
Surabaya, 18 November 2025 – Media Briefing Bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Triwulan IV Tahun 2025 digelar pada Selasa, 18 November 2025 di Mahameru Restaurant, Surabaya. Empat otoritas keuangan—Bank Indonesia, OJK, LPS, dan Kementerian Keuangan—menyampaikan perkembangan ekonomi Jawa Timur, stabilitas sektor keuangan, pasar modal, hingga posisi APBN. Pertemuan ini memperlihatkan bahwa Jawa Timur terus menjadi salah satu pilar ekonomi nasional, dengan kinerja makro yang relatif kuat di tengah ketidakpastian global.
Ekonomi Jawa Timur Tetap Tangguh
Kepala Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menjelaskan bahwa ekonomi Jawa Timur berada dalam kondisi yang stabil. Inflasi tercatat 2,69%, lebih rendah dari inflasi nasional, sementara konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama pertumbuhan dengan porsi lebih dari 60%. Penjualan ritel meningkat terutama pada produk rumah tangga, hobi, dan rekreasi.
Meski ekspor sedikit melambat, komoditas unggulan seperti minyak, kayu, produk kimia, tembakau, kakao, dan hasil laut tetap menunjukkan pertumbuhan positif. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada 2025 akan berada pada kisaran 4,7%–5,5%.
Pasar Modal dan Pembiayaan UMKM Menguat
Kepala OJK Jawa Timur, Yunita Linda Sari, menyampaikan bahwa pasar modal Indonesia menunjukkan tren positif. Sebanyak 58 perusahaan melakukan IPO sepanjang 2025 dengan total dana Rp 15,15 triliun. Jumlah investor reksa dana tumbuh lebih dari 60%, menandakan semakin inklusifnya pasar keuangan. Selain itu, POJK 19/2025 memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM untuk memperkuat sektor usaha kecil di daerah.
Stabilitas Perbankan dan Tantangan Inklusi Keuangan
Kepala LPS Wilayah II, Bambang S. Hidayat, menegaskan komitmen LPS dalam menjaga kepercayaan masyarakat melalui pembayaran klaim penjaminan yang cepat. Total klaim penjaminan yang telah diselesaikan mencapai Rp327 miliar.
LPS juga menyoroti tantangan inklusi keuangan nasional, di mana sekitar 19,9% masyarakat belum memiliki rekening bank. LPS menargetkan peningkatan literasi keuangan di Ponorogo, Tulungagung, dan Pamekasan.

APBN Jawa Timur Surplus, Program Prioritas Berjalan Baik
Kemenkeu Satu Jatim memaparkan perkembangan APBN Jawa Timur hingga Triwulan III 2025. Pendapatan negara mencapai Rp 180,63 triliun, sementara belanja negara Rp92,09 triliun, menghasilkan surplus Rp88,54 triliun. Meski demikian, beberapa jenis pajak mengalami kontraksi akibat pemusatan pembayaran pajak, transisi Coretax, dan penurunan produksi rokok.
Kanwil DJPb Jawa Timur menambahkan bahwa sejumlah program prioritas menunjukkan capaian kuat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 5,26 juta penerima manfaat. Program Koperasi Merah Putih telah membina 3.661 gerai koperasi melalui pendanaan bank-bank Himbara dan BSI. Sementara itu, Sekolah Rakyat telah berkembang hingga 26 sekolah dari target 45.




