Dalam rangka menghadapi pelaksanaan anggaran akhiir tahun 2024, InTress KPPN Padang Sidempuan menyelenggarakan sosialisasi pada Hari Rabu, 9 Oktober 2024 di Aula KPPN Padang Sidempuan dengan agenda:
- Sosialisasi PER-13/PB/2024 tentang Langkah-Langkah Dalam Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2024,
- Sharing Session Data Analytics-Analisis Ekonomi Bersama Local Expert
- Press Release APBN
- Evaluasi Pelaksanaan Anggaran
- Pemberdayaan UMKM
Kegiatan yang mengundang seluruh Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen dari seluruh satuan kerja lingkup KPPN Padang Sidempuan ini, diselenggarakan dalam rangka memberikan informasi mengenai langkah-langkah dalam menghadapi akhir tahun anggaran 2024, meningkatkan sinergi KPPN dengan satker mitra kerja, mempublikasikan berita realisasi anggaran s.d. bulan September 2024 dan hasil evaluasi atas pelaksanaan anggaran s.d. bulan Oktober 2024, menambah wawasan pengetahuan terkait data analytic ekonomi regional, serta merangkul dan mendukung para UMKM untuk meningkatkan produktivitas. Acara dibuka oleh Ibu Ismaini Fitri selaku pembawa acara yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Saudara Mhd. Rinaldi. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kementerian Keuangan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala KPPN Padang Sidempuan, Bapak IENG. Pada kesempatan tersebut, beliau menyapa para tamu undangan dan mengucapkan terima kasih kepada para peerwakilan satker yang telah menghadiri kegiatan ini.

Saudara Urip Sanyoto, PTPN/CSO KPPN Padang Sidempuan, menyampaikan materi pertama terkait PER-13/PB/2024 tentang Langkah-Langkah Dalam Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2024 mencakup ketentuan umum, penerimaan dan pengeluaran negara, pengelolaan kas, akuntansi dan pelaporan, percepatan pelaksanaan anggaran tahun 2025, pengajuan di luar batas waktu serta sanksi, ketentuan lain, dan penutup. Ketentuan mengenai batas-batas waktu perlu menjadi perhatian seluruh satker di bulan Oktober, November, Desember 2024, serta Januari 2025. Materi dilanjutkan dengan sharing session data analytics dengan mengundang narasumber Bapak Prima Candra Barus, SST selaku Ketua Tim Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Padang Lawas. Beliau menyampaikan pokok bahawan terkait deflasi yang terjadi di Kabupaten Padang Lawas tahun 2024, dimana deflasi disebabkan oleh peningkatan pasokan di pasar dan penurunan daya beli masyarakat. Beberapa indikator seperti penjualan mobil, PMI, dan jumlah kelas menengah juga dibahas untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kondisi ekonomi saat ini. Tingkat deflasi m to m bulan September 204 sebesar 0,47 persen dan tingkat inflasi year to date Kota Padangsidimpuan bulan September sebesar 1,25%. Komoditas yang dominan emberikan andil/sumbangan inflasi m to m tersebut antara lain uang sekolah SMA, beras, emas perbankan, ikan sereal, jeruk, mainan anak, bensin, blus wanita, cabai rawit, pepaya, dan belut. Adapun komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain bawang merah, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, cabai merah, ikan sale/salai, tomat, rimbang/tekokak, petai, jeruk nipis/limau, daun bawang, telur ayam ras, jahe, kentang, jengkol, salak, cat tembok, shampoo, dan gula pasir. Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada September 2024 mengalami persentase penurunan perubahan di beberapa subsektor seperti tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan yang menunjukkan variasi dallam indeksnya. PMI Manufaktur Indonesia di bawah 50 menjelaskan terjadinya kontraksi yang merupakan indikasi adanya proteksi yang dilakukan pengusaha dengan menurunkan produksinya sehingga menurunkan biaya produksi yang juga dengan melakukan PHK. Fasilitas kredit yang belum ditarik oleh nasabah (kredit menganggur/Undisbursed Loan) terus mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa pengusaha menahan diri untuk menarik kredit yang sudah disetujui oleh bank.

Materi selanjutnya mengenai Press Release APBN s.d. September 2024 disampaikan oleh Bapak IENG, Kepala KPPN Padang Sidempuan. Beliau menyampaikan bahwa total penyerapan anggaran belanja K/L s.d. September 2024 adalah Rp899,92 Miliar atau sebesar 66,30 % dari total pagu sebesar Rp1.357,35 Miliar. Total penyerapan belanja transfer ke daerah s.d. Septembre 2024 adalah sebesar Rp4.470,02 Miliar atau sekitar 76,09% dari total pagu sebesar Rp5.874,65 Miliar. Penyaluran Ultra Mikro (UMi) periode Januari s.d Septemmber 2024 yaitu sebesar Rp633,06 Miliar dengan total 10.891 debitur. Selanjutnya Bapak IENG juga menyampaikan terkait Evaluasi Pelaksanaan Anggaran (EPA) s.d. Oktober 2024 yakni terkait nilai penyerapan anggaran seluruh satker pada setiap triwulan di tahun 2024 terus mengalami peningkatan. Penyerapan anggaran s.d bulan Oktober 2024 mengalami penurunan dari tahun 2023, dengan realisasi di 2024 sebesar 72,25% dan 2023 sebesar 79,32%. Nilai RPD Halaman III DIPA Kuasa BUN Triwulan III 2024 sebesar 12,96 mengalami penurunan dari Triwulan II 2024 dengan nilai 13,32. Nilai IKPA Kuasa BUN Triwulan III 2024 yaitu sebesar 97,08 mengalami penurunan dari Triwulan II 2024 dengan nilai 97,31. Di Triwulan III 2024 sebanyak 14 satker meraih nilai IKPA sempurna, mengalami penurunan dari Triwulan II 2024 yaitu sebanyak 21 satker.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan pemberdayaan UMKM dengan mengundang beberapa UMKM lokal binaan KPPN Padang Sidempuan sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan perekonomian di daerah dan mendukung UMKM lokal. Melalui kegiatan ini, diharapkan satuan kerja dapat mengimplementasikan dan mulai membuat strategi dan langkah-langkah dalam menghadapi akhir tahun anggaran 2024 sehingga satker akan lebih berhati-hati dalam merealisasikan anggaran karena ada target penyerapan yang harus ditepati.



