Kajian Fiskal Regional

Kajian Fiskal Regional (KFR) Tahunan 2018

Perekonomian Jawa Barat tahun 2018 tumbuh sebesar 5,64% (yoy), dan tetap berada di atas angka nasional, sementara PDRB perkapita atas dasar harga berlaku mencapai Rp40,31 juta. Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) merupakan komponen permintaan yang tumbuh paling tinggi yaitu 16,38% sedang dari sisi penawaran adalah Lapangan Usaha Real Estate yang tumbuh 9,64%. Inflasi “year to date” dan “year on year” sebesar 3,54%, yang meski masih berada di atas nasional namun menurun dibanding tahun 2017. Nilai tukar rupiah mengalami depresiasi sebesar 6,05%, atau 5,65% point to point (ptp) dibanding level tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2018, dalam rangka menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan serta mendukung pemulihan ekonomi domestik, Bank Indonesia menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebanyak 6 kali dengan total kenaikan 150 basis poin. Suku bunga acuan BI 7-day (Reverse) Repo Rate pada awaltahun tercatat berada pada level 4,25% dan ditutup pada level 6% di Desember 2018.

Selengkapnya dapat diakses melalui tombol Download.

Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan III Tahun 2018

Perekonomian Jawa Barat pada TW III-2018 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp501,70 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp361,89 triliun.Ekonomi Jawa Barat pada TW III-2018 tumbuh 5,58% (yoy) meningkat jika dibanding TW III-2017 yang tumbuh sebesar 5,20% (yoy) maupun triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,65% % (yoy) dan berada diatas pertumbuhan ekonomi Nasional.

Selengkapnya dapat diakses melalui tombol Download.

Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan II Tahun 2018

Perekonomian Jawa Barat TW II-2017 tumbuh 5,29% (yoy) mengungguli pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh 5,01% (yoy). Sedangkan Inflasi Jawa Barat TW II-2017 tercatat sebesar 4,31% (yoy) mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya namun tetap terkendali dan berada dibawah inflasi nasional. Meskipun pertumbuhan ekonomi Jawa Barat stabil dan tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional namun jumlah kemiskinan secara absolut yang berjumlah 4.168,44 ribu jiwa pada Maret 2017 mengalami peningkatan sekitar 300-an jiwa jika dibandingkan kondisi pada bulan September 2016. Salah satu yang berpengaruh pada tingkat kemiskinan adalah tingginya tingkat pengangguran. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Februari 2017 mencapai 64,60% meningkat 0,17% dibandingkan Februari 2016 dan tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat masih relatif tinggi tercatat sebesar 8,49% pada Februari 2017.

Selengkapnya dapat diakses melalui tombol Download.

Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan I Tahun 2018

Perekonomian Jawa Barat pada triwulan I-2018 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp467,01 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp343,03 triliun.Ekonomi Jawa Barat pada triwulan I-2018 tumbuh 6,02% (yoy) meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017 yang tumbuh sebesar 5,24% (yoy) dan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,32% (yoy) (Grafik I.1).

Selengkapnya dapat diakses melalui tombol Download.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search