
Jember, 5 November 2025 – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Jember. Dalam kunjungan tersebut, beliau didampingi oleh Kepala Bidang PPA I, Wahidin, dan Kepala KPPN Jember, Teguh Irwanto. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kanwil DJPb Jawa Timur dalam memperkuat peran sebagai TREFA yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan keuangan negara, tetapi juga pada dampak sosial dari kebijakan fiskal, khususnya di bidang pendidikan.
Sekolah Rakyat Jember merupakan lembaga pendidikan berasrama bagi sekitar 100 siswa tingkat SD dan SMP yang berasal dari latar belakang kurang beruntung. Sebagian besar siswa merupakan anak putus sekolah, penerima bantuan sosial, atau berasal dari keluarga dengan kondisi sosial ekonomi rentan. Dengan semangat inklusif, sekolah ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak serta pembentukan karakter dalam lingkungan yang positif. Dalam kunjungan tersebut, rombongan Kanwil DJPb Jawa Timur berdialog dengan para pengajar, di antaranya Andika, Dimas, dan Livia, untuk mendengarkan langsung berbagai tantangan yang dihadapi sekolah dalam pengelolaan operasional dan keuangan. Beberapa isu yang disampaikan mencakup keterlambatan pencairan anggaran dari pusat, keterbatasan fasilitas sekolah dan asrama, serta kebutuhan pendampingan psikologis bagi siswa yang memiliki latar belakang sosial kompleks.

Kunjungan ini juga menjadi sarana bagi DJPb untuk memahami lebih dalam pelaksanaan program nasional pemerintah di tingkat akar rumput, terutama dalam memastikan bahwa penyaluran APBN berjalan efektif, akuntabel, dan tepat sasaran. Melalui koordinasi antara Kanwil DJPb, KPPN Jember, dan instansi terkait, diharapkan program Sekolah Rakyat dapat berlangsung lebih lancar. Kepala Kanwil DJPb Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas dedikasi para guru dan pengelola Sekolah Rakyat Jember yang tetap berkomitmen memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di tengah keterbatasan. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pengelolaan keuangan negara tidak hanya berdampak pada efisiensi fiskal, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen DJPb Jawa Timur dalam memperkuat sinergi antara pengelolaan keuangan negara dan pembangunan sosial, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi kemajuan bangsa.




