
Menjaga integritas dan lingkungan itulah tema Capacity Building KPPN Surabaya I Periode Triwulan I Tahun 2025 pada hari Jum’at tanggal 28 Februari 2025 bertempat di Museum H.O.S Tjokroaminoto, Jl. Peneleh Gg. VII No. 29-31, Peneleh, Kec. Genteng, Surabaya.
Menjelajah Museum banyak pelajaran dan hikmah yang didapat. H.O.S Tjokroaminoto merupakan Pahlawan Pergerakan Nasional Indonesia dan Pemimpin Organisasi Sarekat Islam (SI). Beliau lahir di Tegal Sari, Ponorogo, Jawa Timur pada 16 Agustus 1882 dan meninggal pada 17 Desember 1934 di Yogyakarta, anak kedua dari dua belas bersaudara. Ayahnya yaitu R.M. Tjocroamiseno merupakan salah satu pejabat pemerintah pada saat itu. Sang kakek yang bernama R.M. Adipati Tjokronegoro pernah menjabat sebagai Bupati Ponorogo. Ia merupakan salah satu tokoh Pergerakan Nasional yang gigih. Ia juga memiliki beberapa murid diantaranya Soekarno, Musso, dan Kartosuwiryo. Bahkan rumah Beliau menjadi kosnya Soekarno saat menempuh pendidikan tingkat atas.
Dalam museum kita baca biografi dan sejarahnya, Kita menjadi lebih mengetahui H.O.S Tjokroaminoto adalah pemimpin yang baik, bekerja keras memperjuangkan penegakan hak-hak manusia dan kehidupan masyarakat. Perjuangan ini dilakukan sekitar tahun 1912 hingga 1916, dan di akhir tahun tersebut Dewan Rakyat dibentuk. Ia pun mengungkapkan beberapa gagasan penting, salah satunya adalah pembentukan pemerintahan sendiri. Puncaknya muncul mosi H.O.S Tjokroaminoto pada 25 November 1918. Inti dari mosi tersebut yaitu meminta kepada Belanda agar mereka mau mendirikan parlemen yang berisi anggota pilihan rakyat.
Hanya saja, tuntutan tersebut dinilai tidak masuk akal. H.O.S Tjokroaminoto adalah tokoh besar yang menjadi inspirasi bagi banyak tokoh muda yang juga punya visi yang sama dalam Pergerakan Nasional. Beliau dikenal sebagai sosok yang pandai bertutur kata dan suka melempar kritikan pedas kepada pemerintah Belanda yang dianggap sewenang-wenang. Karena usaha yang dilakukannya dan juga diduga terlibat dalam usaha penggulingan pemerintah Belanda, pada tahun 1920 ia dimasukkan ke dalam penjara.
Kata-Kata H.O.S Tjokroaminoto yang fenomenal adalah “Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator. Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat”.

“Gerakan efisiensi tidak harus melarutkan kita untuk tidak berkreasi dan beraktifitas. Kegiatan-kegiatan seperti capacity building bisa dikemas dengan sesederhana mungkin. Tidak harus mengeluarkan anggaran yang banyak. Dengan gotong royong dan patungan kegiatan bisa dilaksanakan dengan baik. Substansi dan urgensinya bisa dirasakan bersama,” pesan Kepala KPPN Surabaya I ‘Yoyok Yulianto’.
Meraih kesuksesan untuk tujuan yang telah dicanangkan membutuhkan kekompakan dan kebersamaan. Kebersamaan merupakan energi besar dalam mewujudkan visi dan misi organisasi. Segala tantangan dan hambatan bisa diselesaikan dengan mudah apabila ada sinergi yang kokoh diantara pegawai.
Kegiatan kebersamaan semacam ini dimaksudkan untuk melakukan evaluasi kinerja, menyamakan persepsi antar pegawai, meningkatkan kerjasama serta kekompakan para pegawai dalam melaksanakan tugas kedepannya. Jadikan kegiatan ini sebagai ajang untuk dapat bekerja profesional, kreatif, dan inovatif sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik di masa yang akan datang.
Kontributor: Warnoto KPPN Surabaya I


