Jalan Magamu No. 6-8, Tolitoli, Sulawesi Tengah 94515



Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tolitoli telah menyelenggarakan kegiatan Asistensi Penyusunan Laporan Keuangan Periode Oktober 2024 pada Rabu, 30 Oktober 2024. Kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan dan pemahaman kepada satuan kerja mengenai proses penyusunan laporan keuangan yang akurat dan transparan.
Bapak Riskiansyah R, sebagai narasumber pada asistensi penyusunan laporan keuangan kali ini menyampaikan bahwa Laporan Keuangan pemerintah adalah media pemotret proses yang berjalan dari awal sampai dengan akhir atas penggunaan uang rakyat (APBN). Dalam siklus pengelolaan keuangan negara, penyusunan laporan keuangan pemerintah berada pada akhir siklus. Meski demikian, perannya amat vital sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan.
Asistensi Penyusunan Laporan Keuangan kali ini membahas mengenai draft pelaksanaan rekonsiliasi Sakti - SPAN, dan Penyusunan Laporan Keuangan K/L Periode Triwulan III 2024. Sebagaimana Amanat PP 9/2006 dan PMK 232/2022 serta dalam rangka meningkatkan kualitas LK dan mitigasi kemungkinan risiko audit maka Laporan Keuangan Triwulan III disusun oleh seluruh Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan. Laporan Keuangan ini disampaikan secara berjenjang termasuk kepada KPPN dan Kanwil DJPb disertai dengan CaLK untuk setiap jenjang sebagai penjelas Laporan Keuangan.
Sebelum Menyusun Laporan Keuangan, Satuan Kerja wajib sudah menyelesaikan transaksi hingga tanggal 30 September 2024, tidak terdapat to do list bulanan dan triwulanan serta telah menyelesaikan rekonsiliasi eksternal dan memperoleh Surat Hasil Rekonsiliasi (SHR). Selanjutnya Setiap Satker dapat membuat laporan keuangan triwulan III menggunakan data per 30 September 2024.
Melalui kegiatan asistensi ini, diharapkan Satuan kerja dapat lebih aware terhadap poin-poin penting dalam penyusunan laporan keuangan dan dapat menyampaikan laporan keuangan yang handal dan reliable.
Dalam rangka penyelesaian rekonsiliasi sisa Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sampai dengan tahun anggaran 2023, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tolitoli, Kun Sri Hartanto, didampingi Kepala Seksi Bank, Alfons Redemptus Benedik Suluh, mengadakan kunjungan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buol.
Kepala KPPN Tolitoli disambut Kepala BPKAD Kabupaten Buol, Syarif Pusadan, beserta jajaran dan Kepala Inspektorat Wilayah Kabupaten Buol, Wahida. Dalam kesempatan tersebut, Kepala KPPN Tolitoli menyampaikan kewajiban rekonsiliasi sisa DAK Fisik s.d. tahun anggaran 2023 yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Buol dengan KPPN Tolitoli yang jangka waktunya adalah di bulan Oktober s.d November 2024 dan sanksi jika tidak melaksanakan kewajiban tersebut. Di samping itu disampaikan monitoring penyaluran dokumen DAK Fisik tahap III di mana belum ada satupun dari 5 subbidang yang telah mengajukan penyaluran tahap III.
Kepala BPKAD Buol menyampaikan bahwa untuk rekonsiliasi sisa DAK Fisik telah diselesaikan dan hanya menunggu tanda tangan Pj. Bupati Buol yang masih dinas di Palu. Terkait Penyaluran DAK Fisik tahap III sudah dilakukan koordinasi dengan para OPD pengelola DAK Fisik.
Di akhir kegiatan dilaksanakan penandatanganan Rekonsiliasi Sisa DAK Fisik s.d. tahun anggaran 2023 antara Kepala KPPN Tolitoli, Kepala BPKAD, dan Kepala Inspektorat Wilayah Kabupaten Buol, sedangkan untuk tanda tangan PJ. Bupati Buol akan disusulkan di hari Kamis, 28 November 2024.
Semoga dengan kegiatan tersebut akan semakin meningkatkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antara KPPN Tolitoli dengan BPKAD Buol dan Itwil Kab. Buol pada khususnya, serta Kementerian Keuangan dengan Pemerintah Kabupaten Buol pada umumnya.
