
Forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Jawa Timur kembali digelar melalui kegiatan media briefing yang berlangsung di Gedung Bank Indonesia, Surabaya, pada Senin (9/2). Forum ini menjadi wadah koordinasi lintas otoritas dalam memperkuat sinergi menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan daerah di tengah dinamika dan ketidakpastian global yang masih berlangsung.
Dalam forum tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, memaparkan perkembangan kondisi ekonomi global, nasional, hingga regional. Disampaikan bahwa perekonomian global masih berada dalam fase perlambatan, seiring tingginya ketidakpastian akibat dinamika geopolitik dan kebijakan moneter global. Namun demikian, perekonomian Indonesia, termasuk Jawa Timur, menunjukkan ketahanan yang relatif baik.
Ketahanan tersebut ditopang oleh tetap kuatnya konsumsi rumah tangga, realisasi investasi yang terjaga, serta belanja pemerintah yang berperan sebagai penyangga pertumbuhan. Di sisi lain, inflasi tetap berada dalam rentang yang terkendali, sehingga mendukung daya beli masyarakat.
Pada tingkat regional, kinerja perekonomian Jawa Timur tercatat solid dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Stabilitas harga yang terjaga serta intermediasi perbankan yang terus tumbuh dengan kualitas yang tetap baik menjadi indikator positif dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

Forum ini juga menyoroti kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 yang disampaikan oleh Kepala Kanwil DJPb Jawa Timur, Saiful Islam. Pendapatan negara tercatat mencapai lebih dari Rp2.800 triliun, dengan penerimaan perpajakan sebagai kontributor utama seiring meningkatnya kepatuhan dan perbaikan administrasi perpajakan. Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai sekitar Rp3.300 triliun yang diarahkan pada sektor-sektor prioritas.
Belanja negara difokuskan pada perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, serta dukungan terhadap UMKM dan sektor produktif. Kebijakan tersebut berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat kualitas pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dari sisi stabilitas sektor jasa keuangan, peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pengawasan dan perlindungan konsumen terus diperkuat. Sementara itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berperan menjaga kepercayaan masyarakat melalui penjaminan simpanan serta percepatan pembayaran klaim.

Sinergi dan koordinasi yang erat antaranggota KSSK menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, khususnya di tingkat daerah. Melalui forum ini, diharapkan kolaborasi lintas otoritas dapat terus diperkuat guna mendukung transformasi ekonomi Jawa Timur yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan pada tahun 2026 dan periode selanjutnya.




