Kajian Fiskal Regional

Kajian Fiskal Regional (KFR) Tahunan 2021

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam strategi meningkatkan kualitas iklim usaha dan investasi daerah mengambil langkah melakukan transformasi struktural dari konsumsi ke produksi yakni mengubah struktur pengeluaran dari yang sebelumnya bergantung pada sektor konsumsi rumah tangga dan LNPRT menjadi pengeluaran yang lebih produktif seperti investasi. Struktur perekonomian di Jawa Barat tahun 2021 ditopang sektor lapangan usaha utama yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan sepeda motor, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor konstruksi dan jasa keuangan. Struktur perekonomian tersebut dipengaruhi kondisi geografis Jawa Barat dan adanya bonus demografi yang dimiliki Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk provinsi terbesar dengan jumlah usia produktif (15-64) tahun sebesar 70,68%.

Selengkapnya dapat diakses melalui tombol Download.

Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan III Tahun 2021

Dinamika pandemi Corona Virus Dissease 2019 (Covid-19) hingga Triwulan III 2021 masih mempengaruhi perekonomian Jawa Barat, seiring munculnya varian Delta dengan tingkat penularan yang lebih tinggi dan mengakibatkan peningkatan kasus Covid-19 hingga mencapai puncaknya di bulan Juli 2021. Pemerintah mengimplementasikan kembali kebijakan pembatasan aktivitas dan mobilitas masyarakat melalui penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan level berjenjang sesuai tingkat kasus di masing-masing wilayah yang berdampak terhadap perlambatan roda perekonomian. Namun, implementasi pembatasan aktivitas dan mobilitas telah menunjukkan keberhasilan dalam pengendalian kasus Covid-19 yang ditandai dengan melandainya kasus Covid-19 dan Bed Occupancy Rate (BOR). 

Selengkapnya dapat diakses melalui tombol Download.

 

Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan II Tahun 2021

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat Triwulan II-2021 tumbuh 6,13% (yoy) meningkat signifikan dibanding capaian Triwulan II-2020 yang terkontraksi 5,91%, sedangkan terhadap triwulan sebelumnya meningkat sebesar 1,79% (qtq). Perekonomian Jawa Barat pada Triwulan II-2021 telah menunjukan perbaikan setelah empat triwulan terakhir terkontraksi akibat dampak Pandemi Covid-19. Meskipun masih di bawah pertumbuhan ekonomi Nasional yang tumbuh 7,07% (yoy) namun telah melebihi rentang target RPJMD Jabar 2018-2023 yang ditarget sebesar 3,33%-4,49% untuk tahun 2021. Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat Triwulan II-2021 atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp548,91 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp374,69 triliun.

Selengkapnya dapat diakses melalui tombol Download.

Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan I Tahun 2021

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat Triwulan I-2021 terkontraksi sebesar 0,83% (yoy) menurun dibanding capaian Triwulan I-2020 yang mencapai 2,77%, sedangkan terhadap triwulan sebelumnya meningkat sebesar 0,67% (qtq). Perekonomian Jawa Barat Triwulan I-2021 masih dipengaruhi pandemi Covid-19 dan terkontraksi lebih dalam dibandingkan pertumbuhan ekonomi Nasional yang terkontaksi sebesar 0,74% (yoy) serta berada diluar rentang target RPJMD Jabar 2018-2023 yang ditarget sebesar 3,33% s.d. 4,49% untuk tahun 2021. Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat Triwulan I-2021 atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp535,89 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp368,28 triliun.

Selengkapnya dapat diakses melalui tombol Download.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search