#InTress
#DJPbHAnDAL
#APBNKiTa
#UangKita
#KemenkeuRI
#UMKMNaikKelas




Halo #SobatTolis
Tahukah kamu? Di lingkungan Kementerian Keuangan, telah diterbitkan Keputusan Menteri Keuangan No. 807/KMK.01/2018 tentang Pedoman Implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG).
Apasih PUG itu?
Sederhananya, PUG adalah cara untuk memastikan perempuan dan laki-laki punya kesempatan yang sama dalam berbagai hal, seperti perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan di tempat kerja. nah apa tujuan dan manfaat PUG dan bagaimana implementasinya di unit kerja? simak postingan diatas yaa🤩
#InTress
#DJPbHAnDAL
#APBNKiTa
#UangKita
#KemenkeuRI
KPPN Tolitoli telah melaksanakan kegiatan Press Release APBN dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Satker Periode Bulan Oktober sekaligus sosialisasi terkait Informasi Akhir Tahun Anggaran 2024(14/11).
Kegiatan rutin press release ini bertujuan untuk menyampaikan informasi terkait realisasi APBN periode bulan Oktober TA 2024 sekaligus sebagai bentuk evaluasi atas pelaksanaan anggaran satker mitra KPPN Tolitoli
Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Online meeting dan diikuti oleh seluruh Kuasa Pengguna Anggaran maupun perwakilan pengelola keuangan satker mitra KPPN Tolitoli
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala KPPN Tolitoli, Bapak Kun Sri Hartanto yang menyampaikan secara garis besar terkait realisasi APBN TA 2024 untuk wilayah KPPN Tolitoli.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Seksi PDMS Bapak Yuniawan Hari Raharjo yang menyampaikan Informasi Akhir Tahun Anggaran 2024 serta beberapa langkah-langkah strategis dalam menghadapi Akhir Tahun 2024.
Diharapkan melalui kegiatan ini, satuan kerja dapat lebih memahami terkait informasi kinerja APBN dan inovasi terbaru di KPPN Tolitoli.
#InTress
#DJPbHAnDAL
#APBNKiTa
#UangKita
#KemenkeuRI










Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tolitoli menyelenggarakan kegiatan Press Release Realisasi APBN periode September 2024 pada Rabu (16/10). Kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada publik mengenai capaian realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan melakukan evaluasi pelaksanaan anggaran oleh satuan kerja di wilayah KPPN Tolitoli. Dalam rangka menjaga transparansi dan akuntabilitas, KPPN Tolitoli menilai penting untuk menginformasikan perkembangan anggaran, terutama terkait pelaksanaan anggaran oleh satuan kerja di wilayah tersebut.
Kegiatan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, menyampaikan informasi terkait realisasi APBN periode sampai dengan September 2024 agar publik dan stakeholder terkait dapat memahami pencapaian serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan anggaran. Kedua, melakukan evaluasi pelaksanaan anggaran satuan kerja yang berada di wilayah kerja KPPN Tolitoli, terutama terkait kinerja anggaran dan kepatuhan terhadap indikator-indikator kinerja pelaksanaan anggaran.
Sampai dengan September 2024, KPPN Tolitoli mengelola pagu anggaran sebesar Rp2.688,39 miliar dengan realisasi mencapai Rp1.895,55 miliar atau 70,51%. Realisasi ini menunjukkan peningkatan sebesar 4,3% dibandingkan periode yang sama di tahun 2023, di mana realisasi anggaran mencapai Rp1.816,94 miliar. Pencapaian ini terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp515,62 miliar atau 62,10% dari total pagu, serta dana transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp1.379,93 miliar atau 74,27%. Adapun realisasi belanja tertinggi mencapai 89,29%, sementara yang terendah 32,76%.
