Kajian Fiskal Regional

Kajian Fiskal Regional (KFR) Tahunan 2024

Dalam rangka menggambarkan keberhasilan pembangunan pemerintah daerah diperlukan indikator kinerja yang dapat menggambarkan kinerja utama intansi pemerintah atas tugas dan fungsi yang dijalankan. Beberapa indikator makro pembangunan yang ditetapkan antara lain Indeks Pembangunan Manusia (IPM), laju pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dan Gini Ratio. Indikator tersebut merupakan indikator yang bersifat dampak (impact) yang keberhasilan pencapaiannya ditentukan oleh pelaksanaan program/kegiatan yang bersifat sektoral, regional, dan nasional sehingga diperlukan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Selengkapnya dapat diakses melalui tombol Download.

Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan III Tahun 2024

Di tengah dinamika risiko global, perekonomian di wilayah Jawa Barat tetap terjaga baik. Perkembangan indikator makro ekonomi terkendali yang ditunjukan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat Triwulan III 2024 sebesar 4,91 persen (y-on-y), 0,49 persen (q-to-q), dan 4,93 persen (c-to-c). Besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2024 mencapai Rp 708,47 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 439,08 triliun. Tingkat inflasi pada September 2024 sebesar 2,09 persen (yoy), 1,02 persen (ytod), sedangkan mtom terjadi deflasi sebesar 0,21 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,68. Neraca Perdagangan Jawa Barat September 2024 mengalami surplus dari sisi nilai sebesar USD 2,25 miliar. Nilai tersebut ditunjang oleh surplus komoditi Nonmigas sebesar USD 2,28 miliar, sedangkan komoditi Migas defisit sebesar USD 36,58 juta.

Selengkapnya dapat diakses melalui tombol Download.

Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan II Tahun 2024

RKPD Jawa Barat 2024 berjalan on-track, terbukti dengan tumbuhnya perekonomian Jawa Barat Triwulan II 2024 sebesar 4,95 persen (yoy), meskipun berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,05 persen, menjadi tertinggi kedua di pulau Jawa. Pengeluaran rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar di triwulan II 2024 karena dipengaruhi peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat pada momentum lebaran idul fitri, idul adha, dan liburan sekolah.

Selengkapnya dapat diakses melalui tombol Download.

Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan I Tahun 2024

Prospek ekonomi global masih dibayangi tensi geopolitik. Pertumbuhan ekonomi cenderung melambat dan divergen, dengan tensi geopolitik yang meningkatkan kerentanan rantai pasok, utamanya konflik di Timur Tengah dan perang di Ukraina. Meskipun demikian, sektor perekonomian Jawa Barat triwulan I 2024 tetap mengalami pertumbuhan, yaitu sebesar 4,93 persen (yoy). Tingkat inflasi Maret 2024 masih berada dibawah 5 persen, yaitu sebesar 3,48 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,78. Sementara itu, neraca perdagangan pada Maret 2024 mencatatkan surplus sebesar USD 2,15 miliar dengan nilai ekspor dan impor yang mengalami kenaikan secara m-to-m, masing-masing sebesar USD 3,20 miliar dan USD 1,05 miliar.

Selengkapnya dapat diakses melalui tombol Download.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search