
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung (Kanwil DJPb Babel) bersama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tanjungpandan pada hari Kamis, 28 Agustus 2025, melakukan monitoring dan berdiskusi dengan pengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur. Bertempat di ruang rapat KPPN Tanjungpandan, Agustinus Prasetyo dari Kanwil DJPb Babel dan Firza Yulianti, Kepala KPPN Tanjungpandan bertemu Kepala SPPG Tanjungpandan dan Kepala SPPG Damar Belitung Timur membahas penyelenggaraan Program MBG di dua kabupaten di Pulau Belitung.
Kepala SPPG Belitung Timur, Intan Zubaidah menjelaskan, Program MBG di Belitung Timur sudah berjalan sejak awal 2025. “Saat ini, Dapur SPPG Damar di Belitung Timur melayani sekitar 3.121 penerima manfaat. Di Belitung Timur program MBG sudah dimulai sejak bulan Januari 2025”, ujarnya. Intan menambahkan, bahwa dalam waktu dekat akan segera siap 6 Dapur untuk beroperasi. Dapur tersebut sudah pada tahap verifikasi kesiapan. Sementara itu, Enggit Clara, Kepala SPPG Tanjungpandan mengungkapkan, “Di Tanjungpandan akan segera beroperasi di bulan September 2025 sebanyak 3 Dapur yang salah satu dapur sebelumnya sempat terhenti untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan”. Enggit menambahkan, satu dapur di Tanjungpandan yang segera beroperasi kembali akan melayani 3.134 orang. Di wilayah Pulau Belitung, diperlukan sebanyak lebih dari 20 Dapur SPPG untuk melayani sekitar 62.042 anak usia sekolah (sumber; Portal Data kependidikan,2025), dan perkiraannya belum termasuk sekitar 10 persen kategori penerima manfaat untuk balita, ibu hamil dan ibu menyusui.
Saat ditanyakan tentang kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Program MBG, rata-rata mereka menyampaikan bahwa bahan mentah terutama susu sulit didapatkan. Intan mengatakan “Tantangan utama dan kekhawatiran kami bila nanti seluruh dapur di Pulau Belitung sudah beroperasi, bagaimana mendapatkan pasokan bahan mentah, susu, sayuran serta daging, saat ini untuk mendapatkan susu dan daging kadang sudah kesulitan”, ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Agustinus penyampaikan bahwa ke depan, dengan dibangunnya Koperasi Desa Merah Putih, akan dapat mendukung sebagai pemasok bahan mentah, baik dari pertanian, peternakan, maupun perikanan.
Pada kesempatan tersebut, Firza menyampaikan “Program MBG merupakan program prioritas pemerintah yang harus didukung dan disukseskan”. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Tim dari Kanwil DJPb Babel, Agustinus yang mengatakan, “Penyelenggaraan layanan pemberian makan bergizi harus dilakukan dengan berpedoman pada standar operasional yang ketat dan pengawasan yang baik untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan sesuai dengan standar kesehatan, kebersihan dan pemenuhan gizi”. Selanjutnya ditambahkan bahwa program MBG ini banyak memberi manfaat pada Masyarakat. “Program MBG selain untuk memberikan akses yang sama untuk mendapatkan makanan bergizi bagi anak sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui, namun juga menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi, mengurangi angka pengangguran, menurunkan angka prevalensi stunting dan mengurangi kemiskinan”. Program ini juga dapat menjadi strategi dan upaya Pemerintah untuk membangun perekonomian dari level masyarakat lapisan bawah”, tambahnya dalam mengakhiri diskusi.
Kontributor : Agustinus Prasetyo (Kepala Bidang PPA I)
Informasi lebih lanjut hubungi:
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung
Jl. Sungai Selan No. 91, Kota Pangkalpinang
Call Center: 0812-7345-2957
Telp: (0717) 433405
Fax: (0717) 435802