Secara umum, penerimaan negara hingga September 2024 mengalami penurunan sebesar 8,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan negara tercatat sebesar Rp333,39 miliar, lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp363,38 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan penerimaan perpajakan, yang mencapai Rp312,76 miliar, sedangkan penerimaan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mengalami kenaikan dibandingkan PNBP periode yang sama pada tahun 2023, yaitu sebesar Rp20,63 miliar berbanding Rp 19,28 miliar. Evaluasi ini menjadi perhatian bagi Kementerian Keuangan untuk memastikan bahwa langkah-langkah perbaikan dilakukan demi menjaga stabilitas penerimaan negara.
Dalam proses pengelolaan anggaran dan evaluasi capaian kinerja, KPPN Tolitoli juga memberikan perhatian khusus pada kepatuhan satuan kerja dalam penyampaian capaian output dan pengelolaan UP/TUP. Penetapan batas akhir penyampaian data capaian output bulan September 2024 pada 7 Oktober 2024 menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan akurasi evaluasi kinerja. Keberlanjutan dari realisasi anggaran ini diharapkan mampu mendukung berbagai program pembangunan di wilayah kerja KPPN Tolitoli pada tahun anggaran berikutnya.
Dalam dunia kerja yang kompetitif, banyak dari kita yang merasa cemas atau bahkan takut tertinggal dari teman-teman yang sudah melesat lebih dulu dalam karier mereka. Rasa khawatir itu sering kali datang dari tekanan sosial dan ekspektasi yang tidak realistis. Namun, penting bagi kita untuk mengingat bahwa kesuksesan sejati tidak selalu diukur dari kecepatan atau pencapaian orang lain, melainkan dari ketekunan dan perkembangan diri. Alih-alih berfokus pada pencapaian teman, kita bisa meraih kepuasan dan kesuksesan yang otentik dengan memahami jalan hidup masing-masing dan menghargai proses yang kita jalani.
Salah satu alasan utama mengapa kita tidak perlu takut tertinggal adalah karena setiap orang memiliki perjalanan karier yang berbeda. Setiap individu memiliki latar belakang, peluang, dan tantangan yang unik. Jika kita menghabiskan waktu membandingkan diri dengan orang lain, kita mungkin kehilangan fokus terhadap tujuan kita sendiri. Misalnya, seseorang yang baru memulai karier mungkin tidak akan langsung mencapai posisi manajerial seperti temannya yang sudah bekerja selama bertahun-tahun. Menghargai perjalanan unik kita sendiri membantu kita untuk tetap termotivasi dan melihat perkembangan secara realistis.
Daripada merasa tertinggal, kita bisa mengalihkan fokus pada pembelajaran dan pengembangan diri. Dunia kerja saat ini berkembang dengan sangat cepat, dan keterampilan baru selalu dibutuhkan. Dengan terus belajar, baik dari pengalaman maupun pelatihan, kita bisa mengembangkan kemampuan yang relevan dan unggul dalam bidang kita sendiri. Ingatlah bahwa kualitas yang terpenting dalam karier adalah keahlian dan kemampuan beradaptasi, bukan kecepatan untuk “mengejar” orang lain. Dengan mengambil langkah yang berfokus pada pertumbuhan, kita tidak hanya akan merasa lebih percaya diri, tetapi juga meningkatkan peluang untuk mencapai karier yang memuaskan.
Sering kali, ketakutan untuk tertinggal berasal dari tekanan sosial dan ekspektasi eksternal, baik dari keluarga, teman, atau lingkungan sekitar. Kita dituntut untuk mencapai “kesuksesan” dalam waktu tertentu, tanpa mempertimbangkan apakah itu sesuai dengan minat atau tujuan hidup kita. Namun, jika kita dapat membebaskan diri dari ekspektasi ini, kita bisa meraih karier yang lebih sesuai dengan diri kita dan memberikan kepuasan sejati. Mengatasi tekanan sosial berarti berani mengambil langkah berbeda dan memprioritaskan kebahagiaan pribadi. Dengan begitu, kita tidak akan mudah terpengaruh oleh pencapaian orang lain dan bisa tetap fokus pada tujuan kita sendiri.
Kesuksesan bukan hanya soal jabatan tinggi atau gaji besar; ini adalah konsep yang lebih luas dan subjektif. Bagi sebagian orang, kesuksesan mungkin berarti bisa berkontribusi secara sosial, menciptakan perubahan positif, atau meraih keseimbangan hidup yang harmonis. Dengan mendefinisikan kesuksesan sesuai dengan nilai dan tujuan pribadi, kita tidak akan merasa tertekan oleh pencapaian orang lain yang berbeda. Selain itu, dengan mengubah perspektif tentang kesuksesan, kita bisa menghindari perasaan iri atau takut tertinggal, dan lebih menghargai pencapaian kecil yang telah kita raih.
