
Bertempat di ruang rapat pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar, tim Pengendali Inflasi Daerah menggelar rapat koordinasi, Senin (28/10). Dalam sambutannya Wakil Bupati H. Saiful Arif menyampaikan bahwa pengendalian inflasi perlu menjadi perhatian oleh seluruh pihak karena ada dua kendala utama yang mempengaruhi inflasi di Kabupaten Kepulauan Selayar, yaitu kondisi geografis dan kondisi cuaca. Sehingga perlu dilakukan langkah strategis yang komprehensif agar inflasi terkendali baik di wilayah kepulauan, terutama terkait ketahanan pangan. “ Saya berharap adanya koordinasi yang intens oleh seluruh pihak dalam upaya pengendalian inflasi khususnya dalam bentuk penguatan ketahanan pangan di seluruh wilayah kabupaten khususnya di 5 (lima) kecamatan kepulauan yang sering terdampak oleh kondisi geografis serta cuaca ekstrim yang hadir setiap tahun", lanjut Saiful.
Pada kesempatan berikutnya Kepala KPPN Benteng, Arwin Fathurrakhman menyampaikan materi tentang kinerja APBN termasuk Transfer ke Daerah. Dalam penyampaiannya Arwin menjelaskan bahwa terdapat kelompok pengeluaran pada satuan kerja APBN yang ter-tagging inflasi, yaitu dalam bentuk Replacement Fasilitas Pelabuhan Benteng, Prasarana di bidang konektivitas udara dan kegiatan publikasi/laporan statistik harga. Optimalisasi penggunaan dana satker APBN dan DAK Fisik dalam mendukung proses distribusi perlu menjadi perhatian bersama guna menopang kelancaran distribusi pangan ke seluruh wilayah kepulauan. Arwin juga menekankan penggunaan dana desa dalam bentuk program ketahanan pangan harus dimaksimalkan oleh setiap desa sebagai upaya kemandirian pangan dalam menghadapi cuaca ekstrim yang akan tiba beberapa bulan kedepan.
Pada bagian terakhir dirumuskan lima kebijakan pengendalian inflasi pada 5 kecamatan kepulauan yaitu :
- Peningkatan ketersediaan komoditas pangan strategis
- Penguatan tata kelola sistem logistik dan konektivitas antar pulau
- Peningkatan kerjasama (MoU) antara Pemda, Desa, Kecamatan dan Bulog
- Peningkatan ekspektasi inflasi dalam sasaran yang ditetapkan 3±1%
- Peningkatan kualitas data statistik



