![]() |
Banjarmasin, Kalimantan Selatan – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo, menghadiri Rapat Koordinasi dan Sinergi Langkah Pengendalian Inflasi Provinsi Kalimantan Selatan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta mempertahankan daya beli masyarakat melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan. Rapat dipandu oleh Asisten II Bidang Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Ir. H. Ariadi Noor, M.Si., dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin, M.Pd., Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Badan Pusat Statistik, Otoritas Jasa Keuangan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta Bank Kalsel. Pertemuan ini menjadi forum koordinasi lintas instansi dalam mengevaluasi perkembangan inflasi sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis yang terintegrasi untuk menjaga stabilitas perekonomian daerah. |
|
Dalam kesempatan tersebut, Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan memaparkan perkembangan pelaksanaan APBN di daerah, khususnya realisasi belanja pemerintah yang berkontribusi terhadap pengendalian inflasi. Beberapa langkah yang disampaikan meliputi percepatan realisasi belanja barang, penyaluran belanja bantuan sosial, serta pelaksanaan belanja infrastruktur yang mendukung kelancaran distribusi barang dan menjaga ketersediaan pasokan di masyarakat. Pada sesi pembahasan, disampaikan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan mencatat inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 4,47%, tertinggi di Pulau Kalimantan. Inflasi tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah komoditas, antara lain emas perhiasan, beras, minyak goreng, dan bensin. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan penguatan koordinasi dalam menjaga kelancaran pasokan, distribusi barang, serta optimalisasi belanja pemerintah sebagai instrumen fiskal untuk mendukung stabilitas harga. Forum juga menegaskan pentingnya penerapan Early Warning System (EWS) Inflasi yang dikembangkan oleh Bappenas sebagai instrumen untuk mengidentifikasi potensi tekanan inflasi secara lebih dini. Pemanfaatan sistem tersebut diharapkan mampu mendukung pengambilan kebijakan yang lebih cepat dan tepat sasaran melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta otoritas moneter dan sektor keuangan. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam pengendalian inflasi semakin kuat sehingga stabilitas harga dapat terus terjaga, daya beli masyarakat tetap terpelihara, serta pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan dapat berlangsung secara inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Liputan: |
|




APBN hadir tidak hanya sebagai instrumen fiskal, tetapi juga sebagai katalisator pembangunan yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam semangat tersebut, Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan bersinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kerja Sama Pusat-Daerah dalam Kerangka Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) pada Kamis (04/06) di Aula Bandarmasih Kanwil DJBC Kalbagsel. Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi dan kolaborasi dalam memperkuat akses keuangan masyarakat serta mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Pada Kamis (07/05), Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Sharing Session Rekonsiliasi Eksternal Tahun 2026 yang bertempat di Aula Lantai 2 Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri oleh UAPPA-W serta satker BLU lingkup Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga kualitas dan keandalan data Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Tahun 2026 sekaligus memperkuat sinergi, koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antara Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan dengan UAPPA-W dan BLU di wilayah Kalimantan Selatan.
APBN menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang berkelanjutan dan inklusif. Pada (29/04), Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo turut menghadiri High Level Meeting (HLM) Transformasi Ekonomi Menuju 8,1% yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi.
APBN hadir sebagai instrumen nyata dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat, termasuk melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo beserta jajaran turut menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Perkembangan dan Tantangan FLPP di Kalimantan Selatan sebagai wujud komitmen dalam memperkuat peran APBN bagi kesejahteraan masyarakat. (29/04)
Dalam rangka memperingati Hari Bakti Perbendaharaan ke-22 Tahun 2026, Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan pada Jum’at (24/04) bersama Pemerintah Kota Banjarmasin terkhusus Kelurahan Antasan Besar, dan Kecamatan Banjarmasin Tengah melaksanakan kegiatan Aksi Tanam 100 Pohon sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.