Daripada melihat pencapaian teman sebagai ancaman, kita bisa mengubahnya menjadi sumber inspirasi. Kesuksesan teman-teman kita bisa menjadi contoh dan motivasi untuk terus berkembang, bukan untuk merasa minder. Kita bisa belajar dari cara mereka menghadapi tantangan, mengambil peluang, dan mempertahankan etos kerja yang kuat. Sebagai contoh, jika seorang teman berhasil mencapai posisi yang diimpikan, kita bisa mendekati mereka untuk belajar strategi atau keterampilan yang mungkin bermanfaat bagi kita. Dengan demikian, kesuksesan teman-teman kita justru dapat memberi dorongan positif bagi kita untuk melangkah maju.
Ketika kita berhenti membandingkan diri dengan orang lain, kita mulai melihat nilai dalam setiap langkah perjalanan kita. Setiap pencapaian, sekecil apa pun, adalah kemajuan yang patut dirayakan. Menemukan kepuasan dalam proses juga membuat kita lebih tangguh menghadapi rintangan dan merasa bersyukur atas kemajuan yang kita capai. Sebuah studi menunjukkan bahwa individu yang menikmati proses bekerja cenderung lebih bahagia dan memiliki kesehatan mental yang lebih baik. Dengan berfokus pada perjalanan sendiri, kita akan menemukan bahwa kesuksesan sejati datang dari pengalaman yang kita bangun dan kemampuan untuk tetap termotivasi meskipun tantangan terus berdatangan.
Tidak perlu takut atau cemas ketika melihat teman-teman yang telah melampaui kita di dunia kerja. Setiap orang memiliki jalannya masing-masing, dan dengan mengembangkan diri secara konsisten, mengatasi ekspektasi yang tidak realistis, serta mendefinisikan kesuksesan berdasarkan nilai pribadi, kita akan menemukan kepuasan dan kesuksesan yang lebih otentik. Alih-alih merasa tertinggal, jadikan pencapaian teman sebagai motivasi dan fokus pada pengembangan diri yang berkelanjutan. Ingatlah bahwa pada akhirnya, yang terpenting bukanlah siapa yang sampai di garis akhir terlebih dahulu, melainkan bagaimana kita menjalani proses itu dengan penuh arti dan kebahagiaan.





Telah dilaksanakan Kegiatan Refreshment Bendahara terkait Pengelolaan Kas dan Rekening dan Sosialisasi kewajiban penyampaian SPT masa secara daring pada hari ini Selasa (8/10).
Tujuan dari kegiatan refreshment ini sebagai upaya peningkatan kompetensi bendahara terkait pengelolaan kas dan rekening serta kewajiban penyampaian SPT masa pada masing-masing satuan kerja K/L. Tentunya hal ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan anggaran negara pada masing-masing satker telah dilaksanakan secara tepat, efisien, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala KPPN Tolitoli dan dihadiri oleh seluruh pejabat bendahara baik pengeluaran maupun penerimaan satker mitra KPPN Tolitoli. Refreshment bendahra terkait pengelolaan kas dan rekening disampaikan oleh Bapak Riskiansyah R selaku kepala Seksi VeraKI, Bapak Riski menekankan beberapa pembaharuan pada mekanisme kegiatan bendahara. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi kewajiban penyampaian SPT masa oleh bapak Susilo Purwanto Hariwiyono selaku Asisten Penyuluh Pajak Terampil KPP Tolitoli, dimana Bapak Susilo menyampaikan beberapa hal diantaranya pembaharuan peraturan perpajakan pada penyampaian SPT masa.
Atas kegiatan ini, diharapkan setiap satker memiliki peningkatan kompetensi terkait pengelolaan kas dan rekening serta penyampaian SPT masa pada masing-masing satker K/L.
#InTress
#KPPNTolitoli
#DJPbHAnDAL
#UangKita