Dalam menjalankan perannya sebagai pengelola keuangan negara, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) senantiasa memastikan bahwa isu gender menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan, program, dan kegiatan yang dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mencapai kesetaraan gender dalam pengelolaan keuangan negara sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan.
Inilah yang melatarbelakangi diselenggarakannya Workshop Implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) DJPb Tahun 2024. Dengan tema “APBN Responsif Gender dalam semangat TREFA: Membangun Ekonomi yang Berdaya dan Setara” workshop ini terlaksana secara hybrid mulai dari 22 s.d. 24 Oktober 2024 di Jakarta.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi isu-isu ekonomi regional yang peka terhadap gender dan inklusivitas, memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi Treasury, Regional Chief Economist, dan Financial Advisory (TREFA) DJPb yang responsif, serta meningkatkan awareness Kantor Vertikal DJPb terhadap konsep pengarusutamaan gender.
Pada sesi yang dilaksanakan di Gedung Jusuf Anwar, Rabu (23/10), Deklarasi Komitmen Implementasi Pengarusutamaan Gender DJPb menjadi kegiatan utama. Dalam arahannya pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti menyampaikan apresiasi positif atas terlaksananya workshop ini.
“Selama workshop ini kita telah mendalami berbagai isu strategis yang mendukung pengarusutamaan gender di lingkup DJPb. Dalam sesi Sharing Knowledge Generating Data and Evidence-Based Policy on Financial Inclusion yang difasilitasi oleh Bank Dunia, kita mendapatkan pemahaman mendalam mengenai bagaimana data yang dihasilkan dengan pendekatan yang sensitif gender dapat memperkuat kebijakan inklusi keuangan,” kata Dirjen Perbendaharaan.
Adapun Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan Arif Wibawa, menekankan pentingnya implementasi pengarusutamaan gender di DJPb dalam sambutan pembukanya, Selasa (22/10). Baik dalam lingkup kebijakan maupun praktik di lapangan, pengarusutamaan gender telah terlaksana di DJPb.
“Salah satu kebijakan yang mendukung ekonomi inklusif adalah Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang telah memberikan akses permodalan kecil kepada 9,62 juta debitur, dengan lebih dari 96% penerima adalah perempuan,” jelasnya.
Sesditjen Perbendaharaan melanjutkan bahwa terkait perannya sebagai Regional Chief Economist dan Financial Advisory di daerah, DJPb berkomitmen untuk mengawal APBN secara inklusif, tidak hanya untuk meningkatkan partisipasi perempuan, tetapi juga untuk mendukung kelompok rentan lainnya.
Workshop Implementasi Pengarusutamaan Gender Ditjen Perbendaharaan Tahun 2024 dilanjutkan dengan Pelatihan Bahasa Isyarat oleh Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), sesi berbagi pengalaman Implementasi Layanan Ramah Kelompok Rentan oleh Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan Kementerian Keuangan, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta KPPN Bogor, serta Sharing Knowledge Generating Data and Evidence-Based Policy on Financial Inclusion oleh Bank Dunia.
Dalam kegiatan ini juga dikukuhkan Duta Pengarusutamaan Gender dan Program Pengarusutamaan Gender Terbaik yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan. Workshop Implementasi Pengarusutamaan Gender Ditjen Perbendaharaan Tahun 2024 melibatkan perwakilan Duta PUG seluruh Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan, KPPN Bogor (sebagai benchmark dari unit terbaik dalam evaluasi layanan inklusif dan ramah kelompok rentan tingkat nasional tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian PANRB), dan Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan. (NSR)
Source : https://djpb.kemenkeu.go.id/portal/id/berita/berita/nasional/4392-djpb-perkuat-pengarusutamaan-gender-untuk-kebijakan-keuangan-yang-progresif-dan-inklusif.html
Program Kemenkeu Mengajar bertujuan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat, terutama para siswa sekolah, terhadap peran penting Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau #UangKita dalam mendukung terwujudnya kemajuan bangsa. Sebab, untuk menjadi bangsa yang maju dan besar, pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama memelihara dan menjaga Indonesia. Salah satunya dengan meningkatkan pemahaman tentang keuangan negara. Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam kegiatan Kemenkeu Mengajar 9 di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tanjung Pandan, Senin (07/10).
“APBN atau keuangan negara seperti aliran darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Aliran darah yang membawa seluruh oksigen dan makanan ke pelosok tubuh kita. Ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh, keuangan negara itu sama seperti aliran darah di dalam tubuh negara Indonesia. Dan keuangan negara ini kita menyebutnya #UangKita,” ungkap Menkeu.
Menkeu pun menyampaikan pesan kepada para siswa agar senantiasa menjunjung tinggi kejujuran dan ketekunan.
"Satu karakter yang kalian akan tetap dilihat sebagai manusia yang unggul adalah kalau kalian jujur dan tekun. Orang yang jujur berarti orang yang bisa dipercaya. Kalian mau kerja apa pun, kalian akan bisa dipercaya," tegas Menkeu.
