Dalam rangka penguatan nilai keimanan dan peringati Hakordia tahun 2025, KPPN Sragen telah mengadakan kegiatan pengajian yang membahas Keutamaan Bekerja dalam Islam serta pentingnya menjaga diri dari korupsi . Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa pekerjaan bukan semata aktivitas duniawi, melainkan dapat bernilai ibadah apabila dilandasi niat yang benar.
Dalam penyampaiannya, Ust. Hatta Syamsuddin menjelaskan bahwa bekerja merupakan bagian dari ibadah. Setiap amalan sangat bergantung pada niat, termasuk aktivitas bekerja. Bekerja untuk menafkahi keluarga, menjaga kehormatan diri, serta membantu orang tua merupakan bentuk jihad di jalan Allah. Islam juga menekankan pentingnya profesionalisme atau itqon dalam bekerja, karena Allah SWT mencintai hamba-Nya yang bekerja secara sungguh-sungguh, amanah, dan berkualitas.

Selain membahas keutamaan bekerja, pengajian juga menekankan pentingnya menjaga diri dari korupsi dan penghasilan haram. Disampaikan bahwa setiap manusia kelak akan “diaudit” di akhirat, khususnya terkait umur, ilmu, dan harta—dari mana harta diperoleh serta ke mana dibelanjakan. Penghasilan haram, termasuk hasil korupsi, akan membawa dampak buruk, di antaranya doa yang tidak dikabulkan serta ancaman siksa di akhirat. Rasulullah SAW telah memberikan teladan tegas dalam melarang praktik gratifikasi, penggelapan harta (ghulul), dan konflik kepentingan.
Lebih lanjut, Ust. Hatta Syamsuddin menguraikan beberapa penyebab terjadinya korupsi, di antaranya:
Tekanan, yaitu dorongan yang membuat seseorang mengambil jalan pintas, baik karena tekanan atasan, tuntutan keluarga, gaya hidup, maupun beban pinjaman.
Peluang, yang muncul ketika seseorang memiliki akses dan kewenangan besar, sementara pengawasan lemah dan sistem pengendalian tidak berjalan optimal.
Rasionalisme, yaitu pola pikir yang membenarkan perbuatan salah dengan alasan yang dianggap logis agar pelaku merasa tidak bersalah, seperti merasa pantas menerima uang tambahan, menyimpan dendam pada organisasi, atau anggapan bahwa gaji tidak sebanding dengan beban kerja.
Pengajian ini juga menghadirkan inspirasi anti korupsi di zaman Nabi, melalui beberapa peristiwa pada masa Rasulullah SAW. Di antaranya adalah larangan menerima hadiah bagi pejabat, pentingnya transparansi dalam laporan, larangan penggelapan harta, serta penegakan hukum tanpa pandang bulu. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai anti korupsi telah diajarkan sejak awal perkembangan Islam.
Pada sesi berikutnya, disampaikan pula peran dan dukungan keluarga dalam membangun budaya anti korupsi. Keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk integritas seseorang melalui sikap bersyukur dan qanaah atas penghasilan halal, pengelolaan keuangan yang cermat dan seimbang, saling mengingatkan agar tidak berorientasi berlebihan pada dunia, saling mendoakan dalam kebaikan, mengingatkan pentingnya mencari rezeki halal, serta bersabar dan bertawakal saat menghadapi kesempitan ekonomi.
Pengajian ini memberikan pemahaman bahwa upaya mewujudkan budaya anti korupsi bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab keluarga. Dengan niat yang lurus, pekerjaan menjadi ibadah. Dengan penghasilan yang halal dan keberanian menjauhi korupsi, kehidupan yang berkah serta kebahagiaan dunia dan akhirat dapat diraih. Keluarga berperan sebagai benteng utama dalam menjaga integritas dan akhlak setiap anggotanya.
