Gedung Keuangan Negara I, Jalan Indrapura No. 5, Surabaya, Jawa Timur

Press Release APBN Regional Jawa Timur s.d. 30 April 2026

KINERJA FISKAL JAWA TIMUR TETAP SOLID MENOPANG STABILITAS EKONOMI”

Surabaya, 25 Mei 2026 - Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan Press Conference ALCo APBN KiTa Regional Jawa Timur untuk periode realisasi s.d. 30 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, bertempat di Surabaya dan disiarkan secara daring melalui Microsoft Teams pada Senin, 25 Mei 2026 mulai pukul 14.00 WIB s.d. selesai. Acara ini dihadiri oleh Perwakilan Kementerian Keuangan serta Local ExpertKementerian Keuangan Jawa Timur.

  1. Perkembangan Ekonomi Regional Jawa Timur
    1. Perekonomian Jawa Timur pada Triwulan I 2026 tumbuh tinggi sebesar 5,96% (yoy) lebih tinggi dari nasional yang tumbuh 5,61% (yoy). Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tinggi pertumbuhan didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah. Sementara dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan terutama ditopang sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, serta akomodasi dan makan minum.
    2. Inflasi Jawa Timur pada April 2026 sebesar 0,02% (mtm), 2,85% (yoy), dan 1,15% (ytd). Secara bulanan, inflasi dipengaruhi oleh kelompok transportasi akibat berakhirnya kebijakan penurunan harga tiket pesawat pada periode mudik Lebaran. Secara tahunan, inflasi didorong kelompok makanan, minuman dan tembakau, perawatan pribadi, serta transportasi.
    3. Neraca perdagangan secara kumulatif (Jan-Maret 2026) tercatat defisit USD1,24 miliar. Nilai ekspor triwulan I 2026 sebesar USD6,07 miliar turun 1% (yoy) dibanding triwulan I 2025, sedangkan impor naik 4,62% (yoy)menjadi USD7,32 miliar.
    4. Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur bulan April 2026 sebesar 116,46. Nilai Tukar Nelayan (NTN) bulan April 2026 sebesar 101,61. Selama empat bulan pertama tahun 2026, kedua indikator ini menunjukkan perbaikan kinerja dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menunjukkan bahwa daya beli petani dan nelayan tetap terjaga, ditopang kenaikan harga output yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya produksi.
    5. Kondisi ketenagakerjaan Jawa Timur terus menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 turun menjadi 3,55% dari 3,61% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah penduduk bekerja meningkat menjadi 24,25 juta orang atau bertambah 388,04 ribu orang dibanding Februari 2025.

 

  1. Perkembangan Realisasi APBN Regional Jawa Timur

Realisasi Pendapatan Negara sampai dengan 30 April 2026 mencapai Rp86,85 triliun atau 28,76% dari target sebesar Rp301,95 triliun, tumbuh 7,14% (yoy). Pendapatan Negara terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp83,72 triliun atau 28,31% dari target Rp295,71 triliun dan PNBP sebesar Rp3,12 triliun atau 50,10% dari target Rp6,24 triliun. Penerimaan Perpajakan terdiri dari Penerimaan Pajak pada Ditjen Pajak sebesar Rp36,90triliun atau 25,53% dari target Rp144,53 triliun dan penerimaan Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea Cukai sebesar Rp46,83 triliun atau 30,97% dari target Rp151,17 triliun. Realisasi Penerimaan Pajak tumbuh 10,60% (yoy), Kepabeanan dan Cukai tumbuh 4,03% (yoy) sedangkan PNBP tumbuh 16,34% (yoy).

Realisasi Belanja Negara sampai dengan April 2026 sebesar Rp39,02 triliun atau 34,73% dari pagu Belanja Negara di Jawa Timur. Realisasi Belanja Negara terdiri dari Belanja K/L sebesar Rp14,02 triliun dan Transfer Ke Daerah (TKD) mencapai Rp25,00  triliun.

  1. Penerimaan Negara
  2. Penerimaan Pajak
  • Penerimaan pajak s.d. April 2026 bruto mencapai Rp42,24 triliun tumbuh sebesar 6,98% (yoy) dan secara neto mencapai Rp36,90 triliun tumbuh sebesar 10,60% (yoy), mencerminkan pemulihan aktivitas domestik yang kuat.
  • Penerimaan pajak ditopang oleh penerimaan PPN & PPnBM sebesar Rp17,52 triliun tumbuh 21,99% (yoy) mencerminkan aktivitas ekonomi dan transaksi yang tumbuh.
  • PPh juga tumbuh baik sejalan dengan peningkatan penghasilan Wajib Pajak dan Pencairan THR Karyawan.
  • Penerimaan pajak bulan April 2026 secara neto tumbuh sebesar 11,6% (yoy), mengindikasikan perbaikan ekonomi global dan nasional.
  • Empat sektor utama yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, sektor transportasi dan pergudangan, dan administrasi pemerintahan berkontribusi sebesar 85,3% terhadap penerimaan pajak bruto. Seluruhnya tumbuh baik secara bruto maupun neto.
  1. Penerimaan Kepabenan dan Cukai

