Kanwil DJPb Kalsel telah menyusun Kajian Fiskal Regional (KFR) sebagai bentuk komitmen menghadirkan analisis komprehensif atas pelaksanaan APBN di daerah, mengidentifikasi isu strategis, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang mendukung pembangunan regional berkelanjutan. Sebagai bagian dari diseminasi hasil kajian tersebut, pada Senin (23/02) telah diselenggarakan Diseminasi Kajian Fiskal Regional Tahunan Tahun 2025 di Universitas Lambung Mangkurat.
Kegiatan ini membahas secara komprehensif kinerja APBN Tahun 2025 dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong percepatan pembangunan di Kalimantan Selatan. Selain itu, diangkat pula isu tematik revitalisasi sekolah sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, mengingat sektor pendidikan memiliki efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi dan daya saing generasi mendatang.
Diseminasi ini dihadiri oleh civitas academica yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pembahasan kebijakan fiskal dan perannya dalam pembangunan berkelanjutan. Diskusi berlangsung interaktif, menjadi ruang kolaboratif antara pemerintah dan akademisi dalam memperkaya perspektif kebijakan publik serta memperkuat sinergi pusat dan daerah. Mahasiswa turut berpartisipasi aktif melalui penyampaian pandangan, kritik, dan masukan yang konstruktif terkait pengelolaan APBN dan pembangunan sektor pendidikan.
Keterlibatan generasi muda ini diharapkan semakin memperkuat pemahaman bersama tentang pentingnya kebijakan fiskal yang tepat sasaran, dengan harapan kolaborasi yang terjalin mampu mendorong pembangunan daerah dan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.


APBN menjadi fondasi penting dalam memperluas akses keuangan dan memperkuat struktur ekonomi daerah yang inklusif. Kepala Kanwil DJPb Kalsel pada Senin (23/02) menghadiri Rapat Koordinasi Daerah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Kalimantan Selatan Tahun 2026 dengan tema Akses Keuangan Merata, Banua Sejahtera: “Langkah Nyata Sinergi TPAKD: Perkuat IKAD untuk Membangun Banua”. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memastikan kebijakan fiskal dan program inklusi keuangan berjalan selaras dalam mendorong kesejahteraan masyarakat Banua.
Kanwil DJPb Kalsel berperan strategis sebagai representasi Kementerian Keuangan dalam mengawal pelaksanaan APBN di daerah. Melalui fungsi Treasury, Kanwil DJPb Kalsel memastikan APBN terlaksana optimal dan berdampak bagi perekonomian serta pembangunan di Kalsel, salah satunya dengan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, instansi vertikal, dan perbankan.
APBN sebagai instrumen utama pembangunan terus dijaga kualitas implementasinya melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat. Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis (12/02) menyelenggarakan High Level Meeting Evaluasi Pelaksanaan Anggaran, Digital Treasury, dan Stakeholder’s Day Tahun 2026 di Aula Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat. Kegiatan ini merupakan forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan anggaran Tahun 2025 serta memperkuat arah kebijakan pelaksanaan anggaran Tahun 2026 di wilayah Kalimantan Selatan.
Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan terus mendukung penguatan literasi fiskal sebagai bagian dari upaya mengawal APBN agar dikelola secara transparan dan berdampak bagi pembangunan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peran Kepala Kanwil DJPb Kalsel, Bapak Catur Ariyanto Widodo, sebagai narasumber dalam Studium General UIN Antasari bertema “DJPb dan Fiskal Regional” pada Rabu (05/02).
Dalam rangka transparansi perkembangan fiskal regional Kalimantan Selatan kepada seluruh lapisan masyarakat melalui media/pers, telah diselenggarakan Publikasi ALCo Regional Kalimantan Selatan untuk Realisasi s.d 31 Desember 2025 bertempat di Aula Barito Lantai 8 Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah pada (22/01). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Kanwil Kementerian Keuangan Kalimantan Selatan beserta jajaran dan media/pers di Kalimantan Selatan.
Dalam rangka memperingati Hari Bakti Perbendaharaan ke-22 yang salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Stakeholders Day serta seiring dengan berakhirnya tahun anggaran 2025, Kanwil DJPb Kalsel menyelenggarakan Workshop Penyusunan LK UAPPA-W & BLU Tahun 2025 (Unaudited) dengan melibatkan 34 UAPPA-W dan 5 BLU di wilayah Kalimantan Selatan, guna memastikan penyusunan laporan keuangan dapat dilaksanakan secara tertib, tepat waktu, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.