Pada hari Selasa, 2 Desember 2025, KPPN Sragen mendapat kehormatan atas kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah, Bapak Bayu Andi Prasetya, yang hadir bersama Kepala Bagian Umum, Bapak Istu Wahudi. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan dukungan kepada seluruh pegawai dalam menghadapi akhir Tahun Anggaran 2025, mempererat tali silaturahmi, serta memperkuat sinergi antara kantor vertikal di lingkungan Ditjen Perbendaharaan, khususnya antara Kanwil Jawa Tengah dan KPPN Sragen.
Kepala KPPN Sragen, Ibu Woro Triwening Renggani, beserta seluruh jajaran pegawai menyambut rombongan dengan penuh antusias. Suasana keakraban tercipta sejak awal melalui obrolan hangat yang kemudian dilanjutkan dengan sesi arahan kepada seluruh pegawai. Sambutan ini menjadi cerminan semangat kebersamaan dan komitmen keluarga besar KPPN Sragen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para pemangku kepentingan.

Dalam arahannya, Bapak Bayu menegaskan pentingnya menjaga integritas, kekompakan, serta budaya saling mendukung antarpegawai. Beliau juga mengingatkan perlunya melakukan mapping terhadap berbagai potensi tantangan akhir tahun, antara lain terkait RPATA serta optimalisasi penyerapan anggaran. Selain itu, beliau turut menyoroti pentingnya kelancaran penyaluran TKD di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar. Terkait penyaluran Dana Desa Tahap II, beliau menyampaikan keyakinannya bahwa KPPN Sragen dapat mengomunikasikan perubahan kebijakan terbaru dari Presiden secara baik kepada pemerintah daerah.
Pada kesempatan tersebut, rombongan juga melaksanakan office tour untuk melihat secara langsung lingkungan kerja, kondisi sarana prasarana, serta berbagai fasilitas pendukung layanan di KPPN Sragen. Dalam momen ini, Kepala Kanwil DJPb Jawa Tengah membuka ruang komunikasi dua arah, mengajak KPPN Sragen untuk terus membangun koordinasi yang erat, sekaligus menerima kritik dan saran demi peningkatan kualitas layanan ke depan.
Kunjungan ini tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi dan semangat kerja menjelang penutupan tahun anggaran, sehingga diharapkan mampu mendorong kinerja KPPN Sragen menjadi semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan stakeholders.
KPPN Sragen menggelar kegiatan Donor Darah dengan bekerja sama dengan PMI Kabupaten Sragen yang bertempat di Gedung Aula Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tipe A2 Sragen pada Rabu, 22 Oktober 2025. Dalam kegiatan ini calon pendonor yang berpartisipasi berasal dari Pegawai KPPN Sragen beserta keluarga dan Pegawai dari Satuan Kerja Mitra Kerja KPPN Sragen. Kegiatan rutin yang dilaskanakan secara tahunan, pada periode ini sekaligus sebagai bagian dari kegiatan peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) yang ke-79 Tahun 2025.Kegiatan donor darah dimulai pada pukul 08.00 WIB s.d 11.00 WIB dengan total jumlah 40 calon pendonor. Dari 40 calon pendonor, terdapat 32 peserta yang berhasil melakukan donor darah dan 8 diantaranya mengalami gagal donor darah karena belum memenuhi persyaratan yang ditentukan. Dari 32 kantong darah yang diperoleh, terdiri dari 8 kantong darah bergolongan darah A, 11 kantong darah bergolongan darah B, 2 kantong darah bergolongan darah B dan 11 kantong darah bergolongan O.
Selain untuk menyelamatkan nyawa pasien yang sedang membutuhkan darah, pendonor darah juga akan mendapat banyak manfaat. Dengan mendonorkan darah antara lain dapat mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan kolesterol membakar kalori, menurunkan risiko kanker, meningkatkan produksi darah, dan memperbaiki kondisi kulit.
Kami ucapkan terimakasih kepada PMI Kab. Sragen dan Para pendonor dari keluarga besar KPPN Sragen, BPS Sragen, Kementerian Agama Sragen, MTsN 1 Karanganyar, Polres Sragen, Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri Sragen yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan ini.