Dalam upaya mendorong peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tarakan berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan Sosialisasi Pembiayaan UMKM, termasuk melalui pengenalan program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi).
Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 27 Januari 2026 di Lapangan Bundaran Bandara Juwata, Kota Tarakan, dan merupakan bagian dari rangkaian Festival UMKM Tarakan – Autofest Series 4 Tahun 2026 yang bertujuan memperkuat ekosistem UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan sosialisasi dikemas secara menarik dan edukatif melalui Talkshow Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pelaku usaha ultra mikro mengenai kemudahan akses pembiayaan pemerintah yang inklusif dan berkelanjutan. Acara dipandu oleh MC Arneta, yang menghidupkan suasana sekaligus mengarahkan rangkaian kegiatan dengan tertib dan komunikatif.
Secara garis besar, rangkaian kegiatan sosialisasi pembiayaan UMKM ini meliputi:
-
Pembukaan acara, yang diawali dengan sapaan MC dan doa bersama sebagai bentuk harapan agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.
-
Penampilan Tarian Dayak Kreasi, yang menampilkan kekayaan budaya lokal serta menambah semarak suasana festival UMKM.
-
Sambutan Kepala KPPN Tarakan, Ibu Lely Yalestiarini, yang menegaskan komitmen KPPN Tarakan dalam mendukung pemberdayaan UMKM melalui peran perbendaharaan negara serta pentingnya sinergi antarinstansi dalam memperluas akses pembiayaan.
-
Sambutan Pimpinan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tarakan, Bapak Iwan Razak, yang memaparkan peran PNM sebagai lembaga penyalur pembiayaan UMi sekaligus pendampingan usaha bagi pelaku ultra mikro.
-
Penampilan seni budaya, berupa Tari Melayu Sabda Cinta dan Tarian Karedok Lenca, yang semakin memeriahkan suasana dan menarik perhatian pengunjung festival.
-
Talkshow Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebagai acara inti, yang dimoderatori oleh Bapak Ade Indrawan, Kepala Bidang PA II Kantor Wilayah DJPb Provinsi Kalimantan Utara.
-
Penyampaian materi dan diskusi interaktif bersama para narasumber, yaitu:
-
Bapak Taufan Nurizka Yusanto, Staf Divisi Kerja Sama Pusat Investasi Pemerintah (PIP);
-
Ibu Lely Yalestiarini, Kepala KPPN Tarakan;
-
Bapak Iwan Razak, Pimpinan PT PNM Cabang Tarakan.
-
-
Penutupan acara, yang ditandai dengan pantun penutup penuh semangat dan dilanjutkan dengan Tarian Paris Berantai sebagai simbol kebersamaan dan kolaborasi.
Talkshow Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) menjadi ruang diskusi yang edukatif dan interaktif bagi para pelaku UMKM dan pengunjung Festival UMKM Tarakan. Talkshow ini dimoderatori oleh Bapak Ade Indrawan, Kepala Bidang PA II Kantor Wilayah DJPb Provinsi Kalimantan Utara, yang secara komunikatif mengarahkan diskusi agar mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan pelaku usaha ultra mikro.
Dalam sesi pemaparan, Bapak Taufan Nurizka Yusanto dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menjelaskan secara komprehensif mengenai program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro yang belum terjangkau layanan perbankan. Disampaikan bahwa pembiayaan UMi dirancang untuk memberikan kemudahan akses permodalan dengan persyaratan yang sederhana, sekaligus mendorong inklusi keuangan bagi masyarakat pelaku usaha di lapisan paling dasar.
Selanjutnya, Ibu Lely Yalestiarini, Kepala KPPN Tarakan, menekankan peran strategis KPPN sebagai bagian dari Kementerian Keuangan dalam mengawal kebijakan fiskal agar dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Dalam talkshow tersebut disampaikan bahwa keberadaan pembiayaan UMi merupakan salah satu instrumen penting pemerintah dalam mendukung penguatan UMKM, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa APBN hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. KPPN Tarakan juga terus berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan penyaluran pembiayaan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Sementara itu, Bapak Iwan Razak, Pimpinan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tarakan, memaparkan peran PNM sebagai lembaga penyalur pembiayaan UMi yang tidak hanya berfokus pada penyaluran dana, tetapi juga pada aspek pendampingan dan pemberdayaan usaha. Disampaikan bahwa melalui pendampingan yang berkelanjutan, pelaku usaha ultra mikro diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperbaiki tata kelola sederhana, serta secara bertahap naik kelas menjadi usaha yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Para pengunjung diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan seputar mekanisme pengajuan pembiayaan, pendampingan usaha, hingga strategi pengembangan usaha di tengah dinamika perekonomian. Melalui sesi tanya jawab ini, diharapkan para pelaku UMKM memperoleh pemahaman yang lebih utuh dan praktis mengenai peluang pembiayaan UMi serta langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mengembangkan usahanya.
Talkshow ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga wadah dialog antara pemerintah, lembaga penyalur pembiayaan, dan masyarakat. Dengan adanya diskusi yang terbuka dan aplikatif, pelaksanaan sosialisasi Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) diharapkan mampu mendorong peningkatan literasi keuangan serta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro di Kota Tarakan dan sekitarnya.
Para narasumber menyampaikan informasi mengenai skema Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), mekanisme penyaluran, peran pemerintah dan lembaga penyalur, serta pentingnya pendampingan usaha agar pelaku usaha ultra mikro dapat berkembang dan naik kelas. Diskusi berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme dari para pengunjung festival.
Melalui pelaksanaan sosialisasi pembiayaan UMKM, khususnya Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) ini, KPPN Tarakan berharap semakin banyak pelaku usaha ultra mikro yang memperoleh akses pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi pemerintah dalam mendorong penguatan UMKM sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi daerah.

