Mewujudkan Ekonomi Mandiri Melalui Pengelolaan Fiskal yang Bijak

(Opini oleh: Ni Nyoman Nesti Widia, Mahasiswa Magang pada Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB)
Perekonomian Indonesia terus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan harga komoditas, kondisi global yang tidak menentu, hingga dampak perubahan iklim. Dalam situasi seperti ini, kebijakan fiskal menjadi salah satu alat penting bagi pemerintah untuk menjaga kestabilan ekonomi sekaligus menumbuhkan kemandirian nasional.
Pengelolaan fiskal yang bijak berarti bagaimana pemerintah mampu menyeimbangkan antara pendapatan dan belanja negara dengan tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Melalui kebijakan pajak, belanja publik, dan pengelolaan utang yang hati-hati, pemerintah berupaya memastikan setiap rupiah dari APBN benar-benar memberi manfaat nyata bagi rakyat.
Meningkatkan Pendapatan dan Mengurangi Ketergantungan
Kemandirian ekonomi dimulai dari kemampuan negara dalam membiayai kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat pendapatan dalam negeri, terutama melalui reformasi perpajakan dan optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap utang dan membangun ruang fiskal yang lebih sehat. Ketika penerimaan negara meningkat, pemerintah memiliki kemampuan lebih besar untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik.
Belanja yang Tepat Sasaran
Selain pendapatan, cara pemerintah membelanjakan anggaran juga menentukan seberapa kuat ekonomi nasional tumbuh. Pengelolaan belanja yang bijak berarti menyalurkan anggaran ke sektor-sektor produktif seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi juga menjadi bagian penting agar masyarakat kecil tetap terlindungi. Dengan belanja yang tepat sasaran, pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata di seluruh daerah Indonesia.
Langkah Menuju Kemandirian Ekonomi
Kemandirian ekonomi tidak hanya diukur dari seberapa besar pendapatan negara, tetapi juga dari kemampuan bangsa dalam memanfaatkan sumber dayanya sendiri. Kebijakan fiskal yang baik membantu memperkuat sektor-sektor domestik seperti industri, pertanian, dan UMKM.
Dengan pengelolaan fiskal yang bijak, Indonesia dapat terus melangkah menuju ekonomi yang tangguh, berdaya saing, dan tidak mudah goyah oleh gejolak global.
Kemandirian ekonomi bukan sekadar cita-cita, melainkan hasil dari kerja keras dan kebijakan yang terarah. Melalui pengelolaan fiskal yang bijak, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan, pemerataan, dan keberlanjutan.
Dengan keuangan negara yang kuat dan kebijakan yang berpihak pada rakyat, Indonesia dapat terus tumbuh menjadi bangsa yang mandiri, stabil, dan sejahtera.


