Telah dilaksanakan Media Briefing Perkembangan Realisasi APBN di Kalimantan Selatan hingga 30 Juni 2022.

Acara yang diselenggarakan pada Aula Kanwil DJP Kalselteng ini menghadirkan Kepala Kanwil DJP Kalselteng, Kepala Kanwil DJKN Kalselteng, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Kalbagsel, dan Kepala Bidang PPA II Kanwil DJPb Kalsel.
Tren peningkatan kegiatan ekonomi masyakarat masih mewarnai kondisi perekonomian Kalimantan Selatan sampai dengan akhir semester I tahun 2022. Pada bulan Juni 2022 inflasi pada Kalimantan Selatan tercatat sebesar 0,78 %, meningkat sedikit jika dibandingkan dengan bulan Mei sebesar 0, 65 %.
Capaian pendapatan negara di wilayah Kalimantan Selatan sangat dipengaruhi fluktuasi kegiatan perekonomian regional. Sampai dengan 30 Juni 2022, kondisi perekonomian masih menunjukkan tren positif dengan dominasi sektor pertambangan

Realisasi belanja negara sampai dengan bulan Juni 2022 mencapai Rp11.467,47 miliar atau 45,71 % dari pagu. Secara total , capaian realisasi belanja tersebut lebih rendah sebesar 5,66 % jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu.
Untuk penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di Kalimantan Selatan sampai dengan akhir Juni 2022 tercatat sebesar Rp 8.297,23 milyar atau 49,12 % dari pagu.
Kasus Covid 19 di Kalimantan Selatan pada bulan Juni 2022 masih menunjukkan tren penurunan dari waktu ke waktu. Realisasi PC-PEN di Kalimantan Selatan hingga akhir Juni 2022 telah mencapai Rp.1.099, 29 miliar .
Program Pengungkapan Sukarela (PPS) merupakan salah satu program pusat yang dijalankan oleh Kanwil Ditjen Pajak Kalimantan Selatan dan telah ditutup per akhir Juni 2022. Secara keseluruhan, implementasi program ini di wilayah Kalimantan Selatan telah menghasilkan tambahan penerimaan negara dari sektor perpajakan sebesar Rp. 755, 49 miliar dengan jumlah Wajib Pajak yang telah memanfaatkan program ini sebanyak 2.907 WP. Saat ini DJKN melakukan program keringanan hutang berupa relaksasi bea lelang untuk UMKM. Selain itu, Bea Cukai mulai melakukan percepatan ekspor CPO sebagai upaya optimalisasi dan stabilisasi rantai produksi dan perdagangan setelah pelarangan ekspor CPO


