Pelaksanaan anggaran belanja di lingkungan Kementerian/Lembaga pada tahun anggaran 2026 sudah berjalan sekitar 3 bulan. Pasca libur Panjang dan cuti Bersama hari raya idul fitri 1448 H, beberapa satuan kerja mulai mengejar target-target anggaran yang belum terselesaikan, baik dari segi penyerapan, deviasi belanja, penyelesaian pekerjaan kontraktual, dan lain sebagainya. Namun, dalam 3 bulan tersebut, informasi terkait pelaporan capaian output 2026 masih nihil, hingga pada awal April 2026 mulai dilakukan sosialisasi terkait dengan pelaksanaan pelaporan caput 2026.
Capaian output adalah indicator pelaksanaan anggaran sebagai salah satu komponen dalam perhitungan nilai IKPA, merupakan alat ukur keberhasilan penggunaan anggaran dalam menghasilkan suatu output pekerjaan yang sudah ditetapkan targetnya pada awal tahun anggaran. Caput merupakan komponen yang fundamental dalam system penganggaran berbasis kinerja, yang pelaporan capaiannya dilakukan setiap bulan, sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing unit pemilik DIPA. Capaian output sangat membantu beberapa permasalahan dalam pelaksanaan anggaran, yaitu:
- Perencanaanyang kurangbaik;
- Alokasiyang kurangwajar;
- Pelaksanaankegiatantidaksesuaijadwal;
- RealisasitidaksesuaiRencanaPenarikanDana;
- PenyerapantidakProporsional;
- Pencapaianoutput di bawahtarget;
- Pengelolaankeuanganyang tidakcompliance;
- Kendalateknisoperasionaldankebijakan.
Sebelum masing-masing satuan kerja melakukan pengisian target capaian output pada aplikasi SAKTI, ada tahapan yang perlu dilaksanakan, yaitu Assesment RO

Masing-masing Unit Eselon I K/L wajib melakukan Assesment RO sebelum satuan kerja dapat melakukan pengisian target bulanan. Assesment RO dilakukan terhadap jenis RO (statis/dinamis), cara pelaporan (otomatis/periodic/tahapan), polarisasi capaian (maximize/minimize) dan waktu (stabilized/time efficiency). Setelah Unit Eselon I melakukan Assesment RO, secara berurutan, K/L melalui Biro CanKeu Sekjen/Sestama dan DJA melakukan validasi hasil Assesment RO yang telah dilakukan olek UE I. Setelah dilakukan validasi oleh K/L dan DJA, data RO akan masuk ke database SAKTI, yang nantinya dapat digunakan oleh satuan kerja sebagai referensi pengisian target dan realisasi capaian output bulanan.
Pada saat ini, proses persiapan data caput masih pada tahap Assesment RO. Sembari menunggu data masuk ke SAKTI satuan kerja, beberapa strategi yang bisa diterapkan agar dapat memperoleh capaian output yang optimal, yaitu:
- Melakukan pengisian target secara realistis (pesimis), dengan menempatkan target bulanan lebih banyak saat mendekati akhir tahun anggaran, terutama triwulan akhir.
- Melakukan koordinasi antara bagian perencanaan dan pelaksanaan setiap awal triwulan, karena ada kesempatan untuk melakukan penyesuaian target capaian output yang belum terlaksana pada 10 hari kerja setiap triwulan
- Berkoordinasi secara aktif ke KPPN terkait pelaksanaan anggaran, terutama yang berdampak langsung pada realisasi capaian output.
Semoga pelaksanaan pelaporan capaian output 2026 dapat berjalan dengan baik, tanpa ada kendala baik dari segi teknis aplikasi maupun pelaksanaan kegiatan di lapangan




