Jl. Mayjen Sutoyo No. 34, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara

Berita

Seputar Kanwil DJPb

Fiskal Ekspansif: Pajak Melesat dan Belanja Pemerintah Jadi Motor Utama Penggerak Ekonomi Sulawesi Tenggara

Kebijakan operasi fiskal yang dijalankan pemerintah di Sulawesi Tenggara menunjukkan dampak yang sangat positif dan terukur bagi pergerakan roda perekonomian daerah. Tanda paling nyata dari efektivitas kebijakan ini adalah melonjaknya penerimaan perpajakan secara signifikan di bulan Mei 2026. Pada level APBN regional, penerimaan pajak (PPM/PKM) melesat hingga 83,39 persen, sementara kapasitas fiskal APBD juga membukukan kenaikan solid sebesar 16,61 persen. Peningkatan ruang fiskal ini secara langsung mendorong ekspansi belanja yang memberikan stimulasi kuat ke berbagai lini ekonomi.

 

Dampak paling masif dari operasi fiskal tersebut terlihat pada sektor riil, di mana seluruh komponen pengeluaran agregat mengalami peningkatan dengan nilai mencapai Rp5,26 triliun. Data ini menegaskan bahwa hingga kini, peran pemerintah baik pusat maupun daerah masih menjadi lokomotif utama yang menggerakkan ekonomi Sulawesi Tenggara. Dari total tambahan nilai tersebut, belanja pemerintah mendominasi dengan kontribusi 90,36 persen, diikuti oleh investasi pemerintah sebesar 8,36 persen. Meskipun porsi konsumsi masyarakat dalam tambahan agregat ini tercatat relatif kecil, suntikan dana belanja pemerintah ini terbukti menjadi penyeimbang dan penggerak utama aktivitas ekonomi riil.

 

Geliat operasi fiskal ini tidak hanya berdampak pada lapangan usaha, tetapi juga menjaga kesehatan likuiditas di sektor moneter. Hal itu ditandai dengan mengembangnya saldo rekening pemerintah pusat di perbankan umum sebesar Rp35,11 miliar, serta ekspansi saldo pemerintah daerah di RKUD yang mencapai Rp17,62 miliar.

 

Di sisi luar negeri, dampak fiskal turut mendorong perbaikan pada sektor eksternal dengan meningkatnya kontribusi neraca pembayaran sebesar Rp38,73 miliar yang berasal dari aliran pendapatan ekspor dan impor. Peta perdagangan Sulawesi Tenggara menunjukkan karakteristik ekspor yang kuat pada produk hilirisasi dan sumber daya alam, didominasi oleh besi, baja, serta komoditas perikanan seperti ikan dan udang. Sementara itu, kebutuhan impor lebih banyak terserap pada mesin, peralatan, dan bahan bakar mineral, yang secara langsung mencerminkan tingginya aktivitas investasi dan operasional pada sektor pertambangan serta industri pengolahan di Bumi Anoa.

 

Secara keseluruhan, sinergi antara penerimaan pajak yang meningkat tajam dan belanja pemerintah yang teralokasi secara ekspansif berhasil menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang menopang pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara dari sisi dalam negeri hingga pasar global.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Kanwil DJPb Prov. Sultra
Jalan Mayjen Sutoyo No.34, Tipulu, Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

 

Search