- Karya Tulis 2020
- Hits: 987
Duka dan Pengorbanan

Berita Duka
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun
Telah meninggal dunia Slamet Mulyono Kepala Bidang SKKI Kanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung, pada hari Jumat, 24 April 2020, di Rumah Sakit Bakti Timah, Pangkalpinang.
Mohon dimaafkan segala kesalahannya.
Semoga diterima amal ibadahnya dan diampuni segala dosanya.
Aamiin.
Demikian pesan WA yang aku kirim ke Pak Alfiker, Kakanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung atas permintaannya membuatkan pesan pemberitahuan kepada Kantor Pusat DJPb tentang meninggalnya salah seorang pegawai di kantor kami. Berita awal tersebut kami terima dari pegawai yang menemani almarhum di rumah sakit.
Hari itu, Jumat 24 April 2020 bertepatan dengan 1 Ramadhan 1441 Hijriah hari pertama umat muslim melaksanakan puasa. Kami, para pegawai Kanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung terkejut dengan sebuah berita duka atas kepergian salah seorang rekan kami untuk selamanya. Kegiatan rutin di kantor saat itu beralih menjadi kesibukan pengurusan kepulangan jenazah dari Pangkalpinang ke kampung halaman di Pekalongan.
Segera kutelpon istriku, memintanya untuk menemani kedua anak almarhum yang masih menunggu di rumah dinas, sementara ibu mereka sudah berada di rumah sakit. Kebetulan rumah dinas yang kami tempati tidak jauh dari rumah dinas yang ditempati keluarga almarhum. Aku pun menyusul dari kantor, yang lokasinya lebih jauh. Sebagian pegawai juga bergegas menuju ke sana.
Sebagian pegawai kantor lainnya menyusul ke rumah sakit menemani istri almarhum dan mengurus keperluan administrasi, dan sebagian lainnya melaporkan berita duka tersebut ke pengurus RT/RW setempat.
Hari itu ternyata juga merupakan hari terakhir bandara dibuka untuk penerbangan keluar masuk Pangkalpinang. Kebijakan yang sama dilakukan oleh sebagian besar bandara di seluruh Indonesia, akibat semakin meluasnya pandemi covid-19. Sehingga tidak mudah mendapatkan tiket pesawat untuk keluarga almarhum. Selain karena pembelian tiket dilakukan secara mendadak, juga karena hari Jumat atau Senin memang biasanya merupakan puncak arus pekanan penumpang pesawat.
Sampai dengan menjelang waktu keberangkatan pesawat terakhir pada siang hari itu, salah seorang anggota keluarga almarhum masih belum mendapatkan tiket pesawat. Harapan untuk mendapatkan tiket dari pembatalan tiket penumpang lain pun pupus sudah.
Beberapa menit sebelum batas waktu check-in pesawat, rombongan pengantar jenazah almarhum bertemu dengan salah seorang pegawai KPPN Pangkalpinang yang ternyata saat itu juga berencana pulang kampung, dengan penerbangan yang sama. Setelah berdiskusi beberapa saat, Puji Hartoyo, Kasubbag Umum KPPN Pangkalpinang tersebut mengikhlaskan tiketnya untuk digunakan oleh anak almarhum.
Mas Puji, kami biasa memanggilnya demikian. Saat kejadian tersebut sebenarnya sedang menderita sakit maag kronis, telah beberapa kali berobat ke dokter dan belum merasakan kesembuhan. Situasi pandemi covid-19, tinggal berjauhan dari keluarga, dan kabar bahwa atap rumahnya bocor serta saluran toilet mampet sehingga perlu perbaikan mendesak juga menambah beban pikiran. Hal ini membuat kadar asam lambungnya meningkat dalam beberapa hari terakhir, dan sakitnya bertambah parah.
Kepulangannya saat itu, pikirnya adalah kesempatan langka dalam masa pandemi untuk menemui keluarga, dan mengurus perbaikan rumah. Izin dari atasan juga baru diterima pada pagi harinya, ketika atasan dan beberapa rekan kantor menjenguknya di rumah dinas.
