
KPPN Pati kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan UMKM melalui dua rangkaian kegiatan strategis yang dilaksanakan pada Triwulan IV 2025, yaitu pelaksanaan profiling calon UMKM binaan tahun 2026 serta penguatan koordinasi melalui program Special Mission Advisory (SMA). Kedua kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan ekosistem UMKM di Kabupaten Pati, terutama dalam upaya meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pembiayaan, dan mendorong UMKM agar siap bersaing di era digital.
Pada 19 November 2025, KPPN Pati melaksanakan kegiatan profiling bagi empat calon UMKM binaan tahun 2026, yaitu Omah Jajanan (Jakenan), MJ Teknik (Margorejo), Kopi Kaget (Winong), dan Warung Dehana (Pati Lor). Profiling ini dilakukan untuk memetakan karakteristik usaha, kondisi legalitas, pencatatan keuangan, serta kemampuan digital marketing dari masing-masing UMKM sebagai dasar penyusunan pola pendampingan yang tepat sasaran. Hasil profiling menunjukkan variasi tingkat kesiapan pelaku usaha: mulai dari UMKM yang sudah cukup kuat secara administrasi dan pemasaran digital seperti MJ Teknik dan Kopi Kaget hingga UMKM rintisan seperti Omah Jajanan dan Warung Dehana yang masih membutuhkan penguatan dalam legalitas usaha, pemisahan rekening, dan pemanfaatan platform digital. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar UMKM dapat meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar.
Sejalan dengan kegiatan profiling, KPPN Pati juga memperkuat ekosistem pemberdayaan UMKM melalui implementasi Special Mission Advisory Triwulan IV 2025. Berdasarkan hasil monitoring, seluruh UMKM yang telah menjadi binaan KPPN Pati dinyatakan mengalami peningkatan signifikan, terutama dalam aspek legalitas usaha, keterpisahan rekening, serta integrasi dengan platform Digipay Satu. Selain itu, UMKM telah mendapatkan pelatihan manajemen keuangan, strategi pemasaran, serta dukungan publikasi melalui Pojok UMKM sebagai kanal promosi digital. Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), seperti PNM, semakin memperkuat akses pelatihan serta peluang pengembangan usaha, termasuk pembukaan kesempatan transaksi dengan satuan kerja pemerintah yang memberikan kepastian pembayaran dan memperluas pasar UMKM.
Sinergi antara kegiatan profiling dan SMA ini semakin menegaskan peran KPPN Pati tidak hanya sebagai penyalur dana pemerintah, tetapi juga sebagai financial advisor bagi pelaku ekonomi lokal. Melalui pendampingan yang terarah, koordinasi lintas lembaga, dan pemanfaatan inovasi digital, UMKM binaan diharapkan dapat tumbuh lebih mandiri, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas pasar. Ke depan, KPPN Pati berkomitmen untuk terus menghadirkan pendampingan yang adaptif dan inovatif agar UMKM di Kabupaten Pati dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah. (TIMHUMASKPPNPATI)



