- Redaksi KPPN
- Artikel
Literasi Keuangan UMKM, Jalan Menuju Naik Kelas
Arti kata literasi adalah kemampuan individu mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup (mengakses, memahami, mengevaluasi, dan mengomunikasikan informasi). Literasi keuangan merupakan kemampuan untuk memahami, mengelola, dan mengambil keputusan terkait aspek keuangan dalam bisnis. Bagi UMKM, literasi keuangan menjadi fondasi penting agar usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Dengan pemahaman yang baik, pelaku UMKM dapat menghindari kesalahan pengelolaan yang sering membuat usaha stagnan.
Salah satu aspek utama literasi keuangan adalah pencatatan keuangan yang rapi. Banyak UMKM masih mencampur keuangan pribadi dengan bisnis, sehingga sulit mengetahui apakah usaha benar-benar menghasilkan keuntungan. Dengan pencatatan sederhana, seperti laporan arus kas, UMKM bisa lebih mudah memantau kondisi keuangan.
Literasi keuangan juga mencakup pemahaman tentang permodalan. UMKM yang ingin naik kelas perlu tahu cara mendapatkan modal yang sehat, baik dari tabungan, pinjaman bank, maupun investor. Pemilihan sumber modal yang tepat akan menentukan keberlanjutan usaha, karena tidak semua bentuk pembiayaan cocok untuk setiap jenis bisnis.
Pengelolaan utang menjadi hal krusial. UMKM yang memiliki literasi keuangan akan lebih bijak dalam mengambil pinjaman, memastikan bahwa cicilan tidak melebihi kemampuan arus kas. Dengan begitu, utang bisa menjadi alat untuk tumbuh, bukan beban yang menjerat.
Literasi keuangan juga membantu UMKM memahami pentingnya menabung dan berinvestasi. Menyisihkan sebagian keuntungan untuk dana darurat atau investasi produktif akan membuat usaha lebih tahan terhadap risiko, seperti penurunan penjualan atau kenaikan harga bahan baku.
Aspek lain yang tak kalah penting adalah pemahaman pajak. UMKM yang tahu dan paham perpajakan akan lebih patuh terhadap regulasi, sekaligus bisa memanfaatkan insentif yang diberikan pemerintah. Hal ini bukan hanya menghindarkan dari sanksi, tetapi juga membuka peluang untuk mendapatkan dukungan program resmi.
Literasi keuangan mendorong UMKM untuk membuat perencanaan jangka panjang. Dengan proyeksi keuangan, pelaku usaha bisa menetapkan target pertumbuhan, memperkirakan kebutuhan modal, dan mengantisipasi tantangan. Perencanaan ini menjadi peta jalan agar usaha bisa naik kelas.
Selain itu, pemahaman keuangan membuat UMKM lebih siap menghadapi digitalisasi. Misalnya, dengan menggunakan aplikasi akuntansi atau sistem pembayaran digital (memakai QRIS dan platform lainnya), UMKM bisa lebih efisien dan transparan. Hal ini meningkatkan kepercayaan konsumen maupun mitra bisnis.
Literasi keuangan juga berperan dalam membangun kepercayaan dengan pihak eksternal. Bank, investor, maupun mitra akan lebih percaya pada UMKM yang memiliki laporan keuangan jelas. Kepercayaan ini membuka akses lebih luas terhadap pembiayaan dan peluang kerja sama.
Tips Praktis Literasi Keuangan untuk UMKM :
- Pisahkan rekening pribadi dan usaha
Buat rekening bank khusus untuk bisnis. Dengan begitu, arus kas usaha tidak tercampur dengan kebutuhan pribadi.
- Gunakan pencatatan sederhana
Catat pemasukan dan pengeluaran harian. Bisa mulai dari buku tulis atau aplikasi gratis seperti Excel atau aplikasi akuntansi UMKM. Format sederhana pencatatan memuat :
- Tanggal
- Keterangan transaksi
- Pemasukan
- Pengeluaran
- Saldo
- Tetapkan persentase alokasi keuntungan
Misalnya:
- 50% untuk operasional
- 30% untuk tabungan/investasi usaha
- 20% untuk dana darurat atau pengembangan produk
- Buat anggaran bulanan
Tentukan batas pengeluaran untuk bahan baku, gaji, dan biaya lain. Anggaran membantu mengendalikan biaya agar tidak membengkak.
- Sediakan dana darurat usaha
Sisihkan minimal 5–10% dari keuntungan untuk dana cadangan. Dana ini bisa dipakai saat penjualan turun atau ada kebutuhan mendesak.
- Pantau arus kas (cash flow)
Pastikan pemasukan lebih besar daripada pengeluaran. Jika arus kas negatif, segera evaluasi harga jual, biaya produksi, atau strategi pemasaran.
- Gunakan teknologi digital
Manfaatkan aplikasi kasir, e-wallet, atau marketplace untuk memudahkan pencatatan transaksi dan memperluas pasar.
- Belajar tentang pajak UMKM
Cari tahu tarif pajak final UMKM (misalnya 0,5% dari omzet untuk usaha tertentu). Dengan patuh pajak, usaha lebih dipercaya dan bisa ikut program pemerintah.
- Evaluasi laporan keuangan secara rutin
Setiap akhir bulan, cek apakah target keuntungan tercapai. Jika tidak, analisis penyebabnya dan buat rencana perbaikan.
- Ikut pelatihan literasi keuangan
Banyak lembaga pemerintah, bank, atau komunitas bisnis yang menyediakan pelatihan gratis. Ini bisa menambah wawasan sekaligus jaringan usaha.
Pada akhirnya, literasi keuangan bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi juga mindset. UMKM yang melek finansial akan lebih disiplin, visioner, dan berani mengambil langkah strategis. Dengan bekal ini, usaha kecil bisa naik kelas menjadi usaha menengah, bahkan besar, yang berdaya saing tinggi.
Catur Febrianto
PTPN KPPN Surabaya II









