Pengaruh pandemi Covid-19 dirasakan juga oleh sektor UMKM yang selama ini menjadi sektor yang tangguh dalam menghadapi krisis ekonomi. Aktivitas ekonomi yang terbatas menjadi penyebab melambatnya roda perekonomian di Indonesia.
Pemerintah memberikan bantuan agar UMKM dapat bertahan dan turut menggerakkan perekonomian di Indonesia. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk penyaluran subsidi bunga UMKM yang disalurkan kepada debitur melalui bank penyalur.
Menjelang akhir tahun anggaran 2020, pemerintah terus mengejar akselerasi penyaluran subsidi bunga terhadap UMKM. Hal ini bertujuan agar hal tersebut bisa menjadi stimulus kepada UMKM, sehingga UMKM bisa segera bangkit kembali
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan, sebagai unit perwakilan DJPb di masing-masing provinsi juga turut berupaya melakukan pendampingan bersama bank penyalur dalam menyelesaikan proses penyelesaian tagihan subsidi bunga tersebut. Melalui kantor vertikal yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, diselenggarakan kegiatan pendampingan dan workshop dengan tema akselerasi penyaluran subsidi bunga UMKM serta penempatan dana pada bank daerah, seperti yang dilakukan oleh kantor wilayah @kanwildjpbjateng, @djpb_yogyakarta dan @djpb_kalbar dalam postingannya di akun media sosial masing-masing. Kegiatan tersebut dilakukan juga bertujuan untuk mengetahui serta menyelesaikan kendala yang dialami bank penyalur dalam proses penyaluran subsidi bunga terhadap UMKM tersebut
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan agar semakin optimalnya penyaluran subsidi bunga terhadap UMKM dan mempercepat realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sehingga UMKM kembali dapat bergerak dan memutar kembali roda perekonomian di Indonesia.
![]() |
![]() |
![]() |





Dalam masa pandemi Covid-19, sejumlah relaksasi pun diberikan, misalnya penundaan pembayaran pokok untuk debitur UMi yang memenuhi kriteria. 


“Dalam situasi ini kita akan terus memfokuskan bagaimana melindungi mereka yang sangat terdampak, bagaimana menguatkan mereka yang terus berjuang dan bagaimana memulihkan seluruh dunia usaha," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam upacara peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-74 yang dilakukan secara sangat sederhana di lapangan upacara kantor pusat Kementerian Keuangan dan diikuti oleh seluruh pegawai secara daring, Sabtu (31/10).


"Pemerintah melakukan berbagai langkah dengan menggunakan APBN dalam mengatasi dampak pandemi dan menolong masyarakat yang sedang menghadapi kondisi yang luar biasa sulit," sebut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat menyampaikan keynote speech dalam Kemenkeu Corpu Talk (KCT) Episode 19 yang dilaksanakan secara daring, Senin (26/10). KCT kali ini membahas buku Treasury Indonesia: Modernisasi Pengelolaan Perbendaharaan Berkelas Dunia karya Widyaiswara Utama BPPK yang juga Direktur Jenderal Perbendaharaan periode 2013 - 2016, Marwanto Harjowiryono.
Buku Treasury Indonesia: Modernisasi Pengelolaan Perbendaharaan Berkelas Dunia yang terbit setebal 464 halaman ini mengulas tiga topik besar yaitu sejarah perbendaharaan, modernisasi di bidang perbendaharaan, serta tantangan yang dihadapi.
