Kanwil DJPb Kalsel pada Kamis (15/01) menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Penyusunan Laporan Keuangan dan Laporan BMN tingkat UAKPA/B dan UAPPA/B-W di lingkungan Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh para Operator GLP serta Operator Aset Tetap/Persediaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan akurasi pelaporan.
Kegiatan ini menjadi sarana koordinasi dan konsolidasi untuk membahas berbagai permasalahan yang dihadapi dalam proses penyusunan dan penyampaian laporan keuangan serta laporan Barang Milik Negara (BMN) pada satuan kerja. Diskusi dilakukan secara komprehensif guna menyamakan pemahaman dan meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Dalam rapat ini, hadir narasumber dari Kanwil DJPb Kalsel, yaitu perwakilan Bidang Pembinaan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan, yang menyampaikan materi terkait laporan keuangan, termasuk kebijakan, teknis penyusunan, serta hal-hal yang perlu menjadi perhatian dalam pelaporan. Selain itu, perwakilan dari KPKNL Banjarmasin turut hadir sebagai narasumber yang menyampaikan materi terkait pengelolaan BMN, mulai dari penatausahaan hingga pengendalian aset.
Diharapkan melalui kegiatan ini, kualitas laporan keuangan dan BMN di lingkungan Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan semakin meningkat serta mendukung terwujudnya pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel.


Dalam semangat memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2025 yang mengusung tema nasional “Satukan Aksi, Basmi Korupsi”, Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan menggelar berbagai kegiatan penguatan integritas, antara lain:
Sebagai instansi vertikal Kementerian Keuangan yang bertugas memastikan kualitas pelaksanaan APBN di daerah, Kanwil DJPb Kalsel juga memegang peran strategis melalui fungsi Regional Chief Economist (RCE) dalam menyediakan analisis ekonomi regional yang komprehensif, berbasis data fiskal dan nonfiskal. Dalam mendukung peran tersebut, Kepala Kanwil DJPb Kalsel, Catur Ariyanto Widodo, turut hadir pada “High Level Meeting Penyediaan Data Pertumbuhan Ekonomi Tata Kelola DTSEN” di Aula Meratus, Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan (08/12).
UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional, penggerak utama aktivitas produksi, penyerapan tenaga kerja, hingga penguatan daya saing daerah. Potensi besar ini hanya dapat tumbuh optimal ketika pelaku UMKM mendapatkan dukungan ekosistem yang memadai, mulai dari akses pasar, literasi digital, hingga penguatan kapasitas usaha. Sebagai Regional Chief Economist (RCE), Kanwil DJPb Kalsel berkomitmen mendorong pertumbuhan UMKM yang adaptif dan berkelanjutan.
Pada Selasa (02/12), Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Rapat Evaluasi Pelaksanaan Asistensi dan Pembinaan BLUD Tahun 2025 dengan menghadirkan Biro Perekonomian Setda Prov. Kalimantan Selatan dan BPKAD Prov. Kalimantan Selatan.
Pada Jumat (28/11), Kepala Kanwil DJPb Kalsel menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar–pemangku kepentingan guna mendukung peran DJPb sebagai Regional Chief Economist (RCE). Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai capaian kinerja perekonomian di Kalimantan Selatan, yang menjadi landasan utama dalam penyusunan rekomendasi fiskal dan kebijakan pengelolaan APBN di daerah.
Kanwil DJPb Kalsel bersama Tim PUG Kementerian Keuangan dan World Bank telah menyelenggarakan Focus Group Discussion Anggaran Responsif Gender dalam Penguatan Kebijakan Daerah untuk Inklusi Sosial Berkelanjutan pada Kamis (27/11). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat penerapan perspektif gender dalam kebijakan fiskal dan pembangunan daerah.