Merauke, 31 Mei 2026 – Stakeholder atau pemangku kepentingan lebih dari sekadar mereka yang terlibat dengan aktivitas bisnis kita. Stakeholder, bahkan, adalah bagian dari bisnis kita itu sendiri. Tak mungkin bisnis kita dapat berjalan tanpa keberadaan stakeholder—sama seperti manusia yang tak mungkin bisa bertahan tanpa manusia lain. Maka dari itu, mengelola relasi yang baik dengan stakeholder adalah salah satu kunci sukses dalam berbisnis.
Begitupun dengan institusi pemerintahan. Meskipun tidak berorientasi laba seperti perusahaan, institusi pemerintahan tetap membutuhkan stakeholder agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, yakni pelayanan publik. Bahkan, institusi pemerintahan tak dapat beroperasi tanpa uang pajak yang berasal dari stakeholder-nya, yakni masyarakat. Oleh sebab itu, bagi institusi pemerintahan, menjalin relasi baik dengan stakeholder merupakan sebuah keharusan, karena itu bagian dari pelayanan publik serta amanah dalam peraturan perundang-undangan.
Dengan pemahaman tersebut, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Merauke, sebuah institusi pemerintahan di Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan yang melaksanakan pelayanan perbendaharaan negara, senantiasa melakukan upaya-upaya untuk menjalin relasi baik dengan stakeholder-nya. Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan Stakeholder Day 2026.
Kegiatan Stakeholder Day merupakan acara rutin tahunan di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat relasi kerja antara unit-unit kerja di Direktorat Jenderal Perbendaharaan—seperti KPPN Merauke—dengan stakeholder-nya, seperti pengguna layanan, pemerintah daerah, perbankan dan lembaga keuangan lainnya, media massa dan pers, penyedia barang/jasa, dan masyarakat umum.
Pada tanggal 29 Mei 2026, KPPN Merauke menyelenggarakan Stakeholder Day secara daring melalui Microsoft. Teams dengan mengundang seluruh satuan kerja kementerian negara/lembaga mitra kerjanya. Ada sekitar 40-an satker yang hadir dalam ruang virtual tersebut. Mereka sangat antusias untuk mengikuti kegiatan.
Pertama-tama, kegiatan dibuka oleh Rachmat Al Ridha As’ad, pelaksana KPPN Merauke, yang bertindak sebagai pembawa acara. Setelah dibuka dengan berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama, pembawa acara menjelaskan susunan kegiatan kepada seluruh hadirin.
Kegiatan pertama yang dilakukan adalah press conference kinerja APBN lingkup KPPN Merauke periode April 2026, dengan data realisasi per tanggal 30 April 2026. Yang menyampaikannya adalah Pak Asyik Fauzi, Kepala KPPN Merauke. Beliau menyampaikan bahwa realisasi belanja kementerian negara/lembaga di wilayah kerja KPPN Merauke masih belum optimal. Nilai realisasi pada tanggal 30 April 2026 adalah Rp652,53 miliar atau 11,84% dari pagu efektif senilai Rp5.513,22 miliar. Adapun penyerapan anggaran yang belum optimal tersebut disebabkan berbagai kendala di lapangan dalam pekerjaan pembangunan infrastruktur yang sehubungan dengan Proyes Strategis Nasional (PSN) di wilayah Papau Selatan.
Sementara itu, realisasi transfer ke daerah dan dana desa sampai dengan tanggal 30 April 2026 adalah sebesar Rp2.012,39 miliar atau 34,76% dari pagu senilai Rp5.788,98 miliar. Dalam hal ini, kendala penyerapan terjadi karena banyak pemerintah daerah dan pemerintah desa yang belum menyampaikan dokumen syarat salur dana alokasi khusus fisik (DAK Fisik) dan dana desa.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan kepada seluruh satker agar senantiasa memaksimalkan kinerja di bidang pelaksanaan anggaran yang tercermin dalam nilai IKPA (indikator kinerja pelaksanaan anggaran). Adapun beliau mengatakan bahwa pelaksanaan anggaran yang baik sebenarnya bukan soal penyerapan anggaran yang baik, tetapi juga soal komitmen satker dalam memberikan pelayanan publik yang terbaik bagi masyarakat karena setiap rupiah yang dikelola dan dibelanjakan tersebut merupakan uang masyarakat. Oleh sebab itu, beliau menegaskan agar pelaksanaan anggaran dilakukan dengan integritas dan profesional agar tidak mengkhianati amanah yang ada di setiap rupiah APBN.
Setelah press conference, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian Treasury Award Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini merupakan ajang penghargaan bagi seluruh satker kementerian negara/lembaga mitra KPPN Merauke atas kinerja baik mereka di bidang pengelolaan keuangan negara—terutama dalam hal pencairan dana, pelaksanaan anggaran, digitalisasi pembayaran, pertanggungjawaban bendahara, serta pelaporan keuangan. Ada berbagai nominasi dan dipilih tiga satker peringkat teratas sebagai penerima penghargaannya. Adapun prestasi tersebut dinilai oleh tim panitia KPPN Merauke berdasarkan kinerja satker selama tahun anggaran 2025 pada masing-masing kategori.
