasi? Dapat dilihat data-data yang akan dimigrasi ke aplikasi SAKTI pada gambar di bawah.

Bagaimana migrasi saldo awal dilakukan? Migrasi tersebut dimulai dari tahap persiapan, sebagai berikut:
- Satuan Kerja memastikan kesiapan user SAKTI Pelaporan (User Operator, Validator, dan Approval).
- Satuan Kerja memastikan kesiapan data yang akan dimigrasi (Data normal/wajar) di mana dapat dilakukan menggunakan mekanisme K3 (Kertas Kerja Konfirmasi).
Setelah tahap persiapan sudah dilaksanakan dengan baik, kemudian migrasi saldo awal akan dilakukan secara terpusat by aplikasi. Satuan Kerja dapat melakukan monitoring, verifikasi, dan proses finalisasi apabila data sudah benar.