Selain itu tujuan utama kepulangannya adalah sebagai penawar sakit maag kronisnya, dengan mengurangi beban pikiran yang selama ini dirasakannya. Jika tidak jadi pulang hari itu, maka entah kapan bisa menemui keluarganya kembali. Informasi tentang jadwal bandara akan dibuka kembali juga belum jelas. Sementara rasa sakit yang diderita tidak kunjung berkurang.
Sempat terasa berat untuk menyerahkan tiket yang sudah dimiliki kepada keluarga almarhum yang tidak begitu dikenalnya. Namun, rasa iba dan harapan mendapatkan yang terbaik dari Yang Maha Kuasa membuat Mas Puji rela berkorban mengalahkan egonya.
- - -
[14.26, 24/4/2020] Teguh Kanwil Babel: Mas Puji, Alloh maha segalanya, maturnuwun mas
[14.30, 24/4/2020] Bu Sasi. Kabid PAPK Babel: Barakallah Pak Puji.. Allah yg paling istimewa dalam membalasnya.. insya Allah. Syafakallah Pak Puji. Laa basa thaahurun.. insya Allah.
[14.38, 24/4/2020] Lis Kartika. Kanwil Babel: Alhamdulillah.. smoga pak puji dberikan pengganti yg lebih dan segera dberi ksmbuhan.. amin.. ?
[14.39, 24/4/2020] Bu Inge . Kabid PPA I Babel: Smoga pak Puji dimudahkan dan cepat sehat kembali
[14.43, 24/4/2020] Suhartono Kanwil Babel: Jazakallahu khoiron katsiro Mas @Puji Hartoyo. KPPN PklPng atas semuanya, insyaAllah balasan-Nya sangat berlipat-lipat di bulan Ramadhan ini.. Syafakallah Mas.. ???
[14.47, 24/4/2020] Bu Esti. Ka KPPN Pangkalpinang: Alhamdulillah Hari pertama bulan puasa Saya melihat indahnya makna ramadhan.
[15.48, 24/4/2020] Pak Alfiker. Kakanwil Babel: Selamat sore Bpk/Ibu dan teman2 semuanya, Sy menyampaikan terima kasih utk pengorbanan dan bantuan serta support yg diberikan dlm pengurusan Jenazah Alm Pak Slamet, dan perhatiannya kpd keluarga Beliau. Khusus kpd Pak Puji, terima kasih yg sangat besar utk keikhlasannya, smg Tuhan memberikan kesembuhan yg sempurna utk Pak Puji. terima kasih yg tak terhingga utk Pak Kabu, Pak Andi, Bu Sasi, Bu Inge, Bu Esti, pak Nazif, Hero, Warwar, Teguh, Kunto, Anam, Hartono, Wahyu, Asep, Bu Astri, Bu Rondang, (maaf tdk dapat sy sebut satu persatu) teman2 staf, n teman2 PPNPN, salam?
Demikian beberapa pesan tertulis yang disampaikan melalui grup WA dari para pegawai Kanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung dan KPPN Pangkalpinang. Pesan khusus untuk Mas Puji atas bantuan dan pengorbanannya, juga doa untuk kesembuhan beliau.
Dua bulan setelah peristiwa itu, terbit nota dinas Sekretaris DJPb nomor ND-1797/PB.1/2020 tanggal 14 Juni 2020 hal Tindak Lanjut Atas Kebijakan Pembatasan Terhadap Pegawai Pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat COVID-19, yang isinya antara lain pemberian punishment terhadap pegawai yang melakukan pelanggaran ketentuan dan reward kepada pegawai yang melaksanakan ketentuan dengan baik. Setiap kantor DJPb diminta mengidentifikasi dan melaporkan setiap pegawai yang layak mendapatkannya. Namun sampai saat ini, belum ada kabar pemberian punishment maupun reward sebagai tindak lanjut dari nota dinas tersebut.
Kami berharap Mas Puji adalah salah seorang pegawai yang mendapatkan pengakuan dan reward dari Kantor Pusat DJPb atas pengorbanannya di masa pandemi ini. Apabila belum terpenuhi harapan kami, sesungguhnya reward dari Yang Maha Kuasa adalah lebih baik dari segalanya.
Nama Penulis: Kunto Aribowo
Kantor: Kanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung
Disclaimer : Tulisan ini merupakan opini pribadi dan tidak mewakili pandangan organisasi





