
Surabaya, 15 Agustus 2025 - Ekonomi Jawa Timur terus menunjukkan ketangguhannya. Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat 5,23% year-on-year (yoy), lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 5,12%. Capaian ini diungkapkan dalam Media Briefing yang digelar Kementerian Keuangan Satu Jawa Timur bersama OJK, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan di Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surabaya, Kamis (14/8).
Mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi untuk Menjaga Stabilitas dan Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi dalam Rangka Mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara”, acara ini menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
Belanja Negara Jadi Motor Stimulus
Hingga semester I 2025, realisasi belanja negara di Jawa Timur mencapai Rp60,09 triliun, atau 47,28% dari total APBN Regional. Angka ini terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp18,39 triliun dan transfer ke daerah Rp41,71 triliun.
Percepatan belanja barang dan modal di triwulan II, berkat kebijakan pembukaan blokir anggaran, diharapkan memberi dorongan nyata pada aktivitas ekonomi di Jawa Timur.

Pajak dan Bea Cukai: Tantangan dan Peluang
Pendapatan pajak bruto hingga Juni 2025 sebesar Rp56,36 triliun. Meski secara kumulatif masih tumbuh negatif -5,2% (yoy), ada tren perbaikan sejak April. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar, sementara perdagangan masih tertekan akibat perlambatan ekspor. Tingkat kepatuhan SPT di Jawa Timur relatif tinggi, sekitar 93%.
Sementara itu, penerimaan bea dan cukai menembus Rp66,33 triliun (44,57% target), tumbuh 5,19% (yoy). Peningkatan signifikan terlihat pada bea keluar, yang melonjak hingga 469,5% dipicu tingginya harga CPO dan tarif ekspor kakao. Namun, tantangan peredaran rokok ilegal masih besar. Bea Cukai memperkuat pengawasan sekaligus membentuk Satgas Barang Kena Cukai Ilegal bersama pemerintah daerah.
PNBP Melesat, Ekonomi Terjaga
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Jawa Timur juga menunjukkan kinerja positif, dengan realisasi Rp4,07 triliun atau 76,45% target tahunan. Kontribusi terbesar berasal dari layanan pertanahan, transportasi, hingga jasa kepelabuhan. PNBP Kekayaan Negara dan Lelang tercatat Rp193,78 miliar, tumbuh hampir 75% dibanding tahun lalu.
Dari sisi indikator makro, inflasi Jawa Timur pada Juni 2025 terkendali di angka 2,02% (yoy), lebih rendah dari nasional. Tingkat pengangguran terbuka Februari 2025 turun menjadi 3,61%, dan kemiskinan Maret 2025 tetap di bawah 10%. Gini Ratio juga membaik ke 0,369, tanda ketimpangan semakin menurun.
Program Strategis: MBG dan PKG
Selain capaian fiskal, pemerintah juga memperkuat kualitas sumber daya manusia lewat program prioritas. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menargetkan 8,77 juta penerima di Jawa Timur, dilayani oleh 4.177 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Program ini tidak hanya menyehatkan generasi muda, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui pemanfaatan produk petani dan UMKM.
Di bidang kesehatan, Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) telah melayani 2,66 juta peserta, menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan capaian tertinggi kedua setelah Jawa Tengah.

Gerbang Baru Nusantara
Melalui kombinasi belanja negara yang produktif, penerimaan negara yang solid, dan program strategis yang langsung menyentuh masyarakat, Jawa Timur berhasil menjaga stabilitas sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan.
Sinergi Kementerian Keuangan bersama OJK, Bank Indonesia, dan LPS menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi erat antarinstansi adalah kunci untuk mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.




