Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan terus mendukung penguatan literasi fiskal sebagai bagian dari upaya mengawal APBN agar dikelola secara transparan dan berdampak bagi pembangunan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peran Kepala Kanwil DJPb Kalsel, Bapak Catur Ariyanto Widodo, sebagai narasumber dalam Studium General UIN Antasari bertema “DJPb dan Fiskal Regional” pada Rabu (05/02).
Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan dan pemahaman kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Antasari Banjarmasin mengenai peran DJPb sebagai pengelola fiskal regional serta implikasinya terhadap pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam konteks kebijakan fiskal dan pengelolaan keuangan negara di tingkat regional.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kanwil DJPb Kalsel menyampaikan materi mengenai perkembangan kinerja fiskal regional, peran fiskal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, capaian output dan kinerja program strategis pemerintah di Kalimantan Selatan, serta peran Kementerian Keuangan dan DJPb dalam mengawal APBN.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Antasari beserta jajaran, dosen, dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran fiskal negara serta tumbuhnya generasi muda yang peduli dan berkontribusi dalam pengelolaan keuangan negara untuk pembangunan daerah yang berkelanjutan.


Dalam rangka transparansi perkembangan fiskal regional Kalimantan Selatan kepada seluruh lapisan masyarakat melalui media/pers, telah diselenggarakan Publikasi ALCo Regional Kalimantan Selatan untuk Realisasi s.d 31 Desember 2025 bertempat di Aula Barito Lantai 8 Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah pada (22/01). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Kanwil Kementerian Keuangan Kalimantan Selatan beserta jajaran dan media/pers di Kalimantan Selatan.
Dalam rangka memperingati Hari Bakti Perbendaharaan ke-22 yang salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Stakeholders Day serta seiring dengan berakhirnya tahun anggaran 2025, Kanwil DJPb Kalsel menyelenggarakan Workshop Penyusunan LK UAPPA-W & BLU Tahun 2025 (Unaudited) dengan melibatkan 34 UAPPA-W dan 5 BLU di wilayah Kalimantan Selatan, guna memastikan penyusunan laporan keuangan dapat dilaksanakan secara tertib, tepat waktu, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kanwil DJPb Kalsel pada Kamis (15/01) menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Penyusunan Laporan Keuangan dan Laporan BMN tingkat UAKPA/B dan UAPPA/B-W di lingkungan Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh para Operator GLP serta Operator Aset Tetap/Persediaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan akurasi pelaporan.
Dalam semangat memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2025 yang mengusung tema nasional “Satukan Aksi, Basmi Korupsi”, Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan menggelar berbagai kegiatan penguatan integritas, antara lain:
Sebagai instansi vertikal Kementerian Keuangan yang bertugas memastikan kualitas pelaksanaan APBN di daerah, Kanwil DJPb Kalsel juga memegang peran strategis melalui fungsi Regional Chief Economist (RCE) dalam menyediakan analisis ekonomi regional yang komprehensif, berbasis data fiskal dan nonfiskal. Dalam mendukung peran tersebut, Kepala Kanwil DJPb Kalsel, Catur Ariyanto Widodo, turut hadir pada “High Level Meeting Penyediaan Data Pertumbuhan Ekonomi Tata Kelola DTSEN” di Aula Meratus, Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan (08/12).
UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional, penggerak utama aktivitas produksi, penyerapan tenaga kerja, hingga penguatan daya saing daerah. Potensi besar ini hanya dapat tumbuh optimal ketika pelaku UMKM mendapatkan dukungan ekosistem yang memadai, mulai dari akses pasar, literasi digital, hingga penguatan kapasitas usaha. Sebagai Regional Chief Economist (RCE), Kanwil DJPb Kalsel berkomitmen mendorong pertumbuhan UMKM yang adaptif dan berkelanjutan.