Sebagai tindak lanjut atas arahan Dirjen Perbendaharaan terkait benchmarking fungsi perbendaharaan pada negara maju, Direktorat Sistem Perbendaharaan Ditjen Perbendaharaan menginisiasi kerja sama dengan VITAL, salah satu departemen dalam Kementerian Keuangan Singapura, melalui kegiatan virtual sharing session dengan Kementerian Keuangan Singapura, Kamis (25/2). Dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari VITAL menyampaikan materi terkait implementasi Shared Services dan Kartu Kredit Pemerintah (KKP) di Singapura.
“Sharing session is expected to advance Indonesia's treasury function, which focuses on people, governance, and technology. Also, this sharing session will enhance the public service to every stakeholder by transforming process and treasury governance following the best practice system,” ungkap Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan Ditjen Perbendaharaan Saiful Islam dalam sambutannya.
Perwakilan Kementerian Keuangan Singapura menyambut baik inisiatif Ditjen Perbendaharaan dalam kesempatan tersebut. “As a close neighbour, it is important to exchange best practices, and learn from each other especially in professional area where both Finance Ministry face common challenges," sebut Deputy Chief Executive VITAL Mr Yuen Sai Kuan.
Dalam presentasinya, perwakilan dari VITAL menguraikan manfaat dan keunggulan yang sudah dirasakan dari penerapan Shared Services dan KKP di Singapura.
"We envision a Whole of Government (WOG) integrated shared service model that is efficient, reliable, effective, and user centric,” sebut Corporate Planning Assistant Director VITAL Ms Ellen Foo. Ke depannya, penerapan Shared Services diharapkan membuat institusi pemerintah semakin fokus pada tusi utama. “We aim to strengthen governance and free up capacity in agencies to enable them to better manage and focus on their core mission,” lanjut Ms Foo.
Adapun penerapan KKP di Singapura sejak bulan Desember 2013 telah memberikan banyak keuntungan, di antaranya dalam aspek akuntabilitas.
“The objectives of card payment solution are increasing visibility to analyse and streamline spend activities, improving compliance at point purchase through Merchant Category Code (MCC) controls, establishing alerts to any suspected fraud uses, etc,” tutur Procurement and Travel Services Assistant Director VITAL Ms Asha Zhang.
Kegiatan sharing session ini merupakan langkah awal kerja sama antara Ditjen Perbendaharaan dengan Kementerian Keuangan Singapura dan akan dilanjutkan dengan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan lainnya untuk semakin meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam pengelolaan keuangan negara. (LRN/MA)



"Pembiayaan UMi tahun 2020 tetap berjalan di tengah situasi yang sangat sulit. Target 850 ribu debitur tercapai 1,7 juta debitur, sehingga total yang sudah dilayani oleh PIP (sejak awal dimulainya program tahun 2017-red) ada 3,4 juta debitur. Ini tidak akan tercapai tanpa adanya kerja sama yang baik dengan para penyalur. Hal ini juga menunjukkan bahwa masyarakat yang memerlukan pelayanan pembiayaan atau tambahan modal itu sangat besar. Total akad yang kita laksanakan Rp4,3 triliun dan sudah bisa menjangkau 491 kabupaten/kota dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia atau mencapai 96%," sebut Ririn dalam kegiatan yang diikuti oleh para penyalur dari PT PNM, PT Pegadaian, PT BAV, serta penyalur linkage dari koperasi maupun lembaga keuangan mikro, juga perwakilan sejumlah pemerintah daerah, bank, dan mitra lainnya ini. 

“Sebagaimana arahan Menteri Keuangan, di samping sebuah program pemerintah yang bagus, akan menjadi sangat bermanfaat jika dapat diketahui masyarakat secara lebih detail, apalagi program tersebut memang memerlukan keterlibatan aktif masyarakat,” tutur Andin.
"Pajak yang disetorkan dengan segera dan tepat waktu akan menambah likuiditas keuangan negara dalam menyediakan dana untuk belanja negara, juga transfer ke daerah. Ditjen Perbendaharaan dan Ditjen Pajak terus berupaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak dengan berbagai kemudahan, misalnya dengan e-filing, e-billing, dan e-faktur," ungkap Andin.
Sebagaimana disimpulkan oleh Direktur Pengelolaan Kas Negara DJPb Didyk Choiroel selaku moderator dalam webinar ini, bendahara memiliki tugas yang penting dalam mendukung penerimaan pajak, untuk menjamin setiap belanja APBN yang diterima oleh penyedia barang dan jasa atau beneficiary akan memiliki kontribusi kembali kepada APBN dalam bentuk setoran pajak. Dalam pengelolaan tugasnya, bendahara akan didukung oleh pengembangan kompetensi, pemanfaatan teknologi informasi, dan penyediaan sistem yang komprehensif yang terus mengikuti perkembangan. [LRN/MAAS]
