#repost
Selamat malam, #MitraPerbendaharaan,
Di tengah perkembangan pandemi Covid-19 dengan varian Omicron yang masih menjadi risiko yang perlu diwaspadai, APBN terus hadir mendukung pemulihan ekonomi dan melindungi berbagai segmen masyarakat semaksimal mungkin, dalam batas-batas untuk tetap menjaga sustainabilitas dan kesehatannya.
APBN akan tetap responsif dan fleksibel, yang terlihat baik dari sisi belanja (misalnya berupa refocusing) maupun dari sisi penggunaan instrumen seperti perpajakan, pembiayaan, dan transfer. Tujuan akhirnya adalah momentum pemulihan ekonomi tetap terjaga. Selain itu, diharapkan pemulihan ekonomi tidak sekadar berupa pertumbuhan yang meningkat, tetapi juga
muncul dalam bentuk lain seperti angka kesempatan kerja yang naik dan kemiskinan yang turun. Inilah yang disebut dengan inklusivitas pemulihan ekonomi.
Bagaimana realisasi APBN khususnya dari sisi belanja sampai dengan Januari 2022? Geser untuk mengetahuinya.