Adapun Dirjen Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti saat mengajar di SMAN 54 Jakarta menyampaikan bahwa Kemenkeu Mengajar telah berlangsung sejak tahun 2016. Dirjen Perbendaharaan menyemangati para siswa sebagai generasi penerus yang akan memegang tongkat estafet pembangunan negeri ini.
“Pada tahapan SMA ini, pelajaran untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dalam menyelesaikan konflik merupakan hal yang sangat penting untuk membentuk karakter dan menentukan masa depan. Gunakan kesempatan dan waktu dengan sebaik-baiknya untuk mencari pengalaman baik dari segi akademis maupun nonakademis, karena yang akan diuji saat memasuki dunia kuliah maupun kerja adalah bagaimana menghadapi permasalahan,” pesan Dirjen Perbendaharaan.
Kegiatan Kemenkeu Mengajar tahun ini merupakan bagian dari peringatan Hari Oeang yang ke-78, sekaligus wujud bakti dan pengabdian Kementerian Keuangan untuk pendidikan. Penyelenggaraan tahun ini merupakan yang kesembilan kalinya. Sebanyak 8.333 relawan yang merupakan pegawai aktif Kementerian Keuangan, SMV dan BLU di lingkungan Kementerian Keuangan, dan juga mahasiswa aktif Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN turut terlibat. Kemenkeu Mengajar dilaksanakan di 327 sekolah yang terdiri atas 126 Sekolah Dasar (SD), 83 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 100 SMA/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMK/MA), dan 13 Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tersebar di seluruh Indonesia, serta 5 Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). [LRN]
Source : https://djpb.kemenkeu.go.id/portal/id/berita/berita/nasional/4381-kemenkeu-mengajar-tingkatkan-pemahaman-tentang-keuangan-negara.html
Analisis terhadap perekonomian Indonesia maupun global perlu terus dilakukan agar langkah-langkah strategis dapat diambil dengan tepat. Menjelang periode pemerintahan yang baru, Direktorat Pengelolaan Kas Negara (PKN) Ditjen Perbendaharaan menyelenggarakan Analyst Meeting dengan tema “Menavigasi Jalan Indonesia Menuju 2045: Pemerintahan Baru, Isu Ekonomi dan Kesinambungan Anggaran” di Gedung Jusuf Anwar, Jakarta, Jumat (18/10). Kegiatan ini menghadirkan Chief Economist dari salah satu bank swasta di Indonesia.
Saat membuka kegiatan, Direktur PKN Muhdi menyampaikan pentingnya langkah-langkah untuk mengoptimalkan penerimaan negara, memaksimalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih berkisar di angka 5%, dan memonitor agar pertumbuhan ekonomi nasional tetap in line sesuai dengan yang dicanangkan. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan David Sumual selaku Chief Economist sebagai pembicara yang membahas kondisi terkini komoditi global seperti emas, nikel, dan minyak. Diulas pula bagaimana kondisi perekonomian negara maju seperti Amerika Serikat dan China yang berdampak pada pertimbangan Pemerintah Indonesia dalam pengambilan keputusan terkait perekonomian.
Selain itu, forum juga mendiskusikan kondisi industri dalam negeri, mengingat beberapa sektor komoditas mengalami peningkatan seperti pada sektor pertambangan migas, teknologi informasi, serta industri karet dan kulit. Dari diskusi ini diharapkan dapat dihasilkan analisis pasar yang lebih tepat agar Pemerintah mampu mendukung berbagai sektor perekonomian yang pertumbuhannya juga akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan negara. [DLES]
Source : https://djpb.kemenkeu.go.id/portal/id/berita/berita/nasional/4388-analyst-meeting-bahas-strategi-menuju-pemerintahan-baru.html




Hai, Sobat #InTress
Tiga hari menuju Launching & First Meeting ASEAN Treasury Forum (ATF)!
Setelah melewati perjalanan kurang dari satu tahun, ATF akan membahas berbagai rekomendasi kebijakan yang telah dikumpulkan dan disepakati bersama dari pertemuan sebelumnya.
Dari langkah nyata Indonesia dalam kolaborasi internasional ini, ATF memastikan bahwa inisiatif-inisiatifnya relevan dan sejalan dengan prioritas regional. Dalam hal ini, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan melakukan pendekatan strategis dengan menyusun Terms of Reference secara kolaboratif, dan melakukan dialog bilateral untuk memperkuat dukungan di antara negara-negara anggota.
Yuk, tulis harapan Sobat InTress di kolom komentar untuk Launching & First Meeting ATF yang akan diadakan pada tanggal 3 s.d 4 Oktober! 😊✨
#ASEANTreasuryForum #ATFEducation
Source : https://www.instagram.com/p/DAi1TkozQh8/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==