Realisasi penerimaan Kepabeanan dan Cukai s.d. April 2026 mencapai Rp46,83 triliun, naik 4,03% (yoy) terdiri dari:

  • Cukai terealisasi sebesar Rp44,51 triliun (30,75% target APBN), tumbuh 3,81% (yoy), dipengaruhi tumbuhnya produksi hasil tembakau dan nilai cukai pada bulan Jan & Feb 2026 secara berturut-turut;
  • Realisasi Bea Masuk Rp 2,16 triliun (35,71% targetAPBN), tumbuh 14,29% (yoy), dipengaruhi tumbuhnya nilai dan volume impor serta tingginya kurs pajak USD-IDR;
  • Bea Keluar terealisasi Rp158,2 miliar (42,14% target APBN) kontraksi 36,37% (yoy), dipengaruhi turunnya harga CPO.
  • Dalam bidang Kepabeanan dan Cukai terdapat 801 penindakan terdiri dari penindakan cukai sebanyak 421, impor 369, ekspor 10 dan fasilitas 1 tindakan dengan nilai barang hasil penindakan sebesar Rp1,12 triliun.
  • Berkaitan dengan rokok ilegal telah dilakukan sebanyak 400 penindakan terhadap barang bukti sejumlah 123,5 juta batang rokok ilegal dengan total nilai sebesar Rp183,6 miliar. Modus pelanggaran rokok ilegal didominasi oleh Rokok Polos (99,43%) terutama jenis SKM.
  1. PNBP

Realisasi PNBP sampai dengan 30 April 2026 sebesar Rp3,12 triliun tumbuh 16,34% (yoy). Capaian PNBP yang cukup baik ditopang oleh Realisasi PNBP Lainnya dan PNBP BLU.

  • PNBP Lainnyaterealisasi Rp1,70 triliun atau 65,51% dari target dan tumbuh 24,98% secara PNBP Lainnya mendominasi total PNBP yaitu menyumbang sebesar 55% dari total PNBP. Hal ini dikarenakan sebagian besar satker BLU belum melakukan pengesahan.
    • PNBP BLU terealisasi Rp1,42 triliun atau 38,66% dari target, mengalami pertumbuhan 7,45% secara yoy.PNBP di Jawa Timur untuk Badan Layanan Umum (BLU) didominasi dari Pelayanan Pendidikan dan Rumah sakit. Sementara PNBP Jenis Lainnya didominasi dari Penerimaan Kembali Belanja Modal tahun anggaran yang lalu, bidang Pertanahan, STNK, Kepelabuhan dan BPKB.
  1. Realisasi PNB Lelang dan Kekayaan Negara

Dari pengelolaan aset, realisasi Lelang, PNBP Pengelolaan BMN dan Piutang Negara s.d. April 2026 yang dilaksanakan DJKN, diuraikan sebagai berikut:

  • Realisasi pokok lelang Kanwil DJKN Jatim mencapai Rp1,16 triliun atau 23,04% dari target Rp5,04 triliun;
  • Realisasi PNBP Lelang sebesar Rp28,65 miliar atau 20,82% dari target Rp137,63miliar;
  • Realisasi PNBP Pengurusan Piutang Negara Rp64,49 juta atau 17,58% dari target Rp366,90juta;
  • Realisasi PNBP Aset Rp54,77miliar atau 30,60% dari target Rp179,03
  1. Belanja Negara
    1. Belanja Pemerintah Pusat

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat atau Belanja Kementerian/Lembaga s.d. April 2026 sebesar Rp14,02 triliun (29,04% dari pagu), tumbuh 26,05% (yoy). Belanja K/L terdiri dari:

  • Belanja Pegawai sebesar Rp9,48 triliun dengan tingkat penyerapan 35,37%. Terjadi kenaikan 17,66% (yoy) dipengaruhi oleh pengangkatan ASN baru dan percepatan pembayaran THR.
  • Belanja Barang sebesar Rp2,82 triliun dengan penyerapan 21,49% mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 20,07%. Peningkatan belanja barang utamanya untuk jalan/irigasi/jaringan, Belanja Peralatan/ Mesin, Gedung/ Bangunan yang diserahkan kepada Masyarakat.
  • Belanja Modal sebesar Rp1,71 triliun atau 20,54%, mengalami pertumbuhan .165,79% (yoy). Percepatan realisasi belanja modal utamanya untuk mendukung konektivitas dan ketahanan pangan (Pembangunan jaringan dan irigasi) serta dukungan Program Prioritas Pemerintah dalam hal ini Sekolah Rakyat.
  • Pembangunan Sekolah Rakyat sampai April 2026 telah terealisasi Rp0,58 triliun atau 17,01% dari pagu Rp3,40 triliun. Realisasi ini meliputi 18 sekolah rakyat di Jawa Timur.
  •  
    1. Transfer Ke Daerah

Realisasi TKD sampai dengan 30 April 2026, telah mencapai 39,03% atau Rp25,00 triliun dari Pagu TKD 2026 Rp64,07 triliun. Realisasi tertinggi secara persentase adalah Dana Desa (42,57%), diikuti oleh DAK Non Fisik (41,34%) dan Dana Alokasi Umum (40,62%).

