Surabaya, 3 Oktober 2025 — Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Kinerja Regional Office (DKRO) dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Triwulan III Tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dan kolaborasi antara unit vertikal DJPb di seluruh Jawa Timur untuk memastikan pengelolaan fiskal daerah berjalan optimal dan adaptif terhadap dinamika ekonomi terkini.
Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur, para Kepala KPPN, dan pejabat fungsional ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian kinerja organisasi, sekaligus menyusun langkah taktis menuju akhir tahun anggaran 2025. Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJPb Jawa Timur menekankan pentingnya menjaga momentum positif kinerja fiskal melalui penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, dan peningkatan kualitas data keuangan negara.

“Seluruh unit kerja harus memastikan realisasi anggaran tetap produktif, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Peran DJPb sebagai Regional Chief Economist (RCE) dan Financial Advisor (FA) perlu terus dioptimalkan untuk memberikan nilai tambah bagi pemerintah daerah,” tegasnya.
Evaluasi dan Capaian Kinerja
Dalam sesi paparan DKRO, disampaikan bahwa realisasi pendapatan dan belanja pemerintah di Jawa Timur hingga triwulan III 2025 menunjukkan kinerja positif. Pendapatan negara tumbuh stabil didukung penerimaan pajak yang kuat, sementara belanja negara tetap terjaga efektivitasnya untuk mendukung pembangunan infrastruktur, bantuan sosial, serta pemberdayaan UMKM.
Kinerja pelaksanaan anggaran juga tercermin dari nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) yang menunjukkan tren membaik di sebagian besar satuan kerja. Beberapa KPPN berhasil mempertahankan nilai IKPA di atas 95, mencerminkan komitmen terhadap kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban anggaran.

Sinergi dan Transformasi Digital
Rakorwil Triwulan III menjadi momentum konsolidasi antar-KPPN untuk memperkuat koordinasi pelaksanaan tugas di lapangan. Salah satu fokus utama adalah akselerasi transformasi digital, termasuk optimalisasi penggunaan aplikasi Sakti, SPAN, dan berbagai inovasi layanan berbasis data. Kanwil DJPb Jawa Timur juga mendorong percepatan implementasi layanan paperless di lingkungan KPPN sebagai bagian dari komitmen menuju Green Treasury.
Selain itu, peran DJPb sebagai RCE dan FA juga dibahas secara mendalam. KPPN diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana teknis perbendaharaan, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan fiskal, pengelolaan kas, dan analisis ekonomi regional.

Penguatan Kolaborasi dan Penutup
Menutup kegiatan, dilakukan sesi diskusi interaktif untuk merumuskan rekomendasi strategis menjelang akhir tahun 2025. Beberapa poin penting yang dihasilkan antara lain peningkatan komunikasi lintas KPPN, pemanfaatan data keuangan untuk analisis fiskal daerah, serta penguatan peran KPPN dalam mendukung program prioritas nasional di wilayah kerja masing-masing.
Kegiatan DKRO dan Rakorwil Triwulan III 2025 diharapkan menjadi katalis bagi penguatan sinergi organisasi DJPb di Jawa Timur. Melalui kolaborasi yang solid, inovasi berkelanjutan, dan tata kelola yang akuntabel, Kanwil DJPb Jawa Timur berkomitmen untuk terus mengawal kinerja APBN yang sehat, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat Jawa Timur.