Kegiatan award ini merupakan bentuk apresiasi kepada mitra kerja KPPN Merauke yang telah berkinerja sangat baik, sehingga KPPN Merauke sendiri pun dapat menghasilkan kinerja yang sangat baik pula. Dengan adanya award ini, satker-satker yang mendapatkan penghargaan diharapkan akan mempertahankan, atau bahkan meningkatkan, kinerja mereka di tahun anggaran 2026, sedangkan satker-satker yang belum mendapatkan penghargaan dan satker-satker baru akan termotivasi untuk meningkatkan kinerja mereka.
Setelah itu, seluruh satker diminta untuk mengisi form kritik dan saran atas pelayanan KPPN Merauke. Mereka diminta untuk mengisikannya melalui aplikasi slidedo yang tautannya dapat diakses melalui QR code yang dibagikan pada saat acara atau melalui linktr.ee/kppn068. Tim KPPN Merauke tentu saja berharap ada banyak kritik dan saran yang masuk agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan pelayanan KPPN Merauke ke depannya.
Berikutnya, di rangkaian kegiatan terakhir, dilaksanakan focus group discussion (FGD) monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran serta digitalisasi pembayaran. Pak Fahrul Aprianto, Kepala Seksi Manajamen Satker dan Kepatuhan Internal KPPN Merauke, memimpin FGD tersebut. Beliau memulainya dengan menyampaikan overview kebijakan IKPA, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor KEP-5/PB/2024 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Belanja Kementerian Negara/Lembaga, untuk menyegarkan kembali pemahaman satker-satker yang hadir tentang IKPA.
Kemudian, beliau memaparkan data terkini capaian nilai IKPA satker-satker dan mendiskusikannya dengan satker terkait. Mulai dari penyerapan anggaran, pengelolaan UP dan TUP, belanja kontraktual, deviasi halaman III DIPA, sampai pelaporan capaian output, semua didiskusikan. Hal ini dilakukan agar KPPN Merauke memahami kendala yang dialami satker yang membuat capaian nilai IKPA mereka tidak maksimal. Dengan begitu, KPPN Merauke juga dapat memberikan alternatif solusi yang dapat dilakukan satker untuk mengatasinya.
Selain IKPA, Pak Fahrul Aprianto juga membahas tentang digitalisasi pembayaran dalam hal pelaksanaan APBN—tepatnya, penggunaan kartu kredit pemerintah (KKP) dan cash management system (CMS). Beliau mengatakan bahwa pada akhir April hingga awal Mei 2026, telah dilaksanakan FGD antara perbankan dan satker yang kinerja digitalisasi pembayarannya masih rendah. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan tindak lanjut hasil FGD tersebut. Beliau mengatakan bahwa secara keseluruhan, kinerja digitalisasi pembayaran sudah meningkat, tetapi masih banyak satker, terutama yang rekening bendaharanya ada di BRI, yang belum bertransaksi menggunakan KKP dan CMS.
Dalam FGD tersebut, satker-satker yang dimaksud tadi menyampaikan kendala mereka, seperti belum terbitnya KKP dari BRI atau belum aktifnya akun Q-Lola, aplikasi CMS BRI. Atas permasalahan tersebut, KPPN Merauke lalu menyampaikan bahwa akan dilaksanakan lagi FGD dengan pihak BRI untuk mendorong kinerja digitalisasi pembayaran tersebut.
Setelah press conference, penyampaian penghargaan, serta FGD yang berlangsung selama lebih dari dua jam, kegiatan Stakeholder Day sampai di penghujung acara. Satker yang mendapatkan penghargaan merasa bangga atas prestasi mereka, sedangkan satker yang belum mendapatkan penghargaan menjadi lebih termotivasi agar tahun berikutnya, merekalah yang menang. Di sisi lain, Tim KPPN Merauke pun mendapatkan gambaran, baik tentang feedback atas pelayanan yang telah dilakukan selama ini maupun tentang kendala yang dialami satker dalam hal pelaksanaan anggaran dan digitalisasi pembayaran. Kendala-kendala tersebut akan menjadi input yang bermanfaat sekali untuk merumuskan strategi dalam hal pencapaian kinerja KPPN Merauke ke depannya. Dan tentu saja, dapat membuka peluang prestasi lainnya bagi para satker mitra KPPN Merauke di tahun anggaran 2026.
Selanjutnya, pembawa acara mengingatkan kembali bahwa slidedo kritik dan saran pelayanan KPPN Merauke masih dapat diisi sampai dengan pergantian hari. Beliau lalu meminta maaf atas kendala dan kesalahan yang terjadi selama acara berlangsung. Kemudian, acara pun ditutup.
Lihat satker penerima Treasury Award tahun anggaran 2025 di sini: Treasury Award TA 2025.





