Mengenal Sekolah Rakyat
(Oleh: Kevin Julio P Panjaitan, Pembina Teknis Perbendaharaan Negara Terampil,
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tipe A1 Medan)
Dalam tantangan global Pendidikan tetap menjadi pintu utama dalam peningkatan kemampuan SDM dan peningkatan taraf hidup di masa depan. Namun dalam memberikan Pendidikan yang terbaik negara masih menghadapi banyak tantangan. Berdasarkan data statistik pada tahun ajaran 2023/2024 masih terdapat angka putus sekolah yang meningkat dibandingkan pada tahun ajaran 2022/2023, di mana angka putus sekolah untuk jenjang SD pada tahun ajaran 2022/2023 adalah 0,17% sedangkan pada tahun ajaran 2023/2024 adalah 0,19%, untuk jenjang SMP pada tahun ajaran 2022/2023 adalah 0,14% sedangkan pada tahun ajaran 2023/2024 adalah 0,18%, dan untuk SMA SD pada tahun ajaran 2022/2023 adalah 0,23% sedangkan pada tahun ajaran 2023/2024 adalah 0,28%. Ini merupakan hal utama yang sedang dicoba untuk ditingkatkan lagi pada Kabinet Merah Putih.
Dalam Pelaksanaan Kabinet Merah Putih melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dibentuklah Sekolah Rakyat guna mendukung peningkatan angka partisipasi sekolah dan peningkatan Pendidikan bagi Masyarakat miskin dan Masyarakat miskin ekstrem. Sekolah Rakyat merupakan Program Nasional yang ditujukan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, yang dimulai dari jenjang SD hingga SMA. Sekolah Rakyat dilaksanakan dengan sistem sekolah berbasis asrama. Tentu dengan pelaksanaan Program Nasional ini membutuhkan dana yang cukup signifikan. Sekolah Rakyat secara besar didanai oleh APBN. Pada APBN Tahun Anggaran 2025 Sekolah Rakyat mengambil porsi sebesar Rp7 Triliun dan diestimasikan pada RAPBN Tahun Anggaran 2026 mengambil porsi sebesar Rp24,9 Triliun.
Pelaksanaan Sekolah Rakyat pada Provinsi Sumatra Utara untuk saat ini dilaksanakan di beberapa lokasi, yaitu Sentra Bahagia di Kota Medan, Sentra Insyaf di Deli Serdang, Gedung milik Universitas Islam Neger Sumatra Utara di Tebing Tinggi, dan SMKN Pertanian di Padang Sidempuan. Guna mendukung berjalannya pembelajaran dan peningkatan fasilitas yang ada, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara melaksanakan renovasi dan peningkatan fasilitas Sekolah Rakyat di Sumatra Utara. Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp9.956.056.000,00 guna mendukung pelaksanaan program Prioritas Nasional tersebut dan sebesar Rp3.793.736.000,00 sudah didaftarkan Kontrak dengan total 10 Kontrak. Dari pelaporan yang diberikan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara seluruh renovasi tersebut telah selesai dan saat ini sedang dalam tahap proses penyelesaian dokumen untuk pencairan anggaran. Ke depannya direncanakan akan dibangun sekolah utama untuk Sekolah Rakyat di kota Medan yang akan direncakan pembangunannya di Tahun Anggaran 2026. Pagu Anggaran untuk Pembangunan dan peningkatan fasilitas Sekolah Rakyat pada tahun anggaran 2026 masih belum ada dikarenakan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2026 belum disahkan.
Program Prioritas Nasional ini merupakan harapan baru bagi peningkatan mutu Pendidikan negara kita. Kita semua berharap pelaksanaan program ini dapat berjalan dengan lancar dan semoga pelaksanaan anggarannya dapat dilakukan dengan baik. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Medan I (KPPN Medan I) selaku Kuasa Bendahara Umum Negara dan mitra bagi Kementerian teknis terkait pelaksanaan program ini terus mendukung dan mengawal dalam pelaksanaan program ini terutama dalam hal pelaksanaan anggaran. Kiranya program ini dapat terus bertahan dan memeberikan semangat baru demi menyambut Indonesia Emas 2045.


