
Pada Jumat, 22 November 2024, KPPN Pati mengadakan kegiatan Bintalnas Ideologi Wawasan Kebangsaan di Museum Syekh Jangkung, Kayen, Pati. Acara ini diinisiasi sebagai bagian dari program revitalisasi pembinaan mental yang bertujuan memperkuat nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, toleransi, serta semangat bela negara bagi pegawai Ditjen Perbendaharaan khususnya Pegawai KPPN Pati.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala KPPN Pati, Bapak Aris Saputro, yang menyampaikan apresiasi kepada pihak museum dan menegaskan pentingnya pemahaman sejarah sebagai landasan membangun karakter kebangsaan. Narasumber, Bapak Sudarman Saikhan, membawakan paparan sejarah Syekh Jangkung, atau Mbah Saridin, seorang tokoh besar penyebar Islam di Jawa.
Syekh Jangkung, cucu Sunan Kalijaga, dikenal sebagai pribadi yang gigih menyebarkan Islam melalui pendekatan seni, seperti wayang, dan kisah perjalanan spiritualnya yang mendalam, yang dikisahkan demi mendapatkan karomah harus melalui bertapa di tengah laut selama delapan tahun. Filosofi hidupnya, seperti "kelopo sekandang," menekankan pentingnya dua kalimat syahadat sebagai pedoman hidup.
Museum Syekh Jangkung menjadi simbol edukasi religi dan nilai kebangsaan di Pati. Para peziarah dianjurkan membaca Sholawat Jibril sebagai bentuk penghormatan. Peninggalan cerita bijaksananya saat diadili di Pati menjadi bagian dari warisan sejarah yang menginspirasi.
Museum Syekh Jangkung juga menjadi simbol kebangsaan dengan berbagai elemen edukatif, seperti "Sigit Kalimosodo" yang merepresentasikan syahadat. Diskusi dalam kegiatan ini turut membahas keturunan Syekh Jangkung serta peran mereka dalam menjaga nilai spiritual yang diwariskan.

Melalui kegiatan ini, KPPN Pati menegaskan komitmen dalam membangun wawasan kebangsaan dan spiritualitas yang kokoh di kalangan pegawai, menjadikan sejarah sebagai panduan untuk masa depan yang lebih baik. (KR)