  • Realisasi TKD s.d. 30April 2026 secara nominal turun 12,71% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari penyesuaian pagu TKD tahun 2026.
  • Realisasi Dana Desa yang mencapai persentase tertinggi didorong percepatan penyaluran Tahap I guna mendukung pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, dan ketahanan ekonomi lokal
  • Tingginya realisasi DAK Non Fisik, utamanya ditopang oleh pencairan dana BOS Tahap Pertama, BOP PAUD dan Kesetaraan, Bantuan Operasional Kesehatan, serta Tunjangan Profesi Guru.
  • Hingga akhir April 2026, belum terdapat realisasi DAK Fisik karena masih menunggu juknis penyaluran TA 2026 dan perubahan PMK.
  1. Informasi Lainnya

 

  1. Subsidi

Subsidi Energi yang disalurkan pemerintah di Jawa Timur s.d. 8 Mei 2026 mencapai Rp2,55 triliun yang diterima 14,46 juta penerima manfaat. Realisasi subsidi energi ini meningkat 714% dari sisi nominal dan 633% dari sisi jumlah penerima manfaat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Subsidi pupuk sampai 8 Mei 2026 juga meningkat 23% dengan realisasi sebesar Rp1,20 triliun kepada 1,23 juta penerima manfaat. 

  1. Perkembagan Kredit Program

Sebagai bentuk dukungan inklusi keuangan bagi UMKM, pemerintah selama periode Januari s.d. April 2026 telah menyalurkan Kredit Program kepada 440.174 debitur di Jawa Timur sebesar Rp18,91 triliun. Distribusi kredit program di Jawa Timur didominasi sektor-sektor produktif yang menjadi penopang utama ekonomi daerahutamanya sektor Perdagangan (37,6%) dan Pertanian (29,3%).

Realisasi Kredit Program terdiri Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp18,09 triliun yang diterima 292.803 debitur dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp817 miliar kepada 147.371 debitur. Penyaluran KUR di Jawa Timur s.d  April 2026 tumbuh dari sisi nominal 22,99% (yoy) dan dari sisi jumlah debitur tumbuh 2,39% (yoy), sedangkan nominal penyaluran pembiayaan UMi tumbuh 188,54% (yoy) dan dari sisi jumlah debitur tumbuh 149,9% (yoy).

  1. Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur sampai dengan 8 Mei 2026 telah diterima oleh 8,80 juta penerima manfaat terdiri dari 7,12 juta peserta didik, dan 1,68 juta nonpeserta didik. Jumlah SPPG terus bertambah hingga mencapai 4.461 SPPG, sejumlah 3.890 yang telah beroperasi dan 571 dalam persiapan. Program ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 163.251 petugas, dan menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan 22.513 supplier UMKM, koperasi, KDMP, Bumdes, Bumdesma dan supplier lainnya.

  1. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Timur menunjukkan progres yang positif hingga April 2026. Dari total 8.494 koperasi yang telah terbentuk, seluruhnya telah memiliki NPWP dan 7.745 telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Aktivitas kelembagaan dan ekonomi koperasi juga mulai berjalan, tercermin dari meningkatnya pelaksanaan RAT, kepemilikan akun sistem, serta kesiapan pembangunan gerai koperasi di berbagai daerah. Dukungan permodalan koperasi mulai terbentuk melalui akumulasi simpanan pokok sebesar Rp15,28 miliar dan simpanan wajib Rp1,13 miliar. Selain itu, aktivitas ekonomi koperasi terus berkembang dengan nilai transaksi sampai awal Mei tahun 2026 telah mencapai Rp15,33 miliar.

----------------------------------------------------------------

Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur

Surabaya, 25 Mei 2026

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

© Hak Cipta Kanwil Direktorat Jenderal Provinsi Jawa Timur Jl. Indrapura No. 5 GKN I - Surabaya 60175 Telp. (031) 3523765, 3525229 Fax. (031) 3558640, 3566201 Email kanwil.djpb.jatim@gmail.com

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal Kanwil DJPb Jawa Timur
Gedung Keuangan Negara I, Jalan Indrapura No.5, Surabaya 60175
Telepon (031) 3523765, 3525229;
Faksimile:(031) 3558640, 3566201

IKUTI KAMI

  

 

 

PENGADUAN

Search