
Surabaya, 26 November 2025 — Kondisi fiskal Provinsi Jawa Timur pada Triwulan III 2025 menunjukkan tren yang kuat dan berada dalam zona aman. Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Timur mencatat bahwa stabilitas fiskal di wilayah tersebut masih terjaga dengan baik dan bahkan berada di atas rata-rata capaian nasional.
Kepala Kanwil DJPb Jawa Timur, Saiful Islam, dalam agenda ALCo APBN KiTa Regional Jawa Timur, Rabu (26/11), menyampaikan bahwa sejumlah indikator utama fiskal memperlihatkan performa positif, mulai dari penerimaan negara, kualitas belanja pemerintah, hingga stabilitas ekonomi daerah. “Jika melihat indikator yang ada, posisi fiskal Jawa Timur berada di atas rerata nasional,” ujarnya.
Saiful menambahkan, ketahanan fiskal tersebut ditopang oleh pergerakan ekonomi daerah yang tetap dinamis, aktivitas masyarakat yang tinggi, serta peran sektor-sektor strategis yang terus mendorong pertumbuhan.
Menjelang akhir tahun, Kanwil DJPb Jawa Timur bersama Kemenkeu Satu Jawa Timur serta Pemerintah Daerah terus memantau potensi tekanan harga yang biasanya meningkat menjelang masa liburan dan perayaan hari besar. Upaya pengendalian inflasi menjadi prioritas, salah satunya melalui akselerasi realisasi belanja pemerintah.
Pemerintah, lanjut Saiful, mendorong satuan kerja untuk segera mengoptimalkan penggunaan anggaran. “Salah satu langkah pengendalian inflasi adalah percepatan realisasi belanja, khususnya belanja pemerintah. Target kami, realisasi anggaran minimal mencapai 98% pada akhir tahun,” ungkapnya.
Menurutnya, percepatan belanja berperan sebagai instrumen yang efektif untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Belanja yang terserap dengan optimal dapat memperluas konsumsi masyarakat, mendorong aktivitas sektor riil, serta menahan dampak inflasi melalui peningkatan output ekonomi.

“Dengan belanja yang dipercepat, kita berharap ada dorongan positif terhadap pertumbuhan. Seandainya terjadi tekanan inflasi, dampaknya dapat terimbangi oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat,” jelas Saiful.
Pertemuan ALCo APBN KiTA Regional Jawa Timur Triwulan III 2025 ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi regional sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan fiskal di Jawa Timur.
Saiful menutup pernyataannya dengan optimisme. Ia memastikan bahwa kinerja fiskal yang solid akan menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi Jawa Timur dalam menghadapi dinamika nasional dan global di penghujung 2025.




